Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Keutamaan Salat

17 hadis

Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau bersabda, "Salat pada waktunya." Dia bertanya, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Kemudian berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya lagi, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بِن مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ العَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: «الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا»، قَالَ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الوَالِدَيْنِ» قَالَ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ، وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي.
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, "Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau bersabda, "Salat pada waktunya." Dia bertanya, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Kemudian berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya lagi, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." Ibnu Mas'ūd berkata, "Beliau menyampaikan itu kepadaku. Seandainya aku meminta tambahan, niscaya beliau akan tambahkan."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ ditanya, "Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau bersabda: Salat fardu pada waktunya sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah. Kemudian berbakti pada kedua orang tua dengan cara berbuat baik kepada mereka, menunaikan hak mereka dan tidak durhaka pada keduanya. Kemudian berjihad di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah ﷻ, membela agama Islam dan pemeluknya, dan menampakkan syiar-syiarnya dengan jiwa dan harta. Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- berkata: Beliau mengabariku amalan-amalan itu; sekiranya aku mengatakan lagi "kemudian apa?", niscaya beliau akan menambahkannya padaku.

Faedah
  1. 1- Adanya perbedaan keutamaan antar amalan sesuai dengan kecintaan Allah padanya.
  2. 2- Mendorong seorang muslim agar gigih melakukan amal-amal yang paling afdal lalu yang di bawahnya.
  3. 3- Jawaban Nabi ﷺ tentang amalan paling afdal berbeda-beda mengikuti perbedaan orang dan keadaan serta yang paling bermanfaat bagi setiap orang di antara mereka.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 112) (527). صحيح مسلم (1/ 90) (85). الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 70). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص84). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 108).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh. Andaikata mereka mengetahui keutamaan yang terkandung dalam keduanya, pasti mereka menghadirinya meskipun dengan cara merangkak

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «‌إِنَّ ‌أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا، وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh. Andaikata mereka mengetahui keutamaan yang terkandung dalam keduanya, pasti mereka menghadirinya meskipun dengan cara merangkak. Sungguh aku sangat ingin menyuruh seseorang mengumandangkan ikamah, kemudian aku menyuruh seseorang untuk mengimami salat orang-orang, kemudian aku berangkat bersama dengan beberapa orang yang membawa kayu bakar menuju orang-orang yang tidak menghadiri salat, lalu membakar rumah-rumah mereka dengan api."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan perihal orang-orang munafik dan kemalasan mereka untuk menghadiri salat, khususnya salat Isya dan Subuh; bahwa seandainya mereka mengetahui kadar pahala menghadirinya bersama jemaah kaum muslimin, mereka pasti datang menghadiri keduanya walaupun dengan cara merangkak seperti rangkakan anak kecil menggunakan tangan dan lutut. Sungguh Nabi ﷺ pernah bertekad untuk memberikan perintah agar salat dilaksanakan dan ikamah dikumandangkan, lalu beliau menunjuk seseorang menggantikan beliau untuk mengimami orang-orang, kemudian beliau beranjak bersama orang-orang yang membawa beberapa ikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak menghadiri salat jemaah lalu membakar rumah-rumah mereka dengan api. Tetapi, beliau tidak melakukannya karena di dalam rumah terdapat wanita, anak-anak yang masih belum terbebani dan kalangan lainnya yang memiliki uzur dan tidak bersalah.

Faedah
  1. 1- Bahaya tidak menghadiri salat berjemaah di masjid.
  2. 2- Orang-orang munafik tidak meniatkan pada ibadah mereka kecuali ria dan sumah sehingga mereka tidak menghadiri salat kecuali pada waktu terlihat oleh orang lain.
  3. 3- Besarnya pahala salat Isya dan Subuh secara berjemaah sehingga keduanya pantas didatangi walaupun dengan merangkak.
  4. 4- Memelihara salat Isya dan Subuh adalah keselamatan dari kemunafikan, sedangkan tidak menghadirinya termasuk ciri-ciri orang munafik.
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 451) (651). صحيح البخاري (1/ 132) (657). الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 88). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص107). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 136).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Aku berbaiat kepada Rasulullah ﷺ untuk mengucapkan syahadat lā ilāha illallāh-wa anna muḥammadar rasūlullāh, menegakkan salat, membayar zakat, mendengar dan taat kepada pemimpin, dan nasihat untuk setiap muslim

عَنْ جَرِيرِِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنه قَالَ: بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ.
Jarīr bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Aku berbaiat kepada Rasulullah ﷺ untuk mengucapkan syahadat lā ilāha illallāh-wa anna muḥammadar rasūlullāh, menegakkan salat, membayar zakat, mendengar dan taat kepada pemimpin, dan nasihat untuk setiap muslim."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Jarīr bin Abdullah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa ia telah berkomitmen dan mengikat janji kepada Nabi ﷺ dalam hal tauhid dan menunaikan salat fardu lima waktu sehari semalam lengkap dengan syarat-syarat, rukun, wajib dan sunahnya. Juga membayar zakat yang wajib, yaitu ibadah harta yang diwajibkan, diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang yang berhak seperti orang fakir dan lainnya. Demikian juga taat kepada para pemimpin dan nasihat untuk setiap muslim, yaitu dengan gigih memberinya manfaat dan mengirim kebaikan kepadanya serta tidak menimpakan keburukan kepadanya entah itu dengan ucapan maupun perbuatan.

Faedah
  1. 1- Urgensi salat dan zakat, dan keduanya termasuk rukun Islam.
  2. 2- Urgensi nasihat serta saling menasihati di antara kaum muslimin, sampai Rasulullah ﷺ membaiat para sahabat untuk hal itu.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 111) (524)، (3/ 72) (2157). صحيح مسلم (1/ 75) (56). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 272). تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص145). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 398). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 206).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Semoga Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menyibukkan kita dari salat Wusṭa (Asar) hingga matahari terbenam.

عن عَلِي بن أبي طالب رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ: «مَلَأ اللهُ قُبُورَهم وبُيُوتَهُم نَارًا، كَمَا شَغَلُونَا عن الصَّلاَة الوُسْطَى حَتَّى غَابَت الشَّمس». وفي لفظ لمسلم: «شَغَلُونَا عن الصَّلاَة الوُسْطَى -صلاة العصر-»، ثم صَلاَّهَا بين المغرب والعشاء». وله عن عبد الله بن مسعود قال: «حَبَسَ المُشرِكُون رسول الله صلى الله عليه وسلم عن العصر، حَتَّى احْمَرَّت الشَّمسُ أو اصْفَرَّت، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : شَغَلُونَا عن الصَّلاَة الوُسْطَى -صلاة العصر-، مَلَأَ الله أَجْوَافَهُم وقُبُورَهم نَارًا (أَو حَشَا الله أَجْوَافَهُم وَقُبُورَهُم نَارًا)».
Dari Ali bin Abu Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda pada waktu perang Khandaq, "Semoga Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menyibukkan kita dari salat Wusṭa hingga matahari terbenam." Dalam redaksi riwayat Muslim, "Mereka telah menyibukkan kita dari salat Wusṭa -(Asar)-". Kemudian beliau mengerjakannya di waktu antara Magrib dan Isya." Masih riwayat Muslim dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, "Orang-orang musyrik menghalangi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari mengerjakan salat Asar, hingga matahari memerah atau menguning. Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Mereka telah menyibukkan kita dari salat Wusṭa (Asar). Semoga Allah memenuhi perut dan rumah mereka dengan api (atau semoga Allah mengisi perut dan kubur mereka dengan api)."
Diriwayatkan oleh Muslim - Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Orang-orang musyrik menyibukkan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- daru sakat Asar dengan siap siaga di posisi dan menjaga Madinah serta diri mereka hingga matahari terbenam. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- tidak bisa mengerjakannya kecuali setelah matahari terbenam. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendoakan mereka mudah-mudahan perut, rumah dan kubur mereka dipenuhi api sebagai balasan atas gangguan yang mereka lakukan pada beliau dan para sahabat, serta tindakan mereka menyibukkan dari mengerjakan salat Asar yang merupakan salat terbaik.

Rujukan

الإلمام بشرح عمدة الأحكام، إسماعيل بن محمد الأنصاري، دار الفكر، دمشق، الطبعة: الأولى 1381هـ. تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الأمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ. تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة، الإمارات، الطبعة: الأولى 1426هـ، 2005م. عمدة الأحكام من كلام خير الأنام -صلى الله عليه وسلم- لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، الطبعة: الثانية 1408هـ، 1988م. صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya, "Salat apa yang paling utama?" Beliau menjawab, "Salat yang berdirinya lama."

وعن جابر رضي الله عنه قال: سُئِل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الصلاة أفضل؟ قال: «طُول القُنُوتِ».
Dari Jabir -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya, "Salat apa yang paling utama?" Beliau menjawab, "Salat yang berdirinya lama."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum pernah bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Salat yang bagaimanakah yang paling utama?" Pertanyaan ini menunjukkan semangat mereka untuk meraih banyak pahala. Maksudnya: salat yang bagaimanakah modelnya paling afdal? Berdiri, ruku' atau sujudnya? Beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa salat yang berdirinya lama.

Rujukan

رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه . - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ. - صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - تطريز رياض الصالحين؛ تأليف فيصل آل مبارك، تحقيق د. عبد العزيز آل حمد، دار العاصمة-الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Salat lima waktu, (salat) Jumat ke Jumat berikutnya, dan (puasa) Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa besar dijauhi

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Salat lima waktu, (salat) Jumat ke Jumat berikutnya, dan (puasa) Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa besar dijauhi."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa kelima salat fardu dalam sehari semalam, salat Jumat tiap pekan, dan puasa Ramadan di setiap tahun adalah penghapus dosa-dosa kecil yang ada di antara ibadah-ibadah itu, dengan syarat dosa besar dijauhi. Adapun dosa besar seperti mencuri dan minum khamar tidak digugurkan kecuali dengan tobat.

Faedah
  1. 1- Dosa itu ada yang kecil dan ada yang besar.
  2. 2- Syarat pengguguran dosa kecil adalah dengan menjauhi dosa besar.
  3. 3- Dosa besar ialah dosa yang mengandung hukum hudud di dunia, atau memiliki ancaman di akhirat berupa siksa atau murka, atau mengandung ancaman atau laknat terhadap pelakunya, seperti dosa zina dan minum khamar.
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 209) (233). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 183). نزهة المتقين بشرح رياض الصالحين، لمصطفى سعيد الخن (1/ 158). تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص108). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم بن عيد الهلالي (1/ 209).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Hendaknya engkau banyak bersujud kepada Allah. Sungguh, tidaklah engkau bersujud satu kali kepada Allah, melainkan dengannya Allah akan mengangkatmu satu derajat serta menggugurkan darimu satu dosa

عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيُّ قَالَ: لَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللهُ بِهِ الْجَنَّةَ؟ أَوْ قَالَ قُلْتُ: بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ، فَسَكَتَ. ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَسَكَتَ. ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ: سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً، إِلَّا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً» قَالَ مَعْدَانُ: ثُمَّ لَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ لِي: مِثْلَ مَا قَالَ لِي: ثَوْبَانُ.
Ma'dān bin Abu Ṭalḥah Al-Ya'mariy meriwayatkan, Aku pernah bertemu Ṡaubān, mantan budak Rasulullah ﷺ. Aku berkata padanya, "Kabarkan kepadaku tentang amalan yang dapat aku kerjakan, dengannya Allah memasukkanku ke surga!" Atau ia berkata, "Kabarkan kepadaku tentang amalan yang paling Allah cintai!" Tetapi, ia hanya diam. Kemudian aku bertanya lagi, tetapi ia diam. Kemudian aku bertanya lagi yang ketiga kali, ia lalu menjawab, "Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, lantas beliau bersabda, 'Hendaknya engkau banyak bersujud kepada Allah. Sungguh, tidaklah engkau bersujud satu kali kepada Allah, melainkan dengannya Allah akan mengangkatmu satu derajat serta menggugurkan darimu satu dosa'." Kemudian aku bertemu Abu Ad-Dardā` dan bertanya padanya tentang hal ini juga, maka ia memberiku jawaban seperti yang dikatakan Ṡaubān kepadaku.
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ ditanya tentang amalan yang menjadi sebab masuk surga atau amalan yang paling dicintai oleh Allah. Beliau ﷺ berkata kepada penanya, "Engkau harus banyak bersujud dalam salat; tidaklah engkau bersujud satu kali sujud kepada Allah kecuali dengannya Allah mengangkatmu satu derajat dan mengampuni darimu satu kesalahan."

Faedah
  1. 1- Mendorong seorang muslim agar antusias dalam mengerjakan salat, baik fardu maupun sunah, karena di dalamnya terdapat sujud.
  2. 2- Menerangkan pemahaman dan pengetahuan para sahabat bahwa surga tidak diraih -setelah rahmat Allah- kecuali dengan amal.
  3. 3- Sujud dalam salat termasuk sebab paling besar dalam pengangkatan derajat dan pengampunan dosa.
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 353) (488). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين. بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (1/ 188). نزهة المتقين، لمجموعة من الباحثين (1/ 137). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 105). شرح النووي على مسلم، (4/ 205).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa yang melaksanakan salat al-bardain (Subuh dan Asar) niscaya dia masuk surga

عن أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَنْ صَلَّى ‌الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ»
Abu Musa Al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang melaksanakan salat al-bardain (Subuh dan Asar) niscaya dia masuk surga."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ memotivasi agar memperhatikan salat al-bardain (dua salat di waktu dingin), yaitu salat Subuh dan Asar, sekaligus memberi kabar gembira kepada orang yang melaksanakan hak-hak keduanya secara sempurna berupa ketepatan waktunya, pelaksanaannya secara berjemaah, dan wajib-wajib salat lainnya; bahwa keduanya akan menjadi sebab dia masuk surga.

Faedah
  1. 1- Keutamaan memelihara salat Subuh dan Asar karena salat Subuh ada di saat enak tidur, sedangkan salat Asar ada di saat manusia sibuk dengan pekerjaannya. Siapa yang memelihara keduanya, pastinya akan lebih memelihara salat-salat yang lain.
  2. 2- Salat Subuh dan Asar dinamakan al-bardain (dua waktu dingin) karena waktu salat Subuh di saat dinginnya malam dan waktu salat Asar di saat dinginnya siang, walaupun itu di waktu panas, hanya saja ia lebih ringan dari waktu sebelumnya. Atau penamaannya demikian secara dominasi, sebagaimana dikatakan "dua rembulan" untuk matahari dan bulan.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 119) (574). صحيح مسلم (1/ 440) (635). نزهة المتقين، لمجموعة من الباحثين (1/ 159). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 187).

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 17
17 hadis
  1. Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau bersabda, "Salat pada waktunya." Dia bertanya, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Kemudian berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya lagi, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah
  2. Salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh. Andaikata mereka mengetahui keutamaan yang terkandung dalam keduanya, pasti mereka menghadirinya meskipun dengan cara merangkak
  3. Aku berbaiat kepada Rasulullah ﷺ untuk mengucapkan syahadat lā ilāha illallāh-wa anna muḥammadar rasūlullāh, menegakkan salat, membayar zakat, mendengar dan taat kepada pemimpin, dan nasihat untuk setiap muslim
  4. Semoga Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menyibukkan kita dari salat Wusṭa (Asar) hingga matahari terbenam.
  5. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya, "Salat apa yang paling utama?" Beliau menjawab, "Salat yang berdirinya lama."
  6. Salat lima waktu, (salat) Jumat ke Jumat berikutnya, dan (puasa) Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa besar dijauhi
  7. Hendaknya engkau banyak bersujud kepada Allah. Sungguh, tidaklah engkau bersujud satu kali kepada Allah, melainkan dengannya Allah akan mengangkatmu satu derajat serta menggugurkan darimu satu dosa
  8. Siapa yang melaksanakan salat al-bardain (Subuh dan Asar) niscaya dia masuk surga
  9. Bagaimana menurut kalian, jika ada sebuah sungai di depan pintu salah satu di antara kalian lalu ia mandi di sana lima kali setiap hari. Apakah masih ada tersisa kotorannya?
  10. “Siapa yang melaksanakan salat subuh, maka dia berada dalam jaminan (lindungan) Allah
  11. Tidak akan masuk neraka seseorang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya
  12. Tidaklah seorang muslim tatkala tiba waktu salat wajib, lalu dia membaguskan wudunya, khusyuknya, dan rukuknya, melainkan salat itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama dosa besar tidak dilanggar. Penghapusan itu berlaku sepanjang masa
  13. Siapa mengerjakan salat Subuh maka ia berada dalam lindungan Allah
  14. Bagaimana pendapatmu jika aku hanya mengerjakan salat-salat yang wajib, berpuasa Ramadan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram
  15. 'Bersuci itu separuh dari iman. Ucapan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, ucapan "subḥānallāhi wal-ḥamdulillāh" memenuhi antara langit dan bumi
  16. Wahai Bilal, kumandangkanlah ikamah salat; berikan kita ketenangan dengan salat
  17. Sungguh, seorang hamba benar-benar akan menunaikan salat, tetapi tidak dituliskan pahala salatnya kecuali hanya sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atau setengahnya

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com