Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Syirik

11 hadis

Firman Allah -Ta'ālā-, "Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui." Ibnu 'Abbās mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan, "Al-Andād"(sekutu-sekutu, tandingan) yakni syirik. Syirik itu lebih samar dibanding semut hitam yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam.

قول الله تعالى : {فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ}. قال ابن عباس في الآية: "الأنداد: هو الشرك، أخفى من دَبِيبِ النمل على صَفَاةٍ سوداء في ظلمة الليل". وهو أن تقول: والله وحياتك يا فلان، وحياتي، وتقول: لولا كُلَيْبَةُ هذا لأتانا اللصوص، ولولا البط في الدار لأتانا اللصوص، وقول الرجل لصاحبه: ما شاء الله وشئت، وقول الرجل: لولا الله وفلان، لا تجعل فيها فلانا؛ هذا كله به شرك".
Firman Allah -Ta'ālā-, "Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui." Ibnu 'Abbās mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan, "Al-Andād"(sekutu-sekutu, tandingan) yakni syirik. Syirik itu lebih samar dibanding semut hitam yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam." Yaitu engkau mengatakan, "Demi Allah dan demi hidupmu wahai fulan, serta demi hidupku." Dan dengan mengatakan, "Seandainya bukan karena anjing kecil ini niscaya kita telah kedatangan para pencuri. Dan seandainya bukan karena ada angsa di rumah niscaya kita telah kedatangan para pencuri." Juga perkataan seseorang kepada temannya, "Hal itu karena kehendak Allah dan kehendakmu." Dan ucapan seseorang, "Jika bukan karena Allah dan fulan, tidaklah hal itu terjadi pada fulan." Ini semua adalah kesyirikan.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ḤatimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Allah -Ta’ālā- berfirman, “Maka janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” Allah melarang manusia untuk menjadikan bagi-Nya sekutu-sekutu dan tandingan-tandingan untuk memalingkan ibadah apapun kepada mereka, padahal mereka mengetahui bahwa Allah semata yang Maha Menciptakan dan Maha Memberi rezeki, dan bahwa sekutu-sekutu ini lemah lagi tidak berdaya, tidak bisa memberikan sesuatu apapun. Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhu- mendefinisikan kata "andād" dengan "syurakā`" (sekutu-sekutu), dan beliau menyebutkan contoh-contohnya, yaitu kesyirikan. Dan syirik itu lebih samar dari bekas atau jejak rayapan semut di atas batu hitam dalam kegelapan malam. Kemudian beliau menyebutkan contoh-contohnya, di antaranya: Bersumpah dengan nama selain Allah, dan yang lebih besar dari itu adalah menyamakan Allah dengan selain-Nya dengan mengatakan: Demi Allah dan demi hidupku, atau dengan melihat sebab saja tanpa memandang yang menjadikan sebab itu dan tidak mengembalikan perkara itu kepada Allah dengan mengatakan, "Kalau bukan karena anjing ini menjaga kita niscaya kita telah kedatangan para pencuri." Atau dengan mengatakan, "Kalau bukan karena angsa yang ada di rumah ini memperingatkan kita saat ada orang asing masuk niscaya pencuri sudah datang." Dan temasuk kesyirikan adalah ucapan seseorang kepada temannya, "Hal itu atas kehendak Allah dan kehendakmu." Dan perkataan seseorang, "Kalau bukan karena Allah dan fulan, tidaklah hal itu terjadi pada fulan." Kemudian beliau menegaskan bahwa semua itu termasuk syirik kecil. Dan jika orang yang mengucapkannya meyakini bahwa orang, angsa, atau anjing itu sendiri yang mempengaruhi terjadinya sesuatu tanpa Allah maka menjadi syirik akbar (syirik besar).

Rujukan

الملخص في شرح كتاب التوحيد، صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، دار العاصمة، الرياض، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2001م. تفسير القرآن العظيم، عبد الرحمن بن محمد بن إدريس ابن أبي حاتم، تحقيق: أسعد محمد الطيب، نشر: مكتبة نزار مصطفى الباز، المملكة العربية السعودية، الطبعة: الثالثة، 1419هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala (waṡan)

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم: «اللهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا، لَعَنَ اللهُ قَوْمًا اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala (waṡan). Allah melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah."
HR. AhmadDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ berdoa kepada Tuhannya agar tidak menjadikan kuburnya seperti berhala yang disembah oleh manusia dengan diagungkan dan dijadikan kiblat dalam sujud. Kemudian beliau ﷺ mengabarkan bahwa Allah telah menjauhkan rahmat-Nya dari orang-orang yang menjadikan kubur para Nabi sebagai tempat beribadah, karena menjadikan kubur-kubur itu sebagai tempat beribadah adalah pengantar menuju penyembahannya serta meyakini hal itu.

Faedah
  1. 1- Sikap melampaui batas syariat terkait makam para nabi dan orang-orang saleh akan mengantarkan kepada penyembahannya selain Allah; hal ini wajib diwapadai karena termasuk sarana-sarana kesyirikan.
  2. 2- Seseorang tidak boleh pergi ke kuburan untuk mengagungkannya dan beribadah di sana, walaupun sosok di dalam kuburan tersebut dikenal sangat taat kepada Allah Ta'ala.
  3. 3- Membangun masjid di atas kuburan hukumnya haram.
  4. 4- Salat di kuburan hukumnya haram, meski tidak dibangun dalam wujud masjid, kecuali menyalati jenazah yang belum disalati.
Rujukan

مسند أحمد (12/ 314) (7358). فتح المجيد شرح كتاب التوحيد، لعبد الرحمن التميمي (1/ 434). القول المفيد على كتاب التوحيد، لمحمد بن عثيمين (1/ 434). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص178). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص194). التمهيد لشرح كتاب التوحيد، لصالح آل الشيخ (ص51). مشكاة المصابيح، للتبريزي (1/ 234).

Hadis ini di HadeethEnc.com

'Siapa saja yang bersumpah atas nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kemusyrikan'

عن ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أنه سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَا وَالْكَعْبَةِ، فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ: لَا يُحْلَفُ بِغَيْرِ اللَّهِ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ».
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa dia mendengar seseorang berkata, "Tidak, demi Ka'bah!" Lantas Ibnu Umar berkata, "Janganlah engkau bersumpah atas nama selain Allah, karena aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Siapa saja yang bersumpah atas nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kemusyrikan'."
HR. Abu Daud, Tirmizi, dan AhmadDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ menyampaikan bahwa orang yang bersumpah dengan menggunakan nama selain Allah dan sifat-sifat-Nya, maka ia telah kafir kepada Allah atau melakukan kesyirikan. Karena sumpah itu mengandung pengagungan kepada yang digunakan bersumpah, sedangkan keagungan hanyalah milik Allah semata, sehingga seseorang tidak boleh bersumpah kecuali atas nama Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan sifat-sifat-Nya. Sumpah seperti ini termasuk syirik kecil. Akan tetapi, jika orang yang bersumpah tadi mengagungkan nama tersebut dengan pengagungan yang sama sebagaimana nama Allah Ta'ala atau bahkan lebih, ketika itu ia menjadi syirik besar.

Faedah
  1. 1. Pengagungan melalui sumpah adalah hak Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-, sehingga seseorang tidak boleh bersumpah kecuali atas nama Allah dan sifat-sifat-Nya.
  2. 2- Antusiasme para sahabat untuk melakukan amar makruf nahi mungkar, khususnya ketika kemungkaran itu terkait dengan kesyirikan atau kekufuran.
Rujukan

سنن الترمذي (3/ 194) (1535). سنن أبي داود (5/ 154- 155) (3251). مسند أحمد (9/ 249) (5346)، (9/ 275) (5375)، (10/ 249) (6072). فتح المجيد شرح كتاب التوحيد، لعبد الرحمن التميمي (ص413). القول المفيد على كتاب التوحيد، لابن عثيمين (2/ 214). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص326). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص365). التمهيد لشرح كتاب التوحيد، لصالح آل الشيخ (ص452). فتاوى اللجنة الدائمة، (1/ 343).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Hal yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu ria

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ» قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللهُ عز وجل لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ: اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاؤُونَ فِي الدُّنْيَا، فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً؟».
Maḥmūd bin Labīd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hal yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu ria. Allah ﷻ akan berfirman pada mereka di hari Kiamat ketika manusia diberikan balasan amal mereka, 'Carilah orang-orang yang kalian bersikap ria di hadapannya saat di dunia, lalu tunggulah, apakah kalian menemukan balasan dari mereka?'"
HR. AhmadDerajatHasan
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa hal yang paling beliau khawatirkan pada umatnya ialah syirik kecil, yaitu ria, yang bermakna: beramal karena manusia. Kemudian beliau menyebutkan hukuman untuk orang-orang yang berbuat ria di hari Kiamat, yaitu dikatakan pada mereka: Carilah orang-orang yang dulu menjadi tujuan kalian beramal, lalu tunggu, apakah mereka mampu memberi kalian pahala atas amal itu?!

Faedah
  1. 1- Kewajiban memurnikan amal untuk Allah ﷻ dan waspada terhadap sifat ria.
  2. 2- Besarnya kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya serta kegigihan beliau dalam menjelaskan petunjuk dan memberikan nasihat kepada mereka.
  3. 3- Jika kekhawatiran beliau ﷺ pada umatnya sampai kadar seperti ini, padahal beliau sedang berbicara kepada para sahabat yang merupakan pimpinan orang-orang saleh, maka kekhawatiran terhadap orang setelah mereka tentu lebih tinggi.
Rujukan

مسند أحمد (39/ 39) (23630). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص57). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص45).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Ṭiyarah (perasaan sial) itu syirik, ṭiyarah itu syirik, ṭiyarah itu syirik." Beliau mengucapkannya tiga kali. Tidak ada seorang pun di antara kita melainkan pernah ditimpa ṭiyarah. Hanya saja, Allah ﷻ melenyapkannya dengan tawakal

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسعودٍ رضي الله عنه عن رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قال: «الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، -ثلاثًا-»، وَمَا مِنَّا إِلَّا، وَلَكِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Ṭiyarah (perasaan sial) itu syirik, ṭiyarah itu syirik, ṭiyarah itu syirik." Beliau mengucapkannya tiga kali. Tidak ada seorang pun di antara kita melainkan pernah ditimpa ṭiyarah. Hanya saja, Allah ﷻ melenyapkannya dengan tawakal.
HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan AhmadDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ memperingatkan agar tidak terjerumus ke dalam ṭiyarah, yaitu perasaan sial karena sebab apa saja, baik sesuatu yang didengar ataupun yang dilihat, seperti burung, hewan, orang cacat, nomor, hari atau lainnya. Beliau menyebutkan ṭair (burung) karena itu yang masyhur di kalangan jahiliah. Asalnya ialah melepas burung ketika akan memulai suatu perbuatan, seperti akan safar, berniaga atau lainnya. Jika burung itu terbang ke kanan, ia merasa optimistis dan meneruskan apa yang ia rencanakan. Tetapi, jika burung itu terbang ke arah kiri, ia merasa sial dan membatalkan rencananya. Beliau mengabarkan bahwa hal tersebut adalah kesyirikan, karena tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Allah, dan tidak ada yang dapat menolak keburukan kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- menyebutkan, terkadang perasaan sial muncul dalam hati seorang muslim, tetapi ia wajib menolaknya dengan tawakal kepada Allah disertai ikhtiar.

Faedah
  1. 1- Ṭiyarah hukumnya syirik karena mengandung kebergantungan hati pada selain Allah.
  2. 2- Pentingnya mengulang perkara-perkara penting agar terpelihara dan bersemayam dalam hati.
  3. 3- Ṭiyarah dapat dihilangkan dengan tawakal kepada Allah Ta'ala.
  4. 4- Perintah bertawakal dan menggantungkan hati kepada Allah Ta'ala semata.
Rujukan

سنن أبي داود (6/ 54) (3915). سنن ابن ماجه (4/ 560) (3538). سنن الترمذي (3/ 258) (1614). مسند أحمد (6/ 213) (3687). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص259). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص233).

Hadis ini di HadeethEnc.com

"Bukankah mereka mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah lalu kalian ikut mengharamkannya? Dan mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah lalu kalian ikut menghalalkannya?" Aku katakan, "Tentu saja." Beliau bersabda, "Itulah (yang dimaksud) beribadah kepada mereka."

عن عدي بن حاتم رضي الله عنه : "أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقرأ هذه الآية: "اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ" فقلت له: إنا لسنا نعبدهم، قال: أليس يُحَرِّمُونَ ما أحل الله فتُحَرِّمُونَهُ؟ ويُحِلُّونَ ما حَرَّمَ الله فتُحِلُّونَهُ؟ فقلت: بلى، قال: فتلك عبادتهم".
Adiy bin Ḥātim -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwasanya dia mendengar Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membaca ayat berikut, "Mereka menjadikan para rahib (Yahudi), dan pendeta-pendeta (Naṣrani) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (juga) Almasih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan." Aku berkata kepadanya, "Namun kami tidak menyembah mereka." Beliau bersabda, "Bukankah mereka mengharamkan apa yang dihalalkankan oleh Allah lalu kalian ikut mengharamkannya? Dan mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah lalu kalian ikut menghalalkannya?" Aku katakan, "Benar." Beliau bersabda, "Itulah (yang dimaksud) beribadah kepada mereka."
Diriwayatkan oleh TirmiżiDerajatHadis sahih
Penjelasan

Ketika sahabat mulia ini mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membaca ayat yang berisi kabar mengenai orang-orang Yahudi dan Nasrani bahwa mereka menjadikan ulama dan ahli ibadah sebagai tuhan-tuhan mereka, yaitu mereka membuat syariat yang bertentangan dengan syariat Allah lalu mereka menaatinya, dia merasa ada masalah dalam makna ayat tersebut karena dia mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada sujud dan sebagainya. Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan kepadanya bahwa di antara bentuk ibadah kepada orang-orang alim dan para rahib adalah menaati mereka dalam mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, yang berseberangan dengan hukum Allah -Ta'ālā- dan Rasul-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Faedah
  1. Taat kepada ulama atau makhluk lainnya untuk merubah hukum Allah -jika orang yang taat itu mengerti bahwa mereka telah melanggar syariat Allah- maka hukumnya syirik besar.
  2. Menghalalkan dan mengharamkan adalah hak Allah -Ta'ālā-.
  3. Menjelaskan salah satu macam syirik, yaitu syirik ketaatan.
  4. Disyariatkan mengajar orang yang jahil.
  5. Makna ibadah sangat luas, yaitu mencakup semua yang Allah cintai dan ridai berupa ucapan dan perbuatan, yang zahir dan yang batin.
  6. Menjelaskan kesesatan pemuka-pemuka Yahudi dan Nasrani.
  7. Menetapkan kesyirikan orang-orang Yahudi dan Nasrani.
  8. Pondasi agama para rasul sama, yaitu tauhid.
  9. Taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah adalah bentuk ibadah kepada makhluk tersebut.
  10. Wajib bertanya kepada para ulama tentang hukum perkara yang samar.
  11. Kegigihan para sahabat dalam menuntut ilmu.
Rujukan

كتاب التوحيد، للإمام محمد بن عبد الوهاب، ت: د. دغش العجمي. مكتبة أهل الأثر, الطبعة الخامسة, 1435ه. الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد بن عبد العزيز السليمان القرعاوي, ت: محمد بن أحمد سيد, مكتبة السوادي، الطبعة: الخامسة، 1424ه. الملخص في شرح كتاب التوحيد، للشيخ صالح الفوزان, دار العاصمة, الطبعة الأولى، 1422ه. سلسلة الأحاديث الصحيحة، للألباني, مكتبة المعارف, الطبعة الأولى, 1415ه. جامع الترمذي, ت: أحمد شاكر, مكتبة ومطبعة مصطفى البابي, الطبعة: الثانية، 1395ه.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang nusyrah (praktik melepaskan sihir dengan sihir). Beliau menjawab, "Ia merupakan perbuatan setan."

عن جابر رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سئل عن النُّشْرَةِ؟ فقال: هي من عمل الشيطان.
Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang nusyrah (praktik melepaskan sihir dengan sihir). Beliau menjawab, "Ia merupakan perbuatan setan."
Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang hukum mengobati orang yang terkena sihir dengan cara yang biasa dilakukan orang-orang jahiliah, seperti melepaskan sihir dengan sihir juga. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab bahwa itu perbuatan setan atau melalui perantaraannya, karena hal itu menggunakan berbagai macam sihir dan penggunaan media berupa bantuan setan. Itu merupakan perbuatan syirik dan haram. Adapun nusyrah (praktik melepaskan sihir) yang dibolehkan ialah melepaskan sihir dengan ruqyah atau dengan mencari media sihir dan melepaskannya dengan tangan disertai bacaan Al-Qur`ān atau dengan obat-obatan yang diperbolehkan.

Faedah
  1. Perintah bertanya kepada para ulama tentang hukum perkara yang tidak diketahui agar tidak terjatuh dalam larangan.
  2. Larangan praktik nusyrah (yakni menolak sihir dengan jenis sihir yang lain), seperti yang dilakukan oleh orang-orang jahiliah, karena itu merupakan sihir, dan sihir hukumnya kufur.
  3. Perbuatan setan seluruhnya diharamkan.
Rujukan

1- الملخص في شرح كتاب التوحيد، صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، دار العاصمة، الرياض، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2001م. 2- الجديد في شرح كتاب التوحيد، محمد بن عبد العزيز السليمان القرعاوي، تحقيق: محمد بن أحمد سيد، مكتبة السوادي، الطبعة: الخامسة، 1424هـ - 2003م. 3- سنن أبي داود، سليمان بن الأشعث أبوداود، تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد، المكتبة العصرية، صيدا، بيروت. 4- مسند الإمام أحمد بن حنبل، أحمد بن حنبل أبو عبدالله الشيباني، تحقيق: شعيب الأرنؤوط و عادل مرشد، وآخرون، تحت إشراف: عبد الله بن عبد المحسن التركي، مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1421هـ - 2001م. 5- سلسلة الأحاديث الصحيحة وشيء من فقهها وفوائدها، محمد ناصر الدين الألباني، مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض.

Hadis ini di HadeethEnc.com

"Siapa yang berbalik dari keperluannya karena ṭiyarah (melihat perilaku burung) maka sungguh dia telah berbuat syirik." Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa penebusnya?” Beliau berkata, “Hendaknya dia berucap, 'Ya Allah! Tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, tidak ada kesialan melainkan kesialan yang Kamu (tetapkan), dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Mu.'"

عن عبد الله بن عمرو بن العاص - رضي الله عنه- مرفوعاً: "مَن ردته الطِّيَرَة عن حاجته فقد أشرك، قالوا: فما كفارة ذلك؟ قال: أن تقول: اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ ولا إله غيرك".
Abdullah bin 'Amr bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan secara marfū', bahwa Nabi bersabda, "Siapa yang berbalik dari keperluannya karena ṭiyarah (melihat perilaku burung) maka sungguh dia telah berbuat syirik." Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa penebusnya?” Beliau berkata, “Hendaknya dia berucap, 'Ya Allah! Tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, tidak ada kesialan melainkan kesialan yang Kamu (tetapkan), dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Mu.'"
Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan

Dalam hadis ini Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahukan pada kita bahwa orang yang terhalang oleh rasa pesimis untuk melaksanakan tekadnya, maka ia telah melakukan satu macam syirik. Ketika para sahabat bertanya kepada beliau mengenai kafarat (penghapus) dosa besar ini, beliau memberikan bimbingan kepada mereka dengan ungkapan mulia dalam hadis tersebut yang memuat penyerahan urusan kepada Allah dan menafikan kemampuan dari selain-Nya.

Faedah
  1. Menetapkan kesyirikan orang yang urung melakukan hajatnya karena keyakinan taṭayyur (meyakini sial karena mendengar atau melihat sesuatu).
  2. Diterimanya tobat orang yang berbuat syirik.
  3. Arahan tentang apa yang harus dibaca oleh orang yang dihinggapi keyakinan taṭayyur.
  4. Kebaikan dan keburukan adalah takdir dari Allah -Ta'ālā-.
Rujukan

1- فتح المجيد شرح كتاب التوحيد، مطبعة السنة المحمدية، القاهرة، مصر، الطبعة: السابعة، 1377هـ - 1957م. 2- القول المفيد على كتاب التوحيد، دار ابن الجوزي، المملكة العربية السعودية، الطبعة: الثانية, محرم، 1424ه. 3- الملخص في شرح كتاب التوحيد، دار العاصمة الرياض، الطبعة: الأولى 1422هـ - 2001م. 4- الجديد في شرح كتاب التوحيد، مكتبة السوادي، جدة، المملكة العربية السعودية، الطبعة: الخامسة، 1424هـ - 2003م. 5- التمهيد لشرح كتاب التوحيد، دار التوحيد، تاريخ النشر: 1424هـ. 6- مسند الإمام أحمد بن حنبل، المحقق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد، وآخرون، إشراف: د عبد الله بن عبد المحسن التركي، الناشر: مؤسسة الرسالة-الطبعة: الأولى، 1421هـ - 2001م. 7- السلسلة الصحيحة، مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض، الطبعة: الأولى.

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 11
11 hadis
  1. Firman Allah -Ta'ālā-, "Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui." Ibnu 'Abbās mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan, "Al-Andād"(sekutu-sekutu, tandingan) yakni syirik. Syirik itu lebih samar dibanding semut hitam yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam.
  2. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala (waṡan)
  3. 'Siapa saja yang bersumpah atas nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kemusyrikan'
  4. Hal yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu ria
  5. Ṭiyarah (perasaan sial) itu syirik, ṭiyarah itu syirik, ṭiyarah itu syirik." Beliau mengucapkannya tiga kali. Tidak ada seorang pun di antara kita melainkan pernah ditimpa ṭiyarah. Hanya saja, Allah ﷻ melenyapkannya dengan tawakal
  6. "Bukankah mereka mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah lalu kalian ikut mengharamkannya? Dan mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah lalu kalian ikut menghalalkannya?" Aku katakan, "Tentu saja." Beliau bersabda, "Itulah (yang dimaksud) beribadah kepada mereka."
  7. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang nusyrah (praktik melepaskan sihir dengan sihir). Beliau menjawab, "Ia merupakan perbuatan setan."
  8. "Siapa yang berbalik dari keperluannya karena ṭiyarah (melihat perilaku burung) maka sungguh dia telah berbuat syirik." Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa penebusnya?” Beliau berkata, “Hendaknya dia berucap, 'Ya Allah! Tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, tidak ada kesialan melainkan kesialan yang Kamu (tetapkan), dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Mu.'"
  9. Siapa pun yang menemui Allah (wafat) dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, ia pasti masuk surga. Siapa saja yang menemui-Nya (wafat) dalam keadaan berbuat kesyirikan, ia pasti masuk neraka
  10. Tentang firman Allah -Ta'ālā-, "Dan mereka berkata, 'Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan sembahan-sembahan kalian dan jangan pula kalian meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula Suwā', Yagūṡ, Ya'ūq dan Nasr!'" Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, “Ini adalah adalah nama orang-orang saleh dari kalangan kaum Nuh."
  11. Siapa yang bersumpah atas nama amanah, maka dia bukan termasuk golongan kami

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com