Dalam hadis ini Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyebutkan beberapa dosa yang merupakan dosa besar, yaitu: 1- Menjadikan sekutu bagi Allah; baik dalam hal rubūbiyyah (sifat ketuhanan-Nya) maupun ulūhiyyah (sifat keilahian-Nya). Beliau memulai dengan syirik karena kesyirikan merupakan dosa yang paling besar. 2- Putus asa dan putus harapan dari Allah; karena ini merupakan bentuk berburuk sangka terhadap Allah dan mengingkari keluasan rahmat-Nya. 3- Merasa aman dari murka Allah; karena banyaknya kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepadanya, sehingga Allah mencabutnya saat dalam kondisi lalai. Hadis ini bukan bermaksud mengkhususkan dosa-dosa besar hanya dalam tiga hal ini saja, karena dosa-dosa besar itu sangatlah banyak. Maksud hadis hanyalah menjelaskan yang paling besar di antara dosa-dosa besar lainnya.
- Pembagian dosa menjadi besar dan kecil.
- Kesyirikan adalah dosa yang paling besar dan dosa besar yang paling besar.
- Diharamkan merasa aman dari makar Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan berputus asa dari rahmat-Nya; karena keduanya termasuk dosa besar yang paling besar.
- Diperbolehkan menyifati Allah -Ta'ālā- dengan sifat makar ketika dihadapkan kepada orang-orang yang berbuat makar. Ini adalah sifat kesempurnaan. Yang tercela adalah berbuat makar kepada orang yang tidak berhak diberikan makar.
- Kewajiban hamba adalah berada di antara sifat khauf (takut) dan rajā` (harap); ketika takut dia tidak berputus asa, dan ketika berharap dia tidak merasa aman dari azab.
- Menetapkan sifat rahmat (kasih sayang) bagi Allah -Ta'ālā- sesuai dengan keagungan-Nya.
- Wajibnya berbaik sangka kepada Allah.
كتاب التوحيد، محمد بن عبد الوهاب، تحقيق: دغش العجمي، مكتبة أهل الأثر، الطبعة: الخامسة 1435هـ. الجديد في شرح كتاب التوحيد، محمد بن عبد العزيز السليمان القرعاوي، تحقيق: محمد بن أحمد سيد، مكتبة السوادي، الطبعة: الخامسة 1424هـ، 2003م. الملخص في شرح كتاب التوحيد، صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، دار العاصمة، الرياض، الطبعة: الأولى 1422هـ، 2001م. جامع معمر بن راشد، معمر بن أبي عمرو راشد الأزدي، نزيل اليمن، تحقيق: حبيب الرحمن الأعظمي، الناشر: المجلس العلمي بباكستان، وتوزيع المكتب الإسلامي ببيروت، الطبعة: الثانية 1403 هـ.