Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Saba
Sura ta 34

Saba

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 9

أَفَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ 9

(9) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka kepada dalil aqli (rasio) yang membuktikan tidak adanya kemustahilan bagi "kebangkitan" yang mereka anggap mustahil. Dan sesungguhnya kalau saja mereka mau memperhatikan kepada apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, berupa langit dan bumi, kemudian mereka melihat sebagian dari kekuasaan Allah di dalamnya yang mencengangkan akal, dan sebagian dari keagungannya yang membuat para ilmuan terperangah, dan bahwa sesungguhnya penciptaan keduanya dan segala apa yang ada di dalamnya berupa berbagai macam makhluk itu jauh lebih besar daripada sekedar menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur sesudah kematian mereka, maka apa gerangan yang men-dorong mereka untuk melakukan pendustaan itu, padahal mereka meyakini apa yang lebih agung (hebat, besar dan luar biasa. Pent.) daripadanya? Ya, memang itu adalah berita ghaib, hingga sekarang mereka belum menyaksikannya, maka dari itu mereka mendusta-kannya. Allah berfirman, ﴾ إِن نَّشَأۡ نَخۡسِفۡ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ نُسۡقِطۡ عَلَيۡهِمۡ كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ ﴿ "Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit," maksudnya, se-bagai azab. Sebab langit dan bumi berada di bawah kendali Kami. Maka jika Kami memerintah keduanya, niscaya keduanya tidak akan mendurhakai perintah Kami, maka waspadalah atas sikap kalian yang terus melakukan pendustaan, karena kami akan meng-hukum kalian dengan hukuman (siksaan) yang paling berat. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu" maksudnya, pada penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada ke-duanya berupa berbagai macam makhluk, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ﴿ "benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali." Semakin besar inabah seorang hamba kepada Allah, maka semakin besar pula pelajaran-pelajaran yang dia dapat dari ayat-ayat itu. Sebab orang yang kembali (berinabah) kepada Allah itu tulus menghadap ke-pada Rabbnya, keinginan dan kemauannya sudah terfokus kepada Rabbnya, dan dia selalu kembali kepadaNya dalam setiap urusan-nya, sehingga dia menjadi dekat kepada Rabbnya, dia sama sekali tidak mempunyai keinginan kecuali sibuk mencari keridhaanNya. Maka pengamatannya terhadap semua makhluk (ciptaan) adalah pengamatan yang penuh perenungan dan pelajaran, bukan peng-lihatan kelalaian yang tidak bermanfaat.