Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Adab-adab Menikah

7 hadis

Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه مرفوعاً: «إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِندَ الله مَنزِلَةً يَومَ القِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفضِي إِلَى المَرْأَةِ وَتُفْضِي إِلَيه، ثُمَّ يَنشُرُ سِرَّهَا».
Dari Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi yang mulia -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa seburuk-buruk derajat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang memiliki sifat khianat seperti ini. Yaitu, orang yang sengaja membeberkan rahasia rumah tangga yang hanya boleh diketahui oleh suami istri. Hadis ini mengandung pengharaman tindakan seorang suami menyebarkan hal-hal yang terjadi antara dirinya dengan istrinya berupa hal yang berkaitan dengan hubungan badan dan detailnya, dan apa yang dilakukan oleh wanita dalam hubungan itu baik berupa ucapan atau perbuatan dan sebagainya. Adapun jika sekedar menyebutkan hubungan badan, jika tidak mengandung manfaat dan tidak ada keperluan, maka hukumnya makruh karena bertentangan dengan susila. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya mengucapkan yang baik atau diam." Jika diperlukan untuk diceritakan atau mendatangkan faedah, seperti tindakan suami mengacuhkan istrinya atau si istri menuduhnya impoten dan sebagainya, maka tidak makruh menceritakannya karena ada maslahatnya sebagaimana terdapat dalam Sunah.

Rujukan

بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415هـ. تطريز رياض الصالحين، للشيخ فيصل المبارك، ط1، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة، الرياض، 1423هـ. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لمحمد علي بن محمد بن علان، ط4، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، 1425 ه. رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428 هـ. رياض الصالحين، ط4، تحقيق: عصام هادي، وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية القطرية، دار الريان، بيروت، 1428هـ. كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، ط1، كنوز إشبيليا، الرياض، 1430هـ. المعجم الأوسط للطبراني، تحقيق: طارق بن عوض الله بن محمد , عبد المحسن بن إبراهيم الحسيني، دار الحرمين، القاهرة. شرح رياض الصالحين للشيخ ابن عثيمين، دار الوطن للنشر، الرياض، 1426هـ. صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422ه. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Pergilah dan lihatlah wanita itu, karena dengan melihatnya itu lebih melanggengkan cinta kalian berdua

عن المغيرة بن شعبة، قال: أتيتُ النبي -صلى الله عليه وسلم فذكرت له امرأةً أخطِبُها، فقال: «اذهب فانظر إليها، فإنه أجدرُ أن يُؤدمَ بينكما»، فأتيت امرأة من الأنصار، فخطَبتُها إلى أبَويها، وأخبرتهما بقول النبي صلى الله عليه وسلم ، فكأنهما كرِها ذلك، قال: فسمعت ذلك المرأة، وهي في خِدرها، فقالت: إن كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أمرك أن تنظر، فانظر، وإلا فأنشدُك، كأنها أَعْظَمت ذلك، قال: فنظرتُ إليها فتزوجتُها، فذكر من موافقتها.
Dari Al-Mugīrah bin Syu'bah, ia berkata, Aku pernah mengunjungi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan menceritakan tentang wanita yang hendak aku pinang. Lantas beliau bersabda, "Pergilah dan lihatlah wanita itu, karena dengan melihatnya itu lebih melanggengkan cinta kalian berdua." Maka akupun mendatangi wanita dari kalangan Anṣār, lalu meminangnya dari kedua orang tuanya dan aku menceritakan apa yang dipesankan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya. Namun, keduanya seolah risih dengan proses itu. Ternyata sang putri mendengar percakapan itu dari dalam bilik kamarnya dan berkata, "Jika memang Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkanmu untuk melihatku maka lihatlah; namun jika tidak maka aku doakan kebaikan untukmu." Sang putri sangat menghormati perintah Rasulullah itu. Maka akupun melihatnya, kemudian aku menikahinya dan ia menerimanya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan

Hadis ini menunjukkan disunahkannya melihat seorang wanita yang hendak dinikahi. Proses tersebut sangat positif untuk menambah kecocokan dan kerukunan kedua pasangan, karena melihat calon istri lebih bisa menyatukan dan merukunkan keduanya, sehingga pernikahan itu berlandaskan saling mengenal dan tidak ada sesal di kemudian hari. Untuk itu, Al-Mugīrah -raḍiyallāhu 'anhu- sowan kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan meminta pertimbangan terkait maksud hatinya menikahi seorang wanita. Maka beliau memerintahkannya untuk melihatnya terlebih dahulu demi meyakinkan adanya kecocokan keduanya. Hadis ini juga menunjukkan kewajiban menerima apapun yang datang dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tanpa merasa risih, karena Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak menyuruh sesuatu kecuali ada kebaikan di dalamnya.

Rujukan

- سنن الترمذي, ت: محمد فؤاد عبد الباقي, مكتبة ومطبعة مصطفى البابي، الطبعة الثانية، 1395هـ. - سنن للنسائي, تحقيق: عبد الفتاح أبو غدة, مكتب المطبوعات الإسلامية، الطبعة الثانية، 1406ه. - سنن ابن ماجه، ت: محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء الكتب العربية. - مسند أحمد، تحقيق شعيب الأرنؤوط، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى، 1421هـ - 2001م. - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر، ت: سمير بن أمين الزهري, دار الفلق - ط: السابعة، 1424هـ. - شرح سنن النسائي المسمى «ذخيرة العقبى في شرح المجتبى» للإثيوبي, دار آل بروم, الطبعة الأولى. - توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام، مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة، الطبعة الخامِسَة، 1423هـ. - حاشية السندي على سنن ابن ماجه, الناشر: دار الجيل. - إنجاح الحاجة لمحمد عبد الغني المجددي الحنفي, الناشر: قديمي كتب خانة - كراتشي. - شرح مصابيح السنة للإمام البغوي, ت: لجنة مختصة من المحققين بإشراف: نور الدين طالب, إدارة الثقافة الإسلامية, الطبعة الأولى، 1433هـ. - سلسلة الأحاديث الصحيحة، محمد ناصر الدين الألباني، مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض، الطبعة الأولى، لمكتبة المعارف، 1415ه. - مسند الدارمي المعروف بـ (سنن الدارمي) عبد الله بن عبد الرحمن بن الفضل الدارمي، تحقيق: حسين سليم أسد الداراني - دار المغني للنشر والتوزيع، المملكة العربية السعودية، الطبعة الأولى، 1412هـ - 2000م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Jika Allah telah menggerakkan hati seorang laki-laki untuk melamar seorang wanita, maka tidak apa-apa ia melihatnya

عن محمد بن مسلمة، قال: خطبت امرأة، فجعلتُ أتَخَبّأُ لها، حتى نظرتُ إليها في نَخْلٍ لها، فقيل له: أتفعلُ هذا وأنت صاحب رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ فقال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «إذا ألقى الله في قلب امرئ خِطبة امرأة، فلا بأس أن ينظر إليها».
Dari Muhammad bin Maslamah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Aku melamar seorang wanita. Lantas aku diam-diam menguntitnya sehingga aku benar-benar melihatnya di kebun kurma miliknya. Akupun ditanya seseorang, 'Apakah engkau melakukan ini padahal engkau adalah sahabat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-?' Maka ia menjawab, 'Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, 'Jika Allah telah menggerakkan hati seorang laki-laki untuk melamar seorang wanita, maka tidak apa-apa ia melihatnya'."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan

Hadis ini menunjukkan bahwa Muhammad bin Maslamah -raḍiyallāhu 'anhu- hendak melamar seorang wanita dan diam-diam ia menguntitnya guna melihatnya. Namun perbuatannya ini dilihat oleh seorang Tabiin dan ia merasa aneh. Maka Muhammad bin Maslamah memberitahukan kepadanya bahwa yang dilakukan itu berdasarkan perintah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa jika seseorang hendak menikahi seorang wanita dan Allah menjadikan hatinya condong untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihat wanita tersebut. Ini menunjukkan disunahkannya melihat calon istri, meskipun tanpa sepengetahuannya. Bahkan seandainya sangat terpaksa boleh melihatnya secara diam-diam dan bersembunyi. Ini semua dibolehkan karena adanya faktor kebutuhan dan keharusan (darurat).

Rujukan

- سنن ابن ماجه المؤلف: ت: محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء الكتب العربية - مسند أحمد، تحقيق شعيب الأرنؤوط، الناشر : مؤسسة الرسالة الطبعة : الأولى ، 1421 هـ - 2001 م - بلوغ المرام من أدلة الأحكام لابن حجر، ت: سمير بن أمين الزهيري, دار الفلق - ط: السابعة، 1424 هـ - حاشية السندي على سنن ابن ماجه , الناشر: دار الجيل - سلسلة الأحاديث الصحيح للألباني, مكتبة المعارف, الطبعة الأولى , 1415هـ - التيسير بشرح الجامع الصغير للمناوي, مكتبة الإمام الشافعي الطبعة: الثالثة، 1408هـ - التَّنويرُ شَرْحُ الجَامِع الصَّغِيرِ للصنعاني, ت: محمَّد إسحاق محمَّد إبراهيم, مكتبة دار السلام، ط: 1 ، 1432 هـ - منحة العلام في شرح بلوغ المرام: تأليف عبد الله الفوزان - طبعة دار ابن الجوزي - الطبعة الأولى 1428 - توضيح الأحكام شرح بلوغ المرام: تأليف عبد الله البسام - مكتبة الأسدي – مكة المكرمة – الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م - فتح ذي الجلال والإكرام بشرح بلوغ المرام للشيخ ابن عثيمين- المكتبة الإسلامية القاهرة- تحقيق صبحي رمضان وأم إسراء بيومي- الطبعة الأولى 1427.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Terlaknatlah orang yang menggauli istrinya di duburnya

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَلْعُون مَنْ أتَى امرأتَه في دُبُرِها».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Terlaknatlah orang yang menggauli istrinya di duburnya."
HR. Abu Daud, Nasai dalam Al-Kubrā, dan AhmadDerajatHasan
Penjelasan

Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan agar seorang suami tidak menggauli istrinya di duburnya, bahwa ia terlaknat dan terusir dari rahmat Allah. Perbuatan itu termasuk dosa besar.

Faedah
  1. 1- Pengharaman menggauli perempuan di duburnya.
  2. 2- Bersenang-senang dengan tubuh istri di selain duburnya hukumnya boleh.
  3. 3- Seorang muslim itu menggauli istrinya di kemaluannya, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah. Adapun pada dubur, di dalamnya terkandung pengrusakan terhadap fitrah, mematikan keturunan, menyelisihi karakter yang sehat, dan adanya berbagai resiko tinggi pada kedua pasangan.
Rujukan

سنن أبي داود (3/ 489) (2162). السنن الكبرى للنسائي (8/ 200) (8966). مسند أحمد (15/ 457) (9733). نيل الأوطار، للشوكاني (6/ 237). سبل السلام، للصنعاني (2/ 202). توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام (5/ 346). فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، لابن عثيمين (4/ 535).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Orang-orang Yahudi berkata, “Jika seseorang mendatangi istrinya dari arah belakang maka anaknya akan terlahir dengan mata juling.” Maka turunlah ayat: “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki!"

عن جابر رضي الله عنه قال: "كانت اليهود تقول: إذا جَامَعَها مِن وَرَائِها جاء الولد أَحْوَلَ، فنزلت: {نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ}، [البقرة: 223]".
Dari Jabir -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, “Orang-orang Yahudi berkata, “Jika seseorang mendatangi istrinya dari arah belakang maka anaknya akan terlahir dengan mata juling.” Maka turunlah ayat: “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki!” (Al-Baqarah: 223).
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Orang-orang Yahudi mempersempit gaya posisi berjimak tanpa disandarkan kepada ilmu. Dan kabilah Aus dan Khazraj biasa mengambil perkataan serta prilaku dari mereka karena mereka adalah Ahli Kitab. Di antara kebohongan mereka adalah perkataan mereka bahwa jika seseorang menggauli istrinya dari arah duburnya (belakang) namun tetap pada qubulnya, maka anak dari jimak tersebut akan terlahir dengan mata juling. Lalu Allah -Ta'ālā- menurunkan ayat: “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” Ayat ini menyatakan kebohongan mereka serta menjelaskan bahwa Allah membolehkan hal tersebut dengan syarat tetap pada tempat yang seharusnya yaitu qubul (vagina).

Rujukan

- اللامع الصبيح بشرح الجامع الصحيح، لشمس الدين البِرْماوي، الناشر: دار النوادر، سوريا، الطبعة الأولى، 1433هـ - 2012م. - فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين، المكتبة الإسلامية - الطبعة الأولى، 1427 - 2006م. - توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام، مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة، الطبعة الخامِسَة، 1423هـ - 2003م. - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر، دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية، الطبعة الأولى، 1435هـ - 2014م. - صحيح مسلم, ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء التراث العربي, بيروت. - صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. - سبل السلام شرح بلوغ المرام، تأليف: محمد بن إسماعيل بن صلاح الصنعاني، الناشر: دار الحديث, بدون طبعة وبدون تاريخ. - عون المعبود شرح سنن أبي داود، ومعه حاشية ابن القيم: تهذيب سنن أبي داود وإيضاح علله ومشكلاته, محمد أشرف بن أمير الصديقي، دار الكتب العلمية – بيروت, الطبعة الثانية، 1415هـ. - منحة العلام في شرح بلوغ المرام، تأليف: عبد الله بن صالح الفوزان، الناشر: دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى، 1427 هـ - 1431هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Sungguh, tadinya aku ingin melarang dari gīlah (menggauli istri yang sedang hamil atau menyusui), lalu aku perhatikan orang-orang Persia dan Romawi melakukannya dan itu tidak membahayakan anak-anak mereka sedikit pun

عن جُذَامَةَ بنت وهب، أخت عكاشة، قالت: حَضَرْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم ، في أناس وهو يقول: «لقد هَمَمْتُ أن أنهى عن الْغِيلَةِ، فَنَظَرْتُ في الروم وفارس، فإذا هم يُغِيلُونَ أولادهم، فلا يضر أولادهم ذلك شيئا»، ثم سألوه عن الْعَزْلِ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «ذلك الْوَأْدُ الخفي»، زاد عبيد الله في حديثه: عن المقرئ، وهي: {وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ}.
Dari Jużāmah binti Wahb, saudari 'Ukasyah, ia berkata, Saya pernah hadir saat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersama banyak sahabat. Beliau bersabda, "Sungguh, tadinya aku ingin melarang dari gīlah (menggauli istri yang sedang hamil atau menyusui), lalu aku perhatikan orang-orang Persia dan Romawi melakukannya dan itu tidak membahayakan anak-anak mereka sedikit pun." Lantas mereka bertanya kepadanya tentang 'azl. Beliau menjawab, "Itu adalah membunuh anak dengan samar." Ubaidullah menambahkan dalam riwayatnya dari Al-Muqri`, itu adalah seperti firman Allah, "Ketika bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah hendak melarang seorang suami dekat-dekat dengan istrinya dan menggaulinya di masa menyusui, karena adanya mitos yang berkembang di kalangan orang Arab bahwa itu bisa membahayakan anak yang disusui. Kemudian beliau membatalkan larangan itu, karena hal itu tidak berbahaya bagi anak sebagaimana yang terjadi di kalangan bangsa Persia dan Romawi. Kemudian beliau di tanya tentang 'azl, yaitu suami mengeluarkan spermanya di luar vagina istri. Beliau menyamakan perbuatan 'azl ini dengan perbuatan masyarakat jahiliah yang mengubur hidup-hidup bayi perempuan mereka. Perbedaan keduanya adalah bahwa 'azl adalah pembunuhan secara samar dan kelakukan jahiliah tersebut adalah pembunuhan terang-terangan.

Rujukan

- توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام، مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة، الطبعة الخامِسَة، 1423هـ - 2003م. - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر، دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية، الطبعة الأولى، 1435هـ - 2014م. - صحيح مسلم, ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء التراث العربي, بيروت. - عون المعبود شرح سنن أبي داود، ومعه حاشية ابن القيم، للعظيم آبادي، دار الكتب العلمية – بيروت، الطبعة الثانية، 1415هـ. - فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين، المكتبة الإسلامية - الطبعة الأولى، 1427ه - 2006م. - منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان، دار ابن الجوزي، ط1، 1428ه.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Orang-orang Yahudi menyampaikan bahwa 'azl adalah bentuk mengubur anak hidup-hidup. Maka Rasulullah bersabda, "Orang-orang Yahudi salah. Sekiranya Allah hendak menciptakannya, maka engkau tidak akan mampu memalingkannya."

عن أبي سعيد الخدري، أن رجلًا قال: يا رسول الله، إن لي جارية وأنا أَعْزِلُ عنها وأنا أكره أن تحمل، وأنا أريد ما يريد الرجال، وإن اليهود تحدث أن العَزْلَ المَوْؤُودَةُ الصغرى قال: «كَذَبَتْ يَهُودُ لو أراد الله أَنْ يَخْلُقَهُ مَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تَصْرِفَهُ».
Abu Sa'īd Al-Khudriy meriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah! Aku memiliki seorang budak perempuan dan aku melakukan 'azl padanya (yakni: mengeluarkan sperma di luar rahimnya), aku tidak ingin dia hamil, sementara aku juga menginginkan seperti yang diinginkan laki-laki. Namun orang-orang Yahudi menyampaikan bahwa 'azl adalah bentuk penguburan anak hidup-hidup." Rasulullah bersabda, "Orang-orang Yahudi itu salah. Sekiranya Allah hendak menciptakannya, maka engkau tidak akan mampu memalingkannya."
Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan

Hadis ini berisi bantahan terhadap keyakinan orang-orang Yahudi bahwa 'azl (mengeluarkan sperma di luar rahim) tidak memungkinkan kehamilan sama sekali serta mereka menyamakannya dengan pemutusan keturunan dengan menguburnya hidup-hidup. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membantah mereka dan mengabarkan bahwa hal itu tidak akan menghalangi kehamilan bila Allah berkehendak menciptakannya, dan bila Allah tidak berkehendak menciptakannya maka perbuatan itu bukan penguburan hidup-hidup sesungguhnya. Oleh karena itu, Nabi mengizinkan sahabat ini untuk melakukan 'azl pada budak perempuannya dan beliau membantah keyakinan orang-orang Yahudi.

Rujukan

- فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين، المكتبة الإسلامية - الطبعة الأولى 1427 - 2006م - توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام. مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة. الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م - بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر. دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1435 هـ - 2014 م صحيح أبي داود – الأم، للألباني. الناشر: مؤسسة غراس للنشر والتوزيع، الكويت. الطبعة: الأولى، 1423 هـ - 2002 م - مسند أحمد، تحقيق شعيب الأرنؤوط. الناشر : مؤسسة الرسالة الطبعة : الأولى ، 1421 هـ - 2001 م - سنن أبي داود. المحقق: محمد محيي الدين عبد الحميد. الناشر: المكتبة العصرية، صيدا - بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com