Langsung ke konten
Kartu dompet

Tajwid

التجويد
Tajwīd
Tinjauan ulama: menunggu

Teks ini berasal dari pustaka cetak Sabīl. Tinjauan ulamanya masih berlangsung; setiap butir akan mencantumkan nama para peninjau dan tanggalnya setelah dua ulama menandatanganinya.

Terjemahan draf: dibuat oleh mesin dari teks Arab dan Inggris, dan belum dibaca oleh ulama maupun editor penutur asli. Bila ada baris yang kurang jelas, tampilkan teks Inggrisnya dan berpeganglah pada teks Arab.

Tajwid · 01 dari 08
Bacaan & kaidah-kaidahnya
التَّجْوِيدُ
At-tajwīd
Memberikan setiap huruf hak dan mustahaknya. Hafsh ‘an ‘Ashim, bacaan mushaf Madinah.
2 · Makhraj — tempat huruf dibentuk
3 · Sifat — ciri-ciri huruf
4 · Nun sukun & tanwin
5 · Mim sukun & ghunnah
6 · Mad — bacaan panjang
7 · Waqaf — tanda-tanda berhenti
8 · Sujud tilawah & membuka bacaan
Satu ketukan (harakat) adalah waktu untuk membuka atau menutup satu jari. Belajarlah dengan mendengar langsung dari seorang guru; kartu ini hanyalah pengingat, bukan pengganti.
02Makhraj
Tujuh belas tempat keluarnya huruf dalam lima wilayah.
Al-Jauf — rongga kosong pada mulut dan tenggorokan. Tiga huruf mad: ا و ي
Al-Halq — tenggorokan, dalam tiga kedalaman. Paling dalam ء هـ · tengah ع ح · paling dekat غ خ
Al-Lisan — lidah, sepuluh tempat, wilayah yang terbesar: pangkal lidah untuk ق ك, tengah lidah untuk ج ش ي, tepi lidah untuk ض ل, ujung lidah untuk selebihnya.
Asy-Syafatan — dua bibir: ف dari bibir ke gigi; ب م dengan bibir tertutup; و dengan bibir dibulatkan.
Al-Khaisyum — rongga hidung. Hanya ghunnah.
Untuk menemukan sebuah makhraj, ucapkan hurufnya dalam keadaan sukun dengan hamzah di depannya — aq, ab, ath — lalu rasakan di mana suaranya berhenti.
03Sifat
Yang memiliki lawan
Hams / jahr — napas mengalir, atau tertahan.
Syiddah / rakhawah — suara berhenti sepenuhnya, atau mengalir; lima huruf berada di antara keduanya.
Isti‘la’ / istifal — lidah terangkat, atau tetap di bawah. Tujuh huruf yang terangkat خ ص ض غ ط ق ظ selalu dibaca tebal.
Ithbaq / infitah — lidah melekat rapat pada langit-langit: ص ض ط ظ, yang paling tebal dari semuanya.
Yang berdiri sendiri
Qalqalah — pantulan ketika sukun: ق ط ب ج د. Paling kuat ketika berhenti pada huruf bertasydid.
Shafir — siulan: ص ز س
Takrir — ر bergetar; sifat ini harus ditahan, bukan ditonjolkan.
Tafasysyi — ش menyebar di dalam mulut.
Istithalah — ض memanjang di sepanjang tepi lidah.
Lam dan ra
Lam pada اللَّه dibaca tebal setelah fathah atau dhammah, tipis setelah kasrah. Ra dibaca tebal bila berfathah atau berdhammah, tipis bila berkasrah.
04Nun sukun & tanwin
Empat hukum, ditentukan oleh huruf yang mengikutinya.
1 · Izhar
ء هـ ع ح غ خ
h ‘ ḥ gh kh
2 · Idgham
yarmalūn
ي ر م ل و ن
Y r m l w n
ي ن م و
Y n m w
ل ر
L r
3 · Iqlab — diubah menjadi mim yang disamarkan dengan ghunnah. Satu huruf: ب.
4 · Ikhfa’ — disamarkan di antara jelas dan lebur, dengan ghunnah dua ketukan, sementara lidah sudah berada pada bentuk huruf berikutnya. Lima belas huruf sisanya.
Idgham tidak berlaku di dalam satu kata — الدُّنْيَا, بُنْيَان, صِنْوَان, قِنْوَان dibaca jelas.
05Mim sukun
1 · Ikhfa’ syafawi — sebelum ب. Kedua bibir bertemu dengan ringan, tanpa tekanan, dengan ghunnah dua ketukan.
2 · Idgham syafawi — sebelum م yang lain. Keduanya menjadi satu dengan ghunnah.
3 · Izhar syafawi — sebelum semua huruf lainnya. Kedua bibir tertutup rapat dan mim terdengar jelas. Berhati-hatilah terutama sebelum و dan ف, karena di situ mim mudah hilang.
Ghunnah
Dengung di rongga hidung sepanjang dua ketukan, yang hanya dimiliki ن dan م. Dengung ini paling sempurna ketika salah satunya bertasydid:
إِنَّ · ثُمَّ · عَمَّ · مِنَّا
Inn · thumma · ‘amm · minnā
Ditahan dua ketukan di mana pun ia berada, baik di tengah ayat maupun ketika berhenti.
Ghunnah sedikit memanjang pada ikhfa’ dan idgham, dan paling pendek pada mim atau nun yang berharakat — di situ ia hanya berupa bekas, bukan dengungan.
06Mad
Mad thabi‘i panjangnya dua ketukan. Ia bertambah panjang hanya karena hamzah atau sukun yang mengikutinya.
Asli · 2 — huruf mad yang tidak diikuti apa pun.
Muttashil · 4–5 — hamzah mengikutinya dalam kata yang sama. Wajib.
Munfashil · 4–5 — hamzah mengawali kata berikutnya. Jaiz; dua ketukan juga dibaca dalam riwayat Hafsh.
Lazim · 6 — diikuti sukun yang tetap atau tasydid. Selalu enam, tanpa pengecualian.
‘Aridh lis-sukun · 2, 4 atau 6 — sukun muncul hanya karena Anda berhenti. Pilih satu ukuran panjang dan berpeganglah padanya.
Badal · 2 — hamzah terletak sebelum huruf mad.
‘Iwadh · 2 — berhenti pada tanwin fathah, dibaca sebagai alif.
Shilah — ha kata ganti di antara dua huruf berharakat: dua ketukan, atau empat sampai lima ketukan sebelum hamzah.
Huruf-huruf terputus yang membuka sebagian surah dibaca dengan mad lazim enam ketukan — الٓمٓ — kecuali حي طهر, yang dibaca dua ketukan.
07Waqaf — berhenti
Huruf-huruf kecil di atas baris dalam mushaf.
مـLazim — Anda harus berhenti; meneruskan bacaan merusak makna.
لاJangan berhenti — namun jika Anda telanjur berhenti, ulangi dari sebelum tanda itu.
جBoleh — berhenti dan meneruskan sama saja.
صلىMeneruskan lebih utama, meskipun berhenti diperbolehkan.
قلىBerhenti lebih utama, meskipun meneruskan diperbolehkan.
∴ ∴Mu‘anaqah — berhentilah pada salah satu dari pasangan tanda itu, jangan pada keduanya.
سSaktah — jeda sejenak tanpa bernapas. Empat tempat dalam riwayat Hafsh.
Ketika berhenti, huruf terakhir dibaca sukun: dhammah atau kasrah dihilangkan, tanwin fathah menjadi alif sepanjang dua ketukan, dan ta marbuthah dibaca sebagai ha.
Jangan pernah berhenti di tengah kata atau di tengah frasa untuk mengambil napas. Sebagai gantinya, kembalilah ke awal frasa itu.
08Pembuka & sajdah
Memulai bacaan
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A‘ūdhu billāhi minash-shayṭānir-rajīm
Kemudian basmalah — di awal setiap surah kecuali At-Taubah. Bila memulai dari tengah surah, isti‘adzah saja sudah cukup.
QS 16:98
Lima belas sajdah
7:206
13:15
16:50
17:109
19:58
22:18
22:77
25:60
27:26
32:15
38:24
41:38
53:62
84:21
96:19
Ḥb menghitungnya lima belas; Ḥ dan S menghitungnya empat belas, dengan memandang 38:24 sebagai sujud syukur; M menghitungnya sebelas.
Yang dibaca dalam sujud itu
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ
Sajada wajhī lilladhī khalaqahu wa ṣawwarah
Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya dan membentuk rupanya.
Tirmidzi · sahih. Tidak ada takbir untuk mengakhirinya dan tidak ada salam; ia adalah satu kali sujud.

Baris bertepi titik-titik adalah bunyi teks Arab, yang disusun menurut kaidah dari harakatnya. Baris itu bukan dari naskah cetak dan belum ditinjau: bila berbeda dari teks Arab, teks Arablah yang benar.

Dalam bahasa ini pustaka dibaca dalam terjemahan draf dari edisi Internasional. Terjemahan itu dibuat oleh mesin dari teks Arab dan Inggris, dan belum ditinjau oleh ulama maupun editor penutur asli. Teks Arab adalah sumbernya; teks Inggris bisa ditampilkan di sampingnya. Bila sebuah judul mengutip Al-Qur’an, arti yang ditampilkan adalah redaksi dari edisi yang telah diterbitkan, Indonesian Translation - Sabiq Company (QuranEnc.com), dan bukan draf.

Cetak judul ini
Lokal · Arab · বাংলা · Inggris

Cetak pada 100%, jangan pernah “sesuaikan dengan halaman”; jika tidak, kartu tidak akan terlipat sesuai ukuran.

Bebas dicetak dan dibagikan. Tidak untuk dijual.
Untuk momen yang sama