Dalam hadis ini terdapat jaminan dari Allah bagi orang yang keluar untuk berjihad, di mana tidak ada yang mendorongnya keluar selain jihad di jalan Allah dengan keimanan dan keikhlasan, bahwa ia dijamin oleh Allah untuk mendapatkan salah satu dari tiga atau dua perkara. Yakni, jika ia terbunuh maka Allah menjamin akan memasukkannya ke dalam surga, dan jika ia tetap hidup maka Allah menjamin untuk memulangkannya ke tempat tinggalnya dengan membawa pahala atau ganimah, yakni pahala tanpa ganimah, atau Allah menggabungkan untuknya antara ganimah dan pahala. Adapun riwayat kedua yang disandarkan pengarang kitab Al-'Umdah pada Imam Muslim, dan disepakati kesahihannya. Dalam riwayat ini disebutkan bahwa keutamaan jihad di jalan Allah hanya dapat disamai oleh sebuah urusan yang tidak bisa dilakukan manusia. Urusan tersebut yaitu: sebagai ganti dari berjihad tersebut, dia masuk ke tempat salatnya lalu terus mengerjakan salat, puasa dan salat malam. Oleh sebab ini Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Kalian tak akan sanggup melakukannya."
صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، 1423هـ. تأسيس الأحكام للنجمي، ط2، دار علماء السلف، 1414هـ. تيسير العلام شرح عمدة الأحكام للبسام، حققه وعلق عليه وخرج أحاديثه وصنع فهارسه: محمد صبحي بن حسن حلاق، ط10، مكتبة الصحابة، الأمارات - مكتبة التابعين، القاهرة، 1426هـ. عمدة الأحكام من كلام خير الأنام صلى الله عليه وسلم لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، ط2، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، 1408 هـ.