Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Adab Bersin dan Menguap

5 hadis

Apabila Rasulullah ﷺ bersin, beliau meletakkan tangannya -atau pakaiannya- pada mulutnya dan merendahkan -atau menekan- suaranya

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: كان رسولُ الله صلى الله عليه وسلم إذا عَطَس وضَعَ يَدَه -أو ثوبَهُ- على فيهِ، وخَفَضَ -أو غضَّ- بها صوتَهُ.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Apabila Rasulullah ﷺ bersin, beliau meletakkan tangannya -atau pakaiannya- pada mulutnya dan merendahkan -atau menekan- suaranya."
HR. Abu Daud, Tirmizi, dan AhmadDerajatSahih
Penjelasan

Kebiasaan Rasulullah ﷺ apabila bersin adalah: - Pertama: meletakkan tangannya atau pakaiannya pada mulut agar tidak keluar dari mulut atau hidung beliau sesuatu yang akan mengganggu teman duduknya. - Kedua: merendahkan suara dan tidak meninggikannya.

Faedah
  1. 1- Menerangkan petunjuk Nabi ﷺ ketika bersin dan usaha meneladani beliau dalam hal itu.
  2. 2- Anjuran meletakkan kain atau tisu dan semisalnya di mulut dan hidung ketika bersin agar dari keduanya tidak keluar sesuatu yang akan mengganggu teman duduk.
  3. 3- Perintah merendahkan suara bersin karena hal ini termasuk kesempurnaan adab dan akhlak mulia.
Rujukan

سنن أبي داود (7/ 375) (5029). سنن الترمذي (4/ 461) (2745). مسند أحمد (15/ 412) 9662). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 440). تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص528). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (2/ 149). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 678). كنوز رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين (11/ 432).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia membaca: Al-Ḥamdulillāh. Dan saudaranya atau sahabatnya hendaklah mengucapkan: Yarḥamukallāh (Semoga Allah merahmatimu). Jika ia telah mengucapkan padanya: Yarḥamukallāh, maka hendaklah ia berkata: Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إذا عَطَسَ أَحَدُكُم فَلْيَقُل: الحَمْدُ للهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أو صاحبُهُ: يَرْحَمُكَ الله، فإذا قال له: يرحمك الله، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُم الله ويُصْلِحُ بَالَكُم».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia membaca: Al-Ḥamdulillāh. Dan saudaranya atau sahabatnya hendaklah mengucapkan: Yarḥamukallāh (Semoga Allah merahmatimu). Jika ia telah mengucapkan padanya: Yarḥamukallāh, maka hendaklah ia berkata: Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu)."
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatHadis sahih
Penjelasan

Hadis ini menunjukkan bahwa seorang Muslim jika bersin maka hendaknya ia memuji Allah -Ta’ālā- karena dengan bersinnya itu ia telah mendapatkan nikmat dan manfaat yaitu dengan keluarnya uap yang tertahan di kepalanya yang apabila masih bercokol di dalamnya sungguh akan menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya. Oleh karena itu, disyariatkan baginya untuk memuji Allah atas nikmat ini. Kemudian wajib bagi orang yang mendengarkannya untuk menjawab dengan mengucapkan, “Yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu).” Dan orang yang bersin menjawab dengan mengucapkan: “Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” Maka dengan bersin didapatkan manfaat yang kembali kepada orang yang bersin dan kepada orang yang mendengarkan. Ini merupakan salah satu keagungan yang menunjukkan keutamaan agama ini atas manusia.

Rujukan

- صحيح البخاري، للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - شرح رياض الصالحين، للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. - رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين، للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير، دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي - الطبعة الأولى، 1418ه. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة - بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ. - تطريز رياض الصالحين، تأليف فيصل آل مبارك، تحقيق د. عبد العزيز آل حمد، دار العاصمة، الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلَامِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ menjelaskan beberapa hak seorang muslim atas saudara muslim lainnya. - Hak yang pertama: menjawab salam orang yang mengucapkan salam kepada Anda. - Kedua: menjenguk dan mengunjungi orang yang sakit. - Ketiga: mengantar jenazah dari rumahnya ke tempat salat lalu ke makam hingga dikuburkan. - Keempat: menghadiri undangan ketika ia diundang ke walimah pernikahan dan lainnya. - Kelima: mendoakan orang yang bersin, yaitu dengan mengucapkan "yarḥamukallāh" [semoga Allah merahmatimu] ketika ia mengucapkan "alḥamdulillāh", lalu orang yang bersin mengucapkan, "Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum". [semoga Allah memberikanmu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu].

Faedah
  1. Keagungan agama Islam yang memastikan hak-hak di antara kaum muslimin serta mempererat persaudaraan dan cinta di antara mereka.
Rujukan

صحيح البخاري (2/ 71) (1240). صحيح مسلم (4/ 1704) (2162). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (4/ 512). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 327). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين (1/ 253). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 591). بهجة قلوب الأبرار، لابن سعدي (ص81).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Jika salah seorang kalian menguap, hendaklah dia menahannya dengan meletakkan tangan pada mulutnya karena setan akan masuk

عَن أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ».
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika salah seorang kalian menguap, hendaklah dia menahannya dengan meletakkan tangan pada mulutnya karena setan akan masuk."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ memberi arahan kepada orang yang menguap, yaitu orang yang mulutnya menganga lantaran malas, kenyang, atau semisalnya agar meletakkan tangan di mulut untuk menutupnya. Hal itu karena setan akan masuk ke dalamnya jika ia membiarkannya terbuka, sehingga meletakkan tangan akan menjadi penghalangnya masuk.

Faedah
  1. 1- Apabila seseorang ingin menguap, hendaklah ia menahannya sebisa mungkin dengan memegang mulutnya dan menahannya agar tidak terbuka. Jika ia tidak mampu menahan mulutnya agar tetap tertutup, hendaklah ia meletakkan tangan pada mulutnya lalu menutup mulut dengan tangan.
  2. 2- Menjalankan adab Islam di semua keadaan karena merupakan tanda kesempurnaan dan akhlak.
  3. 3- Mewaspadai semua pintu masuk setan pada manusia.
Rujukan

صحيح مسلم (4/ 2293) (2995). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 151). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 436). تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص529). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين (1/ 679).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ‎ada enam." Ada yang bertanya, "Apa saja hak-hak itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Apabila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam, bila dia mengundangmu maka ‎penuhilah undangannya, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bila dia bersin dan ‎mengucapkan alḥamdulillāh maka ucapkanlah yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu), bila dia sakit maka ‎jenguklah, dan bila dia meninggal dunia antarkanlah (jenazahnya)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ» قِيلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟، قَالَ: «إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ‎ada enam." Ada yang bertanya, "Apa saja hak-hak itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Apabila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam, bila dia mengundangmu maka ‎penuhilah undangannya, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bila dia bersin dan ‎mengucapkan alḥamdulillāh maka ucapkanlah yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu), bila dia sakit maka ‎jenguklah, dan bila dia meninggal dunia antarkanlah (jenazahnya)."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ menerangkan bahwa di antara hak seorang muslim atas saudara muslimnya ada enam macam: Pertama: Mengucapkan salam jika berjumpa dengan mengatakan: Assalāmu 'alaikum, lalu ia membalas salam tersebut dengan ucapan: Wa'alaikumussalām. Kedua: Memenuhi undangannya jika ia mengundangnya ke suatu pesta atau lainnya. Ketiga: Menasihatinya jika ia memintanya dan tidak boleh mencari muka ataupun menipunya. Keempat: Bila ia bersin lalu mengucapkan "alḥamdulillāh", maka doakanlah dia dengan ucapan: Yarḥamukallāh, lalu ia membalas dengan mengucapkan: Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum. Kelima: Menjenguk dan mengunjunginya ketika ia sakit. Keenam: Menyalatinya ketika ia meninggal dan mengantarkan jenazahnya hingga dikubur.

Faedah
  1. 1- Asy-Syaukāniy berkata, "Makna sabda beliau "hak seorang muslim" yaitu tidak boleh ditinggalkan, hukum mengerjakan antara wajib atau sunah yang ditekankan sehingga mirip seperti wajib yang tidak patut ditinggalkan."
  2. 2- Menjawab salam hukumnya fardu ain jika orang yang diberi salam seorang diri, dan satu orang dapat mewakili sekelompok orang. Adapun memulai salam, hukum asalnya sunah.
  3. 3- Menjenguk orang sakit termasuk hak muslim atas saudara-saudaranya sesama muslim karena hal itu dapat memasukkan rasa bahagia dan ketenangan ke dalam hatinya, sedangkan hukumnya adalah fardu kifayah.
  4. 4- Kewajiban memenuhi undangan selama tidak mengandung dosa. Jika undangan tersebut ke pesta pernikahan, mayoritas ulama menyatakan wajib dipenuhi kecuali kalau ada alasan yang dibolehkan syariat. Adapun jika ke selain pesta pernikahan, mayoritas ulama menyatakan hukumnya hanya dianjurkan.
  5. 5- Mendoakan orang yang bersin hukumnya wajib ketika orang yang mendengar orang bersin tersebut memuji Allah.
  6. 6- Kesempurnaan syariat dan perhatiannya dalam mengukuhkan tali persatuan masyarakat serta keimanan dan pilar-pilar cinta di antara individunya.
  7. 7- "Fasammithu", dan dalam naskah yang lain "fasyammithu"; yaitu dengan huruf sīn yang tidak memiliki titik dan syīn yang memiliki titik. Artinya: mendoakan kebaikan dan keberkahan. Sebagian mengatakan, "fasyammithu" artinya ialah semoga Allah menjauhkanmu dari celaan dan semoga Allah menghindarkanmu dari semua yang dapat menjadikan musuh mencelamu, sedangkan "fasammithu" artinya ialah semoga Allah memberimu petunjuk kepada perangai yang lurus.
Rujukan

صحيح مسلم (4/ 1705) (2162). منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (10/ 7). توضيح الأحكام من بلوغ المرام، للبسام (3/ 128). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 327).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com