عن سلمان الفارسي رضي الله عنه مرفوعاً: «رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه، وإن مات جرى عليه عمله الذي كان يعمل، وأُجْرِيَ عليه رزقه، وأَمِنَ الفَتَّانَ».
Dari Salman Al Farisi -raḍiyallāhu 'anhu- yang diriwayatkan secara marfū', (Nabi bersabda), "Ribāṭ (berjaga-jaga di garis perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam selama satu bulan. Jika ia meninggal dunia maka amalan yang pernah ia lakukan masih tetap mengalir (pahalanya), rezekinya masih tetap diberikan, dan ia aman dari fitnah kubur (pertanyaan Munkar dan Nakir)."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Melakukan penjagaan sehari semalam di jalan Allah demi melindungi kaum muslimin lebih baik dari puasa dan salat malam selama satu bulan. Jika mujahid ini meninggal dunia, maka pahala amalnya akan terus mengalir tanpa terputus. Demikian juga ia diberi rezeki dari surga karena ia tetap hidup di sisi Tuhannya di surga, dan ia memperoleh kemuliaan dengan tidak didatangi dua malaikat (Munkar dan Nakir) untuk bertanya kepadanya. Hal ini disebabkan karena ia meninggal dunia sebagai murabith (penjaga perbatasan) di jalan Allah. Perlu diketahui bahwa ribath (menjaga wilayah perbatasan) termasuk jihad di jalan Allah, karena dia tinggal di perbatasan tersebut demi menjaga umat Islam dari ancaman orang kafir.
Rujukan
- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير، دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه.
- دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين؛ لمحمد بن علان الشافعي، دار الكتاب العربي-بيروت.
- بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي- الطبعة الأولى 1418ه.
- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
- صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى،1417هـ.
- شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
عن فَضَالَةُ بنُ عُبَيْدٍ وسلمان الفارسي وعقبة بن عامر الجهني رضي الله عنهم مرفوعاً: «كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ على عَمَلِهِ إلا الُمرَابِطَ في سبيل الله، فإنه يَنْمِي لَهُ عَمَلَهُ يوم القيامة، ويُؤَمَّنُ فتنة القبر».
Dari Fuḍālah bin Ubaid dan Salmān Al Fārisi serta 'Uqbah bin 'Āmir Al Juhani -raḍiyallāhu 'anhum- secara marfū', (Nabi bersabda), "Setiap orang yang meninggal ditutup amalnya, kecuali murābiṭ (orang yang menjaga perbatasan negara Islam) di jalan Allah. Sesungguhnya amalnya tetap bertambah sampai hari kiamat dan ia aman dari fitnah kubur."
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan
Setiap orang yang meninggal dunia maka amalnya terputus dengan kematiannya sehingga tidak dicatat pahala baru baginya, kecuali murābiṭ di jalan Allah, yaitu orang yang menjaga daerah perbatasan kaum muslimin. Sesungguhnya Allah memuliakannya dengan kelanggengan pahala amalnya dan ia aman dari fitnah kubur sehingga tidak ditanya oleh dua malaikat.
Rujukan
- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه.
- بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي- الطبعة الأولى1418ه.
- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
سنن أبي داود، سليمان بن الأشعث السِّجِسْتاني تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد: المكتبة العصرية، صيدا - بيروت.
سنن الترمذي، محمد بن عيسى، الترمذي، تحقيق وتعليق:أحمد محمد شاكر ومحمد فؤاد عبد الباقي وإبراهيم عطوة عوض، شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي، مصر الطبعة:الثانية، 1395هـ - 1975م.
مسند الإمام أحمد بن حنبل، المحقق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد، وآخرون إشراف: د عبد الله بن عبد المحسن التركي مؤسسة الرسالة الطبعة: الأولى، 1421 هـ - 2001 م.
سنن أبي داود، سليمان بن الأشعث، المحقق: محمد محيي الدين عبد الحميد المكتبة العصرية، صيدا - بيروت.
مسند الدارمي المعروف بـ (سنن الدارمي) عبد الله بن عبد الرحمن الدارمي، تحقيق: حسين سليم أسد الداراني - دار المغني للنشر والتوزيع، المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1412 هـ - 2000 م.
صحيح أبي داود -الأم- محمد ناصر الدين الألباني مؤسسة غراس للنشر والتوزيع، الكويت الطبعة: الأولى، 1423 هـ - 2002 م.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «انْتَدَبَ الله (ولمسلم: تَضَمَّنَ الله) لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ، لا يُخْرِجُهُ إلاَّ جِهَادٌ فِي سَبِيلِي، وإيمان بي، وتصديق برسلي فهو عَلَيَّ ضامن: أَنْ أُدْخِلَهُ الجنة، أو أرجعه إلى مسكنه الذي خرج منه، نائلًا ما نال من أجر أو غنيمة».
ولمسلم: «مثل المجاهد في سبيل الله -والله أعلم بمن جاهد في سبيله- كَمَثَلِ الصَّائِمِ القائم، وَتَوَكَّلَ الله لِلْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِهِ إنْ تَوَفَّاهُ: أن يدخله الجنة، أو يرجعه سالما مع أجر أو غنيمة».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Allah menjamin (dalam riwayat Muslim, Allah menanggung) untuk orang yang keluar di jalan-Nya, di mana tidak ada yang mendorongnya keluar selain jihad di jalan-Ku, keimanan pada-Ku, dan pembenaran kepada rasul-rasul-Ku, maka Aku menjamin untuk memasukkannya ke surga atau mengembalikannya ke tempat tinggal asalnya ia berangkat dengan memperoleh pahala atau ganimah." Dalam riwayat Muslim, "Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah -Allah lebih mengetahui siapa yang berjihad di jalan-Nya-, seperti orang yang terus-menerus berpuasa dan salat, dan Allah menjamin untuk orang yang berjihad di jalan-Nya, jika Dia mewafatkannya, untuk memasukkannya ke surga, atau Dia memulangkannya dalam keadaan selamat dengan membawa serta pahala atau ganimah.
Muttafaq 'alaih dengan seluruh riwayat-riwayatnyaDerajatHadis sahih
Penjelasan
Dalam hadis ini terdapat jaminan dari Allah bagi orang yang keluar untuk berjihad, di mana tidak ada yang mendorongnya keluar selain jihad di jalan Allah dengan keimanan dan keikhlasan, bahwa ia dijamin oleh Allah untuk mendapatkan salah satu dari tiga atau dua perkara. Yakni, jika ia terbunuh maka Allah menjamin akan memasukkannya ke dalam surga, dan jika ia tetap hidup maka Allah menjamin untuk memulangkannya ke tempat tinggalnya dengan membawa pahala atau ganimah, yakni pahala tanpa ganimah, atau Allah menggabungkan untuknya antara ganimah dan pahala. Adapun riwayat kedua yang disandarkan pengarang kitab Al-'Umdah pada Imam Muslim, dan disepakati kesahihannya. Dalam riwayat ini disebutkan bahwa keutamaan jihad di jalan Allah hanya dapat disamai oleh sebuah urusan yang tidak bisa dilakukan manusia. Urusan tersebut yaitu: sebagai ganti dari berjihad tersebut, dia masuk ke tempat salatnya lalu terus mengerjakan salat, puasa dan salat malam. Oleh sebab ini Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Kalian tak akan sanggup melakukannya."
Rujukan
صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، 1423هـ.
تأسيس الأحكام للنجمي، ط2، دار علماء السلف، 1414هـ.
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام للبسام، حققه وعلق عليه وخرج أحاديثه وصنع فهارسه: محمد صبحي بن حسن حلاق، ط10، مكتبة الصحابة، الأمارات - مكتبة التابعين، القاهرة، 1426هـ.
عمدة الأحكام من كلام خير الأنام صلى الله عليه وسلم لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، ط2، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، 1408 هـ.
Sahl bin Sa'ad as-Sā'idiy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Menjaga perbatasan sehari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. Tempat dalam surga seukuran tempat cemeti salah seorang kalian lebih baik daripada dunia dan seisinya. Keluar di sore hari atau di pagi hari untuk berperang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan, tinggal sehari saja di daerah perbatasan antara umat Islam dan orang kafir untuk menjaga kaum muslimin dari mereka dengan ikhlas kepada Allah, itu lebih baik daripada dunia dan semua isinya. Tempat cambuk yang digunakan berjihad di jalan Allah dalam surga lebih baik dari dunia dan semua isinya. Pahala satu kali perjalan di awal siang hingga awal zuhur, ataupun di waktu zuhur hingga malam dalam jihad di jalan Allah lebih baik dari dunia dan segenap isinya.
Faedah
1- Keutamaan berjaga di jalan Allah karena di dalamnya terkandung pertaruhan nyawa, juga untuk meninggikan kalimat Allah dan membela agama-Nya. Oleh karena itu, pahala satu hari untuk itu lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.
2- Hinanya dunia dibandingkan dengan akhirat karena tempat seukuran cambuk di surga lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.
3- Keutamaan jihad di jalan Allah dan kebesaran pahalanya karena pahala satu kali perjalanan jihad ketika sore ataupun pagi lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.
4- Sabda beliau "di jalan Allah" menunjukkan pentingnya ikhlas, bahwa pahala tergantung keikhlasan.
Rujukan
صحيح البخاري (4/ 35) (2892).
صحيح مسلم (3/ 1500) (1881).
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص739).
عن أبُي أَيُوب الأنصَارِيّ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «غَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ الله، أَوْ رَوْحَةٌ: خَيْرٌ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ وَغَرَبَتْ».
عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «غَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ الله، أَوْ رَوْحَةٌ: خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا».
Dari Abu Ayyūb Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Berangkat di waktu pagi hari atau sore (untuk berjihad) di jalan Allah lebih baik daripada tempat terbit dan terbenamnya matahari (dunia dan seisinya)." Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Berangkat di waktu pagi hari atau di sore (untuk berjihad) di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya."
Diriwayatkan oleh Muslim - Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Kedua hadis ini menjelaskan keutamaan jihad di jalan Allah meskipun ringan sekadar berangkat di waktu pagi atau sore hari. Bagaimana dengan hal yang besar berupa keberanian melawan musuh dan berperang dengan mereka. Inilah maksud pokok dari (berjihad) di jalan Allah, yaitu berjihad dengan tangan (kekuatan) melawan orang-orang kafir. Perlu diketahui bahwa menuntut ilmu agama pun merupakan bagian yang agung dari jihad di jalan Allah. Sesungguhnya membela kebenaran dan mematahkan argumentasi kelompok zindiq, ateis, para missionaris barat yang memerangi Islam dan hendak menghancurkannya, merupakan jihad yang paling agung di jalan Allah. Tujuan jihad adalah menegakkan Islam dan menolongnya. Dengan demikian, membendung mereka termasuk jihad yang besar dan agung. Ya Allah, berilah kaum Muslimin taufik untuk menolong agama mereka dan meninggikan kalimat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan permohonan.
Rujukan
صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ.
صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.
تأسيس الأحكام، أحمد بن يحيى النجمي، دار علماء السلف، الطبعة: الثانية 1414هـ.
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الأمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ.
الإلمام بشرح عمدة الأحكام، إسماعيل بن محمد الأنصاري، دار الفكر، دمشق، الطبعة: الأولى 1381هـ.
عمدة الأحكام من كلام خير الأنام -صلى الله عليه وسلم- لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، الطبعة: الثانية 1408هـ.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : «ما من مَكْلُومٍ يُكْلَمُ في سبيل الله، إلا جاء يومَ القيامة، وكَلْمُهُ يَدْمَى: اللَّونُ لَوْنُ الدَّمِ، والرِّيحُ رِيحُ المِسْكِ».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidaklah satu luka (yang dialami) orang yang terluka di jalan Allah, melainkan ia pasti datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah. Warnanya warna darah dan wanginya wangi minyak kasturi."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan keutamaan jihad di jalan Allah -Ta'ālā- dan pahala yang baik, yang akan diperoleh oleh pelakunya, bahwa orang yang terluka di jalan Allah hingga terbunuh atau sembuh, maka pada hari kiamat akan datang di hadapan semua manusia dengan mengenakan selendang jihad dan musibah dalam jihad. Dia datang dengan membawa lukanya yang segar; warnanya warna darah dan darinya semerbak wangi minyak kasturi.
Rujukan
1- صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ.
2- صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.
3- تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ.
4- الإلمام بشرح عمدة الأحكام، إسماعيل بن محمد الأنصاري، دار الفكر، دمشق، الطبعة: الأولى 1381هـ.
Sahl bin Ḥunaif -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan tulus, Allah akan menyampaikannya ke tingkatan syuhada, walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang berdoa meminta mati syahid dan terbunuh di jalan Allah dengan jujur dan tulus meniatkan hal itu kepada Allah ﷻ, Allah akan memberinya tingkatan syuhada dengan niat jujurnya itu, walaupun ia meninggal di atas tempat tidur tanpa berperang.
Faedah
1- Niat yang jujur serta melakukan apa yang sanggup adalah sebab menggapai pahala dan ganjaran yang diinginkan, walaupun ia belum melakukan perbuatan yang diinginkan tersebut.
2- Anjuran untuk berjihad dan meminta mati syahid di jalan Allah ﷻ.
3- Pemuliaan Allah Ta'ala kepada umat ini, yaitu Allah memberi mereka tingkatan paling tinggi dalam surga dengan amal yang sedikit.
Rujukan
صحيح مسلم (3/ 1517) (1909).
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 123).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 87).
عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال رجل للنبي صلى الله عليه وسلم يومَ أُحُدٍ: أَرَأَيْتَ إن قُتِلْتُ فَأَيْنَ أَنَا؟ قال: «في الجَنَّةِ» فأَلْقَى تَمراتٍ كُنَّ في يَدِه، ثم قاتل حتى قُتِلَ.
Dari Jabir bin Abdillah -raḍiyallahu 'anhumā-, Seorang pria bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada saat Perang Uhud, “Bagaimanakah menurut Anda jika aku terbunuh, di manakah aku?” Beliau menjawab, “Di Surga.” Maka pria itupun membuang kurma yang ada di tangannya, lalu berperang hingga gugur terbunuh.
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Jabir -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan bahwa ada seorang pria bernama Umair bin Al-Ḥumām pernah bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di Perang Uhud, “Wahai Rasulullah! Bagaimanakah menurut Anda jika aku berperang hingga terbunuh”, maksudnya: jika aku berjihad menghadapi kaum musyrikin dan terbunuh dalam perang ini, di manakah tempatku? Lalu Rasulullah menjawab, “Engkau di Surga.” Maka ia pun membuang beberapa biji kurma yang masih ada di tangannya, lalu berkata, “Sungguh ini adalah hidup yang panjang jika aku tunggu sampai kurma ini habis termakan.” Lalu ia maju dan bertempur hingga dia gugur terbunuh -raḍiyallāhu 'anhu-.
Rujukan
- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه.
- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
- صحيح البخاري –الجامع الصحيح-؛ للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ.
- صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ
- تطريز رياض الصالحين؛ تأليف فيصل آل مبارك، تحقيق د. عبد العزيز آل حمد، دار العاصمة-الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ.
- فتح الباري لابن حجر العسقلاني، دار المعرفة، 1379.
Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com