Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Adab Tidur dan Bangun Tidur

7 hadis

Rasulullah bersabda, "Ucapkanlah, ya Allah Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui alam gaib dan yang tampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan jiwaku dan kejelekan setan dan sekutunya."

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن أبا بكر الصديق رضي الله عنه قال: يا رسول الله مُرني بكلمات أقُولُهُنَّ إذا أصبَحتُ وإذا أمسَيتُ، قال: «قل: اللهم فاطِرَ السماوات والأرض عالم الغيبِ والشهادة، ربَّ كُلِّ شَيءٍ ومَلِيكَه، أَشْهد أن لا إله إلا أنت، أعوذ بك من شرِّ نفسي وشرِّ الشيطان وشِرْكِهِ وأن أقترف على نفسي سوءًا أو أجرُّه إلى مسلم» قال: «قلها إذا أصبحت، وإذا أمسيت، وإذا أخذْتَ مَضْجَعَك».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasannya Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Wahai Rasulullah ajarkanlah kepadaku doa yang aku ucapkan waktu pagi dan petang." Maka Rasulullah bersabda, "Ucapkanlah, ya Allah Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui alam gaib dan yang tampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan jiwaku dan kejelekan setan dan sekutunya, dan (aku berlindung supaya tidak) mendatangkan keburukan kepada diriku sendiri atau menganiaya orang muslim lainnya." Beliau bersabda, "Bacalah kalimat-kalimat itu apabila kamu berada di pagi hari dan di sore hari, serta apabila kamu hendak tidur."
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan

Ini merupakan salah satu zikir yang diucapkan di waktu pagi dan petang, yang diajarkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu-. Abu Bakar berkata, "Ajarkanlah kepadaku." Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun mengajarinya zikir dan doa yang diucapkan setiap pagi dan petang, dan beliau menyuruhnya untuk mengucapkan, (Ya Allah Pencipta langit dan bumi) yakni, ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi. "Pencipta keduanya," yakni, Allah -'Azza wa Jalla- menciptakannya tanpa ada contoh sebelumnya, tetapi Dia menciptakannya dan mewujudkannya dari ketiadaan, tanpa ada contoh sebelumnya. (Yang Maha Mengetahui alam gaib dan yang tampak) yakni, Yang Mengetahui apa yang tidak terlihat oleh makhluk dan apa yang mereka saksikan. Sebab, Allah -Ta'ālā- mengetahui masa sekarang, masa mendatang dan masa lalu. (Rabb segala sesuatu dan pemiliknya) Yakni, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Allah -Ta'ālā- adalah Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. (Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau) Aku mengakui dengan lisan dan hatiku bahwa tidak ada sembahan yang benar selain Engkau. Segala sesuatu yang disembah selain Allah maka itu adalah batil, ia tidak berhak untuk diibadahi. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata. Sabda beliau, (Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan jiwaku), karena jiwa itu memiliki kejelekan-kejelekan sebagaimana firman Allah -Ta'ālā-, "Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu (jiwa) itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabbku." Jika Allah tidak melindungimu dari kejelekan-kejelekan jiwa, maka jiwa (nafsu) itu membahayakanmu dan menyuruhmu kepada kejahatan. Namun, jika Allah melindungimu dari kejelekan jiwa, maka Dia memberimu taufik untuk melakukan segala kebaikan. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menutup dengan sabdanya, (Dan kejelekan setan dan sekutunya) Dalam redaksi lain, (Wa Syarakihi) yakni, hendaklah engkau memohon kepada Allah agar melindungimu dari kejelekan setan dan dari kejelekan sekutunya. Yakni, yang menyuruhmu melakukannya berupa sekutu atau jebakannya. Asy-Syarak adalah sesuatu yang digunakan untuk memburu ikan paus, burung dan sebagainya. Sebab, setan itu memiliki perangkap untuk memburu Bani Adam, baik berupa syahwat, syubhat atau selain itu. (Dan mendatangkan keburukan kepada diriku sendiri) Yakni, mendatangkan keburukan kepada diriku sendiri atau kepada orang Muslim. Zikir ini merupakan perintah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada Abu Bakar agar mengucapkannya jika berada di waktu pagi dan sore hari dan jika hendak tidur.

Rujukan

سنن أبي داود، تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد، المكتبة العصرية، صيدا – بيروت. سلسلة الأحاديث الصحيحة، للألباني، مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض، ط، الأولى، لمكتبة المعارف. رياض الصالحين، للنووي، تحقيق ماهر الفحل، ط، الأولى 1428هـ، دار ابن كثير، دمشق -بيروت. نزهة المتقين، لمجموعة من المؤلفين، مؤسسة الرسالة، ط: الرابعة عشر، 1407هـ. بهجة الناظرين، لسليم الهلالي، دار ابن الجوزي، السعودية، ط: الثالثة 1418هـ. جامع الترمذي، تحقيق وتعليق: أحمد محمد شاكر، وآخرون، ط2، شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي ، مصر، 1395هـ. مسند الإمام أحمد بن حنبل، المحقق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد وآخرون، إشراف: د عبد الله بن عبد المحسن التركي، مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1421 هـ - 2001 م. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لمحمد علي بن محمد بن علان، ط4، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، 1425هـ. سلسلة الأحاديث الصحيحة وشيء من فقهها وفوائدها، للألباني، ط1، مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض، 1422هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Wahai Rasulullah! Bolehkah salah seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab, "Ya, boleh, jika dia sudah berwudu, silakan tidur."

عن عبد الله بنِ عمر رضي الله عنهما أن عمرَ بْن الخطاب رضي الله عنه قال: ((يا رسول الله، أّيَرقُدُ أَحَدُنا وهو جُنُب؟ قال: نعم، إِذَا تَوَضَّأ أَحَدُكُم فَليَرقُد)).
Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwa Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkah salah seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab, "Ya, boleh, jika dia sudah berwudu, silakan tidur."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, jika ada salah seorang dari mereka (sahabat) mengalami junub di awal malam karena menggauli istrinya meskipun tidak sampai keluar (mani) atau dia mimpi basah, maka bolehkah dia tidur padahal dalam keadaan junub? Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membolehkan mereka hal itu. Hanya saja hadas besar ini harus diringankan dengan wudu sesuai syariat. Ketika sudah berwudu, maka tidak mengapa tidur dalam keadaan junub.

Rujukan

تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ. تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة، الإمارات، الطبعة: الأولى 1426هـ. الإلمام بشرح عمدة الأحكام، إسماعيل بن محمد الأنصاري، دار الفكر، دمشق، الطبعة: الأولى 1381هـ. صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Apabila salah seorang kalian berwudu, hendaklah ia masukkan air ke dalam hidungnya kemudian dikeluarkan. Siapa yang melakukan istijmar hendaklah dengan bilangan ganjil

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ ثُمَّ لِيَنْثُرْ، وَمَنِ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ، وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِي وَضُوئِهِ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ». ولفظ مسلم: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang kalian berwudu, hendaklah ia masukkan air ke dalam hidungnya kemudian dikeluarkan. Siapa yang melakukan istijmar hendaklah dengan bilangan ganjil. Apabila salah seorang kalian bangun tidur, hendaklah ia membasuh tangannya sebelum dimasukkan ke dalam air wudunya, karena ia tidak tahu di mana tangannya menginap." Dalam redaksi riwayat Muslim, "Apabila salah seorang kalian bangun dari tidurnya, janganlah ia masukkan tangannya ke dalam bejana sampai ia membilasnya tiga kali, karena ia tidak tahu di mana tangannya menginap."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ menerangkan sebagian hukum bersuci, di antaranya: Pertama: Orang yang berwudu hendaknya memasukkan air ke dalam hidung dengan napas lalu mengeluarkannya dengan napas juga. Kedua: Orang yang hendak membersihkan kotoran yang keluar dengan selain air seperti batu dan semisalnya, maka dibersihkan dengan bilangan ganjil; minimal tiga, sedangkan maksimalnya ialah sejumlah yang dapat menghilangkan kotoran yang keluar dan membersihkan tempat keluarnya. - Ketiga: Orang yang bangun dari tidur malam tidak boleh memasukkan tangannya ke dalam bejana air wudu sampai ia membilasnya tiga kali di luar bejana karena ia tidak tahu di mana tangannya menginap, sehingga tangannya tidak aman dari najis, dan bisa jadi ia dipermainkan oleh setan dengan dibuatkan sesuatu yang membahayakan orang lain atau mengotori air.

Faedah
  1. 1- Kewajiban istinsyāq di dalam berwudu; yaitu memasukkan air ke dalam hidung dengan menggunakan hirupan napas, demikian juga istinṡār; yaitu mengeluarkan air dengan menggunakan pelepasan napas.
  2. 2- Anjuran melakukan istijmar dengan bilangan ganjil.
  3. 3- Pensyariatan membasuh kedua tangan tiga kali setelah tidur malam.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 43) (162). صحيح مسلم (1/ 233) (278). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص19). الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 11).

Hadis ini di HadeethEnc.com

"Sesungguhnya api ini musuh bagi kalian. Jika kalian tidur, maka padamkanlah!"

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: احْتَرَقَ بَيْتٌ بالمَدِينَةِ عَلَى أهْلِهِ مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا حُدِّثَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِشَأنِهِم، قالَ: «إنَّ هذه النارَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُم، فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ».
Dari Abu Musa Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Suatu malam sebuah rumah terbakar bersama penghuninya. Saat keadaan mereka (penghuni rumah) diceritakan kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Sesungguhnya api ini musuh bagi kalian. Jika kalian tidur, maka padamkanlah!"
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Suatu malam ada satu rumah terbakar di Madinah. Berita ini sampai kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lantas beliau memberitahu orang-orang bahwa api adalah musuh bagi pemiliknya jika dia tidak berhati-hati terhadap bahaya jilatannya dan daya bakarnya. Selanjutnya beliau -'alaihiṣ ṣalātu was salāmu- memerintahkan mereka untuk memadamkannya sebelum tidur untuk mencegah keburukannya seperti bara nyalanya, kebakaran dan sebagainya.

Rujukan

دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لابن علان، نشر دار الكتاب العربي. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الرابعة عشر، 1407هـ - 1987م. شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين، نشر: دار الوطن للنشر، الرياض، الطبعة: 1426هـ. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، للهلالي، نشر: دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى 1418هـ. صحيح البخاري، للإمام أبي عبدالله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. صحيح مسلم، للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبدالباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. المعجم الوسيط، مكتبة الشروق الدولية، الطبعة الرابعة، 1425هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Allāhumma qinī 'ażābaka yauma tajma'u -aw tab'aṡu- 'ibādaka." Artinya: "Ya Allah, jagalah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau mengumpulkan -atau membangkitkan- hamba-hamba-Mu

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ اليَمَانِ رَضيَ اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ رَأْسِهِ، ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَجْمَعُ أَوْ تَبْعَثُ عِبَادَكَ».
Ḥużaifah bin Yamān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Nabi Muhammad ﷺ bila ingin tidur, beliau meletakkan tangan di bawah kepala lalu mengucapkan, "Allāhumma qinī 'ażābaka yauma tajma'u -aw tab'aṡu- 'ibādaka." Artinya: "Ya Allah, jagalah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau mengumpulkan -atau membangkitkan- hamba-hamba-Mu."
HR. TirmiziDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ ketika hendak tidur, beliau menjadikan tangannya sebagai bantalan dan meletakkan pipi kanan di atasnya, lalu membaca: Allāhumma, artinya: ya Allah, ya Tuhanku. Qinī, artinya: lindungilah aku, yaitu peliharalah aku dari ... 'Ażābaka, artinya: siksa-Mu. Yauma tajma'u -aw tab'aṡu- 'ibādaka, artinya: pada hari Engkau mengumpulkan -atau membangkitkan- hamba-hamba-Mu, yakni hari perhitungan amal atau hari Kiamat.

Faedah
  1. 1- Keutamaan doa yang penuh berkah ini dan anjuran merutinkannya dalam rangka meneladani Nabi ﷺ.
  2. 2- Anjuran tidur berbaring di atas sisi kanan.
  3. 3- As-Sindi berkata, "Doa beliau: 'Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu', di dalamnya terkandung pelajaran agar orang yang berakal menjadikan tidur sebagai sarana untuk mengingat kematian dan kebangkitan setelahnya."
  4. 4- Perlindungan dari azab Allah pada hari Kiamat adalah berkat karunia dan rahmat Allah, yaitu dengan taufik Allah kepada hamba untuk beramal saleh serta ampunan Allah terhadap dosa-dosanya.
  5. 5- Sikap tawaduk Nabi ﷺ kepada Allah Tuhannya.
  6. 6- Menetapkan adanya kebangkitan, hari Kiamat, dan bahwa manusia akan kembali kepada Tuhan mereka untuk kemudian Dia menghisab amal perbuatan mereka. Sebab itu, siapa yang mendapatkan hal yang baik, hendaklah ia memuji Allah Ta'ala. Namun siapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. Semua itu tidak lain adalah amal perbuatan hamba yang Allah catat atas mereka.
  7. 7- Semangat tinggi para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- untuk menjelaskan tata cara Nabi ﷺ dalam tidurnya.
  8. 8- Perkataan Ḥużaifah, "Beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya" merupakan bagian dari kebiasaan beliau ﷺ yang mendahulukan anggota kanan dalam semua urusan, kecuali yang ditunjukkan sebaliknya oleh dalil.
  9. 9- Tidur di atas sisi kanan akan lebih cepat bangun karena jantung tidak stabil dalam keadaan tersebut, serta lebih nyaman bagi jantung karena ia berada di sisi kiri. Ketika seorang hamba tidur di atas sisi kiri, hal itu akan membahayakan jantung karena organ-organ lainnya akan menekannya.
Rujukan

سنن الترمذي (5/ 404) (3398). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 533). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (17/ 335). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 1001).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Janganlah biarkan api di rumah kalian ketika kalian sedang tidur!

عن ابن عمر رضي الله عنهما مرفوعاً: «لا تَتْرُكُوا النار في بيوتكم حين تنامون».
Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', “Janganlah biarkan api di rumah kalian ketika kalian sedang tidur!”‎
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Makna hadis ini bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang umatnya untuk tidur sebelum memadamkan apa yang telah mereka nyalakan.

Rujukan

نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ الطبعة الرابعة عشر 1407 هـ صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. رياض الصالحين، تأليف : محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428 هـ صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى، 1422هـ شرح رياض الصالحين، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، الناشر: دار الوطن للنشر، الطبعة: 1426 هـ شرح سنن أبي داود، تأليف: عبد المحسن بن حمد بن عبد المحسن العباد، نسخة الإلكترونية.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās

عَنْ ‌عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا: {قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ}، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, "Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās. Lalu beliau mengusap bagian tubuhnya yang terjangkau, dimulai dari kepala dan wajahnya, lalu semua bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali."
HR. BukhariDerajatSahih
Penjelasan

Di antara petunjuk Nabi ﷺ ketika berada di kasurnya untuk tidur adalah beliau menggabungkan kedua telapak tangan dan mengangkatnya -seperti orang yang berdoa- seraya meniupnya dengan tiupan lembut disertai sedikit ludah dan membaca tiga surah: Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās. Kemudian, dengan kedua telapak tangannya, beliau mengusap bagian tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala dan wajah serta tubuh bagian depan. Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali.

Faedah
  1. Anjuran membaca surah Al-Ikhlāṣ, Al-Falaq, dan An-Nās sebelum tidur, lalu meniup serta mengusap bagian tubuh yang terjangkau.
Rujukan

صحيح البخاري (6/ 190) (5017)، (7/ 133) (5748)، الكاشف عن حقائق السُّنن (5/1651)، عمدة القاري شرح صحيح البخاري (20/ 35)، التوضيح لشرح الجامع الصحيح ( 24/ 91)، النهاية في غريب الحديث والأثر (ص 929)، شرح سنن أبي داود لابن رسلان (19/268).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com