Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zalim atau dizalimi

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا». فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟ قَالَ: « تَحْجُزُهُ -أَوْ تَمْنَعُهُ- مِنَ الظُّلْمِ؛ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ».
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zalim atau dizalimi." Lantas seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika ia dizalimi. Namun, bagaimana pendapat Anda jika ia adalah pelaku kezaliman, bagaimanakah caraku menolongnya?" Beliau menjawab, "Hendaklah engkau menghalanginya -atau: mencegahnya- dari kezaliman itu. Demikianlah cara menolongnya."
HR. BukhariDerajatSahih
Penjelasan

Nabi Muhammad ﷺ memerintahkan seorang muslim agar menolong saudaranya sesama muslim, baik ketika dia berbuat zalim ataupun menjadi orang yang terzalimi. Hal tersebut membuat seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, aku dapat menolongnya jika ia dizalimi dengan cara menghilangkan kezaliman itu darinya. Lalu, bagaimana caraku menolongnya jika ia berbuat zalim?" Beliau bersabda, "Larang dia, ambil tangannya, dan cegah dia dari kezaliman itu." Itulah wujud menolongnya terhadap setan dan jiwanya yang suka mengajak kepada hal yang buruk.

Faedah
  1. 1- Mengingatkan salah satu hak persaudaraan iman antara kaum muslimin.
  2. 2- Menahan orang yang zalim serta mencegahnya dari kezaliman.
  3. 3- Islam menyelisihi konsep-konsep jahiliah, yaitu mereka saling menolong satu sama lain, baik mereka yang terzalimi atau mereka yang berbuat zalim kepada orang lain.
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 128) (2443). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 589). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 326).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Masyrakat Muslim

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com