Saba
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
أَفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَم بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۗ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ فِى ٱلْعَذَابِ وَٱلضَّلَـٰلِ ٱلْبَعِيدِ 8
(8) Orang laki-laki ini yang datang dengan membawa berita seperti itu, apakah dia mengada-adakan ﴾ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ﴿ "kebohongan terhadap Allah" sehingga dia lancang kepadaNya, lalu mengatakan apa yang telah ia katakan itu, ﴾ أَم بِهِۦ جِنَّةُۢۗ ﴿ "ataukah ada padanya penya-kit gila?" (Kalau demikian), maka tidak perlu merasa aneh dengan-nya, karena kegilaan itu seni! Semua (sikap mereka) ini dengan nada keras kepala dan zhalim. Padahal sebenarnya mereka sudah mengetahui bahwasa-nya beliau adalah makhluk Allah yang paling jujur dan paling ber-akal. Di antara (bukti) pengetahuan mereka adalah bahwa mereka menampakkan dan mengulangi permusuhannya, mereka mengor-bankan diri dan harta benda mereka untuk menghalang-halangi manusia dari Rasulullah a. Maka, kalau sekiranya rasul itu dusta dan gila, tentu sangat tidak pantas bagi kalian, wahai orang-orang yang mempunyai akal tidak sehat, tidak pantas kalau kalian men-dengarkan perkataan yang dia katakan atau mengerumuni dakwah-nya. Sebab, orang gila itu sangat tidak pantas kalau orang yang ber-akal memperhatikannya, atau perkataannya sampai (ke telinganya). Kalau saja bukan karena sikap keras kepala dan kezhaliman kalian, tentu kalian segera memenuhi seruannya dan niscaya kalian menyambut dakwahnya dengan senang. Akan tetapi ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) dan para rasul sama sekali sudah tidak berguna bagi orang-orang yang tidak beriman. Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى ber-firman, ﴾ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat." Dan di antara mereka adalah orang-orang yang mengatakan perkataan di atas, ﴾ فِي ٱلۡعَذَابِ وَٱلضَّلَٰلِ ٱلۡبَعِيدِ ﴿ "ber-ada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh." Maksudnya, di dalam kesengsaraan yang sangat dahsyat dan kesesatan yang sangat jauh, yang sangat tidak dekat kepada yang benar. Kesengsaraan dan kesesatan apa yang lebih dahsyat daripada keingkaran mereka terhadap kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali? Dan kesengsaraan dan kesesatan apa yang lebih dahsyat daripada pen-dustaan mereka terhadap RasulNya yang datang dengan membawa berita kebangkitan serta ejekan mereka terhadapnya dan keteguhan pendirian mereka bahwa ajaran yang mereka anutlah yang benar? Jadi, mereka melihat yang benar sebagai kebatilan, dan kebatilan sebagai kebenaran dan petunjuk.