Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al-Qur`an seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia menjaganya, maka dia dapat menahannya. Tetapi jika dia melepaskannya, unta itu akan pergi."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengumpamakan orang yang mempelajari Al-Qur`an dan biasa membacanya -baik dengan melihat mushaf ataupun dengan hafalan- seperti pemilik unta yang diikat menggunakan tali pengikat kaki unta. Jika ia rajin mengeceknya, maka ia akan lanjut menahannya. Tetapi jika ia melepaskan ikatannya, maka ia akan lepas dan pergi. Apabila penghafal Al-Qur`an bangun malam dan membacanya, maka ia akan mengingatnya. Tetapi jika ia tidak membacanya dalam salat malam, maka ia akan melupakannya. Selama penjagaan ada, maka selama itu hafalannya ada.
Faedah
1- Anjuran menjaga Al-Qur`an dan membacanya, serta waspada jangan sampai dilupakan.
2- Terus-menerus membaca Al-Qur`an dapat melenturkan lisan dan memudahkannya membaca Al-Qur`an, sebaliknya jika ditinggalkan dapat menjadikan berat dan sulit untuk membacanya.
3- Al-Qāḍī berkata, "Ṣāḥib Al-Qur`ān artinya: orang yang akrab dengan Al-Qur`an. Al-Muṣāḥabah artinya: bersahabat. Di antaranya dikatakan: fulan ṣāḥib (sahabat) si fulan. Juga: aṣḥābul-jannah, aṣḥābunnār."
4- Di antara metode dakwah ialah membuat perumpamaan.
5- Ibnu Ḥajar berkata, "Penyebutan unta secara khusus karena ia adalah hewan jinak yang paling liar, dan ada kesulitan untuk mendapatkannya setelah berhasil lepas."
Rujukan
صحيح البخاري (6/ 193) (5031).
صحيح مسلم (1/ 543) (789).
شرح صحيح مسلم، للنووي (6/ 77).
فيض القدير شرح الجامع الصغير، لعبدالرؤوف المناوي (3/ 3).
كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (13/ 12).
عن عُقبة بن عامر الجُهني رضي الله عنه قال: قال رسولُ الله صلَّى الله عليه وسلم: «الجاهِرُ بالقرآن كالجاهِرِ بالصَّدَقَةِ، والمُسِرُّ بالقرآن كالمُسِرِّ بالصَّدَقَة».
'Uqbah bin 'Āmir Al-Juhani -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur`an secara terang-terangan (di depan orang ramai) seperti orang yang bersedekah terang-terangan, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan pelan (kondisi sepi) seperti orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi."
HR. Abu Daud, Tirmizi, dan NasaiDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa orang yang membaca Al-Qur`an secara terang-terangan sama seperti orang yang memberi sedekah dengan terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur`an dengan disembunyikan, seperti orang yang memberi sedekah secara sembunyi-sembunyi.
Faedah
Menyembunyikan bacaan Al-Qur`an lebih diutamakan sebagaimana keutamaan menyembunyikan sedekah, karena di dalamnya terkandung keikhlasan serta jauh dari sikap ria dan ujub, kecuali jika ada kebutuhan dan maslahat untuk dikeraskan, seperti ketika mengajarkan Al-Qur`an.
Rujukan
سنن أبي داود (2/ 494) (1333)، سنن الترمذي (5/ 40) (2919)، سنن النسائي (5/ 80) (2561)، الكاشف عن حقائق السُّنن (5/1688)، شرح أبي داود للعيني (5/238)، تحفة الأحوذي (8/ 191)، التنوير في شرح الجامع الصغير (5/286).
Abu Sa'īd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Tatkala Rasulullah ﷺ sedang melakukan iktikaf di masjid, beliau mendengar orang-orang mengeraskan bacaannya. Lantas beliau membuka tirainya dan bersabda, "Ingatlah. Kalian semuanya sedang bermunajat kepada Tuhannya, maka jangan sekali-kali saling mengganggu di antara kalian, dan jangan saling meninggikan suara saat membaca Al-Qur`an." Atau beliau mengatakan, "saat salat."
HR. Abu DaudDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ saat itu sedang diam melakukan iktikaf dalam sebuah tenda di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Lalu Nabi ﷺ mendengar para sahabatnya mengeraskan bacaan Al-Qur`an secara berlebihan hingga mengganggu satu sama lain. Lantas beliau membuka tirai tendanya, dan menegur serta mengingatkan siapa yang melakukan hal itu. Beliau bersabda, "Kalian semua sedang bermunajat kepada Tuhan kalian dengan membaca Al-Qur`an, maka jangan saling mengganggu dan jangan saling mengeraskan suara saat membaca atau salat."
Faedah
1- Larangan mengangkat suara dengan keras saat membaca Al-Qur`an jika dapat mengganggu orang lain.
2- Nabi ﷺ mengajarkan para sahabatnya adab-adab membaca Al-Qur`an.
Rujukan
سنن أبي داود (2/ 494) (1332).
شرح سنن أبي داود للعباد (162/ 18).
شرح أبي داود للعيني (5/238).
شرح سنن ابي داود لابن رسلان (6/515).
ذخيرة العقبى (11/669).
Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com