عن أبي أمامة رضي الله عنه قال: سمعتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقولُ: «اقْرَؤُوا القرْآنَ؛ فَإنَّهُ يَأتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ».
Dari Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- dia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān, karena dia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menganjurkan umatnya untuk membaca Al-Qur`ān. Karena jika datang hari kiamat Allah akan jadikan pahala membaca Al-Qur`ān berdiri dan berjalan memberikan syafaat kepada para pembacanya, orang yang sibuk dengannya, dan orang yang komitmen terhadap perintah dan larangannya.
Rujukan
1-بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي.
2-دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين؛ لمحمد بن علان الشافعي، دار الكتاب العربي-بيروت.
3-رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ.
4-شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
5-صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبدالباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ.
6-نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ {الم} حَرْفٌ، وَلَكِنْ {أَلِفٌ} حَرْفٌ، وَ{لَامٌ} حَرْفٌ، وَ{مِيمٌ} حَرْفٌ».
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf, akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.”
HR. TirmiziDerajatHasan
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa setiap muslim yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan pahalanya akan dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat.
Kemudian beliau menjelaskan, "Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf, akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf." Sehingga "alif lām mīm" itu tiga huruf dan mengandung 30 pahala kebaikan.
Faedah
1- Anjuran memperbanyak membaca Al-Qur`an.
2- Orang yang membaca Al-Qur`an akan mendapatkan satu kebaikan yang dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari setiap satu huruf pada semua kata yang dibacanya.
3- Luasnya rahmat dan karunia Allah, yaitu Allah melipatgandakan pahala bagi hamba sebagai bentuk kebaikan dan karunia-Nya.
4- Keutamaan Al-Qur`an atas ucapan lainnya serta beribadah dengan membacanya karena ia adalah kalam Allah Ta'ala.
Rujukan
سنن الترمذي (5/ 33) (2910).
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 229).
سلسلة الأحاديث الصحيحة، للألباني (7/ 970).
شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 655).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (1/ 742).
عن أبي لبابة بشير بن عبد المنذر رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «مَن لَم يَتَغنَّ بِالقُرآنِ فَليسَ مِنَّا».
Dari Abu Lubābah Basyīr bin 'Abdil-Munżir -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Siapa yang tidak memperindah suaranya membaca Al-Qur`ān, maka bukan termasuk golongan kami."
Diriwayatkan oleh Abu DaudDerajatHadis sahih
Penjelasan
Dalam hadis ini Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menganjurkan kita untuk memperindah suara ketika membaca Al-Qur`ān. Kata ini (at-Tagannī) memiliki dua makna, yang pertama: siapa yang tidak memperindah suaranya dengan Al-Qur`ān (saat membacanya) maka ia bukan termasuk orang yang menapaki petunjuk dan jalan kami. Makna yang kedua, yakni: siapa yang tidak mencukupkan diri dengannya (Al-Qur`ān), di mana ia mencari petunjuk dari selain Al-Qur`ān maka ia bukan golongan kami. Tentunya tidak diragukan lagi bahwa siapa yang mencari petunjuk dari selain Al-Qur`ān maka Allah akan menyesatkannya -wal 'iyāżu billāh (kita berlindung kepada Allah)-. Hadis ini menunjukkan bahwa seharusnya setiap insan memperindah suaranya saat membaca Al-Qur`ān dan mencukupkan diri dengannya.
Rujukan
1- بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي.-الطبعة الأولى 1418ه.
2- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ.
3- سنن أبي داود؛ للإمام أبي داود سليمان بن الأشعث السجستاني، تعليق عزت الدعاس وغيره، دار ابن حزم-بيروت، الطبعة الأولى، 1418هـ.
4- شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
5- صحيح سنن أبي داود؛ تأليف الشيخ محمد ناصر الدين الألباني، غراس-الكويت، الطبعة الأولى، 1423هـ.
6- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
7- دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين -المؤلف: محمد علي بن محمد بن علان الصديقي-اعتنى بها: خليل مأمون شيحا-دار المعرفة للطباعة والنشر والتوزيع، بيروت – لبنان-الطبعة: الرابعة، 1425 هـ - 2004 م.
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang mahir membaca Al-Qur`an akan bersama para malaikat yang mulia nan berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya akan mendapatkan dua pahala."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang membaca Al-Qur`an, yaitu ia memiliki hafalan yang baik dan bacaan yang bagus, akan mendapatkan pahala di akhirat berupa kedudukan bersama para malaikat yang baik nan berbakti. Sebaliknya, orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan putus-putus karena hafalannya lemah, tetapi ia tetap menjaganya, padahal itu sulit dan berat baginya, akan mendapatkan dua pahala; pahala membaca dan pahala kesulitan dan keterbata-bataan dalam bacaannya.
Faedah
1- Anjuran menghafal Al-Qur`an, membaguskannya, dan banyak membacanya demi mendapatkan pahala dan ganjaran, serta menjelaskan tinggi kedudukan orang yang melakukannya.
2- Al-Qāḍī berkata, "Bukan berarti orang yang terbata-bata membaca Al-Qur`an mendapatkan pahala yang lebih banyak dari orang yang mahir. Orang yang mahir tentu lebih utama dan lebih banyak pahalanya karena ia akan bersama para malaikat serta mendapatkan pahala yang banyak. Kedudukan ini tidak disebutkan untuk selainnya. Bagaimana mungkin orang yang tidak memperhatikan Kitab Allah Ta'ala dengan menghafalnya dan menguatkan hafalannya serta tidak banyak membaca dan memahaminya disamakan dengan orang yang memperhatikannya hingga ia mahir di dalamnya."
3- Ibnu Bāz berkata, "Orang yang membaca Al-Qur`an dengan mahir, yaitu membacanya dengan baik dan menghafalnya dengan bagus akan bersama para malaikat yang baik nan berbakti. Maksudnya, jika ia membacanya secara perkataan dan perbuatan, tidak sebatas membaca saja, tetapi ia membacanya dengan baik serta mengamalkannya, maka ia telah mengamalkannya secara lafal dan makna."
Rujukan
صحيح البخاري (6/ 166) (4937).
صحيح مسلم (1/ 549) (798).
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 226).
تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي، لمحمد المباركفوري (8/ 174).
تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص580).
شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 639).
شرح كتاب التوحيد من صحيح البخاري، لعبدالله الغنيمان (2/ 592).
فتح الباري بشرح صحيح البخاري، لابن حجر العسقلاني (9/ 127).
كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (12/ 562).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (1/ 740).
عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «اقرؤوا القرآنَ فإنَّه يأتي يوم القيامة شَفِيعًا لأصحابه، اقرؤوا الزَّهرَاوَين البقرةَ وسورةَ آل عِمران، فإنهما تأتِيان يوم القيامة كأنهما غَمَامَتان، أو كأنهما غَيَايَتانِ، أو كأنهما فِرْقانِ من طَيْر صَوافٍّ، تُحاجَّان عن أصحابهما، اقرؤوا سورة البقرة، فإن أخذها بَرَكة، وتركها حَسْرة، ولا تستطيعها البَطَلَة».
Abu Umāmah al-Bāhiliy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Bacalah Al-Qur`an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Bacalah az-Zahrāwain (dua surat yang bercahaya): Al-Baqarah dan Āli Imrān, karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seperti dua awan, atau seperti dua bayangan, atau seperti dua kelompok burung yang berbaris, yang membela para pembacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan, dan para penyihir tidak akan mampu mengalahkannya."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ menganjurkan untuk membaca Al-Qur`an secara berkesinambungan karena Al-Qur`an kelak pada hari Kiamat akan memberi syafaat kepada orang yang membaca dan mengamalkannya. Kemudian beliau menegaskan untuk membaca surah Al-Baqarah dan Āli 'Imrān. Beliau menamai keduanya dengan az-Zahrāwān (dua surah yang bercahaya) karena cahaya dan petunjuk yang dikandungnya. Pahala dan ganjaran membaca keduanya serta menadaburi maknanya dan mengamalkan kandungannya akan datang pada hari Kiamat seperti dua awan, atau seperti dua gerombolan burung yang membentangkan sayap saling sambung satu sama lain, yang menaungi pemiliknya dan membelanya. Kemudian beliau ﷺ menegaskan lagi agar terus-menerus membaca surah Al-Baqarah, menadaburi maknanya, dan mengamalkan kandungannya. Beliau menjelaskan bahwa hal tersebut akan mendatangkan keberkahan dan manfaat yang besar di dunia dan akhirat, sedangkan meninggalkannya akan mendatangkan penyesalan kelak pada hari Kiamat. Di antara keutamaan surah ini adalah tukang sihir tidak kuasa menyakiti orang yang membacanya.
Faedah
1- Perintah untuk membaca Al-Qur`an dan memperbanyaknya karena ia akan memberi syafaat kepada orang-orang yang membacanya kelak pada hari Kiamat serta yang memegang teguh petunjuknya, melaksanakan perintahnya, dan meninggalkan larangannya.
2- Keutamaan surah Al-Baqarah dan Āli 'Imrān serta besarnya pahala keduanya.
3- Keutamaan surah Al-Baqarah, yaitu ia akan melindungi orang yang membacanya dari sihir.
Rujukan
صحيح مسلم (1/ 553) (804).
مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي القاري (4/ 1460).
التنوير شرح الجامع الصغير، لمحمد الصنعاني (2/ 606).
شرح الأربعين النووية، لابن عثيمين (ص232).
معارج القبول بشرح سلم الوصول إلى علم الأصول، لحافظ الحكمي (2/ 846).
التَّحبير لإيضَاح مَعَاني التَّيسير، لمحمد الصنعاني (2/ 9).
تطريز رياض الصالحين، لفيصل المبارك (ص579).
An-Nawwās bin Sam'ān Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Allah membuat perumpamaan berupa jalan yang lurus. Pada kedua sisi jalan itu terdapat dua pagar, pada keduanya terdapat pintu-pintu yang terbuka, dan pada pintu-pintu tersebut terdapat tirai terjulur. Pada pintu jalan itu terdapat seorang penyeru yang berkata, 'Wahai sekalian manusia, masuklah semuanya ke jalan ini dan janganlah berbelok.' Juga seorang penyeru lainnya di atas jalan; jika ada yang hendak membuka sebagian pintu-pintu itu, penyeru itu berkata, 'Celaka engkau, jangan dibuka, sebab jika engkau buka maka engkau pasti masuk.' Jalan tersebut adalah Islam, kedua pagar itu adalah batasan-batasan Allah, pintu-pintu yang terbuka itu adalah larangan-larangan Allah yang diharamkan, penyeru di awal jalan adalah kitab Allah, dan penyeru di atas jalan adalah pengingat dari Allah di dalam hati setiap muslim."
HR. Tirmizi dan AhmadDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Allah membuat perumpamaan Islam berupa jalan lurus yang membentang dan tidak berkelok, di kedua sisi jalan tersebut terdapat dua pagar atau dinding yang mengapitnya dari kedua sisi; kedua pagar itu adalah batasan-batasan Allah. Di kedua pagar itu berjejer pintu-pintu yang terbuka, yaitu hal-hal yang diharamkan oleh Allah, dan pada pintu-pintu itu terdapat tirai yang menutupi orang di dalamnya dari penglihatan orang yang melewatinya. Di awal jalan terdapat penyeru yang mengarahkan dan membimbing manusia dengan mengatakan: Berjalanlah di jalan itu, jangan belok ke samping. Penyeru itu adalah Kitabullah.
Di atas jalan terdapat penyeru lainnya; setiap kali orang yang berjalan memiliki keinginan untuk membuka sedikit tirai di atas pintu-pintu tersebut, penyeru itu mencegahnya dan mengatakan: Celaka engkau, jangan dibuka! Jika engkau buka, pasti engkau akan masuk dan tidak akan kuasa menahan diri untuk tidak memasukinya. Penyeru itu adalah pengingat yang Allah berikan di dalam hati setiap muslim.
Faedah
1- Islam adalah agama yang benar, jalan lurus yang akan mengantarkan kita ke surga
2- Kewajiban mematuhi batasan-batasan Allah serta apa yang dihalalkan dan yang diharamkan; bermudah-mudahan di dalamnya akan mendatangkan kebinasaan.
3- Keutamaan Al-Qur`an Al-'Aẓīm dan anjuran untuk mengamalkannya, karena di dalamnya terkandung petunjuk, cahaya, dan kemenangan.
4- Rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya serta apa yang Allah tempatkan di dalam hati orang-orang beriman yang dapat mencegah dan mengingatkan mereka dari ketergelinciran ke dalam kebinasaan.
5- Allah, dengan kasih sayang-Nya, telah menciptakan untuk hamba penghalang-penghalang yang akan mencegah mereka supya tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan.
6- Di antara sarana pengajaran ialah membuat perumpamaan guna mempermudah dan memperjelas materi.
Rujukan
سنن الترمذي (4/ 539) (2859)، مسند أحمد (29/ 181، 183) (17634)، جامع العلوم والحكم (2/161)، فيض القدير (4/253)، التنوير شرح الجامع الصغير (7/100)، الفتح الرباني لترتيب مسند الإمام أحمد بن حنبل الشيباني (1/ 83).
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Maukah seseorang di antara kalian ketika pulang ke keluarganya, ia menemukan tiga unta bunting yang besar dan gemuk?" Kami menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Tiga ayat yang dibaca seseorang di antara seorang kalian dalam salatnya lebih baik baginya daripada tiga unta bunting yang besar dan gemuk."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa pahala membaca tiga ayat di dalam salat lebih baik daripada seseorang menemukan di rumahnya tiga unta bunting yang besar nan gemuk.
Faedah
1- Menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur`an di dalam salat.
2- Amal saleh lebih baik dan lebih kekal daripada kenikmatan dunia yang fana.
3- Keutamaan ini tidak terbatas pada membaca tiga ayat saja, tetapi semakin banyak ayat yang dibaca di dalam salatnya maka pahalanya tetap lebih baik daripada sejumlah unta bunting yang besar dan gemuk sebanyak itu.
Rujukan
صحيح مسلم (1/ 552) (802)، إكمال المعلم (3/172)، الإفصاح عن معاني الصِّحاح (8/65)، فتح المنعم شرح صحيح مسلم (3/620)، البحر المحيط الثجاج (16/343).
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يقالُ لصاحبِ القرآن: اقرَأ وارتَقِ، ورتِّل كما كُنْتَ ترتِّل في الدُنيا، فإن منزِلَكَ عندَ آخرِ آية تقرؤها».
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Kelak akan dikatakan kepada pemilik Al-Qur`an, 'Bacalah dan naiklah (di tingkatan surga); bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya tingkatanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca'."
HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan AhmadDerajatHasan
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan, kelak akan dikatakan kepada orang yang membaca Al-Qur`an, yang mengamalkan kandungannya, yang membaca dan menghafalnya secara rutin, ketika ia masuk surga: bacalah Al-Qur`an, dan naiklah dengan sebab itu di tingkatan-tingkatan surga, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil dan tenang di dunia. Sungguh tempatmu ialah di ayat terakhir yang engkau baca.
Faedah
1- Balasan sesuai dengan amalan secara kuantitas dan kualitas.
2- Anjuran membaca Al-Qur`an secara sempurna, menghafalnya, menadaburinya, dan mengamalkannya.
3- Surga terdiri dari tingkatan-tingkatan yang banyak, para pemilik Al-Qur`an akan mendapatkan tingkatan yang paling tinggi.
Rujukan
سنن أبي داود (2/ 592) (1464)، سنن الترمذي (5/ 35) (2914)، مسند أحمد (11/ 403) (6799)، السنن الكبرى للنسائي (7/ 272) (8002)، معالم السنن (1/290)، تحفة الأحوذي (8/187)، عون المعبود وحاشية ابن القيم (4/ 237).
Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com