Ummul Mukminin Ummu Salamah -raḍiyallāhu 'anhā- menyebutkan kepada Nabi ﷺ bahwa ketika berada di negeri Habasyah, ia melihat sebuah gereja yang diberi nama Mariyah, di dalamnya terdapat gambar dan hiasan-hiasan. Ia menceritakan itu karena takjub dengannya! Maka Nabi ﷺ menerangkan sebab menaruh gambar-gambar itu. Beliau menyebutkan: Orang-orang yang engkau sebutkan itu, ketika di tengah mereka ada orang saleh yang wafat, mereka membangun tempat ibadah di atas kuburnya sebagai tempat salat dan membuat gambar-gambar itu. Beliau menjelaskan bahwa pelaku perbuatan itu adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah Ta'ala karena perbuatannya itu menyebabkan adanya kesyirikan kepada-Nya.
- 1- Pengharaman membangun masjid di atas kuburan, salat di sisinya, atau mengubur orang yang meninggal di dalam masjid, sebagai bentuk menutup media kesyirikan.
- 2- Membangun masjid di atas kubur dan memasang gambar di dalamnya adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan orang yang melakukan itu berarti telah menyerupai mereka.
- 3- Pengharaman membuat gambar bernyawa.
- 4- Orang yang membangun masjid di atas kubur dan membuat gambar di dalamnya adalah seburuk-buruk makhluk Allah Ta'ala.
- 5- Penjagaan sempurna yang dilakukan oleh syariat terhadap tauhid dengan menutup semua wasilah yang dapat mengantar kepada kesyirikan.
- 6- Larangan sikap guluw (berlebihan) pada orang-orang saleh karena menjadi sebab terjerumus dalam kesyirikan.
صحيح البخاري (1/ 94) (434). صحيح مسلم (1/ 375) (528). مرقاة المفاتيح، لعلي القاري (7/ 2857). توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، لعبد الله البسام (2/ 115). فتح ذي الجلال والإكرام شرح بلوغ المرام، لابن عثيمين (1/ 598). منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (2/ 469). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص290). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص183). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص168).