Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Kami berbaiat kepada Rasulullah ﷺ untuk selalu mendengar dan taat dalam kesulitan dan kemudahan, ketika semangat dan malas (benci), serta dalam kondisi monopoli atas kami

عن عُبَادَةَ بن الصَّامتِ رضي الله عنه قال: بَايَعْنَا رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم على السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي الْعُسْرِ وَالْيُسْرِ، وَالْمَنْشَطِ وَالْمَكْرَهِ، وعلى أَثَرَةٍ علينا، وعلى أَلَّا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أهلَه، وعلى أَنْ نَقُولَ بِالْحَقِّ أينما كُنَّا، لا نَخَافُ في الله لَوْمَةَ لَائِمٍ.
'Ubādah bin Aṣ-Ṣāmit -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Kami berbaiat kepada Rasulullah ﷺ untuk selalu mendengar dan taat dalam kesulitan dan kemudahan, ketika semangat dan malas (benci), serta dalam kondisi monopoli atas kami, agar kami tidak merebut kekuasaan dari pemiliknya, dan agar kami mengucapkan yang benar di mana pun berada, tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang yang mencela."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengambil perjanjian dari para sahabat agar selalu patuh kepada pemimpin dalam keadaan mudah dan sulit, keadaan berkecukupan dan kekurangan, baik perintah mereka sejalan dengan yang diinginkan jiwa atau tidak disukainya. Bahkan, sekiranya para pemimpin mementingkan diri sendiri di atas rakyat terkait harta milik umum, jabatan atau lainnya, mereka tetap wajib mendengar dan menaati para pemimpin itu dalam hal yang makruf, serta tidak memberontak kepada mereka sebab fitnah dan kerusakan akibat memerangi mereka lebih besar dan lebih berat daripada kerusakan yang timbul akibat kezaliman mereka. Termasuk di antara isi perjanjian mereka kepada beliau ialah selalu mengucapkan yang benar di mana pun sembari meniatkan hal itu untuk Allah dan tidak takut pada orang yang akan mencela mereka.

Faedah
  1. 1- Buah patuh dan taat kepada pemimpin ialah kesatuan kata umat Islam dan menghilangkan perpecahan.
  2. 2- Kewajiban taat kepada pemimpin dalam hal selain kemaksiatan kepada Allah, baik dalam kondisi mudah ataupun sulit, saat semangat ataupun tidak, serta saat mereka bersikap monopoli.
  3. 3- Kewajiban mengucapkan kebenaran di mana pun kita berada, tidak boleh takut di jalan Allah terhadap celaan orang yang mencela.
Rujukan

صحيح البخاري (9/ 47) (7055-7056)، (9/ 77) (7199، 7200). صحيح مسلم (3/ 1470) (1709). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 277). رياض الصالحين، للنووي (ص83) (186). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 419). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 202).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Politik Islam

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com