Nabi ﷺ mengabarkan perihal orang-orang munafik dan kemalasan mereka untuk menghadiri salat, khususnya salat Isya dan Subuh; bahwa seandainya mereka mengetahui kadar pahala menghadirinya bersama jemaah kaum muslimin, mereka pasti datang menghadiri keduanya walaupun dengan cara merangkak seperti rangkakan anak kecil menggunakan tangan dan lutut. Sungguh Nabi ﷺ pernah bertekad untuk memberikan perintah agar salat dilaksanakan dan ikamah dikumandangkan, lalu beliau menunjuk seseorang menggantikan beliau untuk mengimami orang-orang, kemudian beliau beranjak bersama orang-orang yang membawa beberapa ikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak menghadiri salat jemaah lalu membakar rumah-rumah mereka dengan api. Tetapi, beliau tidak melakukannya karena di dalam rumah terdapat wanita, anak-anak yang masih belum terbebani dan kalangan lainnya yang memiliki uzur dan tidak bersalah.
- 1- Bahaya tidak menghadiri salat berjemaah di masjid.
- 2- Orang-orang munafik tidak meniatkan pada ibadah mereka kecuali ria dan sumah sehingga mereka tidak menghadiri salat kecuali pada waktu terlihat oleh orang lain.
- 3- Besarnya pahala salat Isya dan Subuh secara berjemaah sehingga keduanya pantas didatangi walaupun dengan merangkak.
- 4- Memelihara salat Isya dan Subuh adalah keselamatan dari kemunafikan, sedangkan tidak menghadirinya termasuk ciri-ciri orang munafik.
صحيح مسلم (1/ 451) (651). صحيح البخاري (1/ 132) (657). الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 88). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص107). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 136).