Al-Hajj
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَـٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَـٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَـٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ 52
(52) Allah تعالى memberitahukan kandungan hikmahNya yang luhur dan seleksi yang Allah tentukan untuk memilih salah seorang dari kalangan para hambaNya, dan bahwa Allah tidaklah mendelegasikan sebelum Muhammad ﴾ مِن رَّسُولٖ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ ﴿ "seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan," maksudnya dia membaca sesuatu untuk menggugah umat manusia dan memerintahkan mereka serta melarang mereka ﴾ أَلۡقَى ٱلشَّيۡطَٰنُ فِيٓ أُمۡنِيَّتِهِۦ ﴿ "setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu," yaitu pada bacaannya, berupa trik-trik dan tipu-daya yang menghantam bacaan tersebut, kendati-pun Allah telah membentengi para rasul pada aspek risalah yang mereka sampaikan dari Allah dan memelihara wahyuNya biar tidak rancu dan bercampur-aduk dengan lainnya. Akan tetapi, lontaran godaan dari setan ini tidak selalu eksis dan berlangsung terus-menerus. Itu hanyalah sekedar hambatan yang timbul ke-mudian lenyap. Hambatan-hambatan ini terbatasi oleh ketentuan-ketentuan. Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلۡقِي ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Maka Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu," maksudnya Allah melenyapkan dan menghilangkannya serta menggugurkan-nya, dan menerangkan bahwa itu bukan dari bagian ayat-ayatNya. Dan ﴾ يُحۡكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦۗ ﴿ "Allah menguatkan ayat-ayatNya," mengokoh-kannya dan mensterilkan serta menjaganya, hingga tetap bersih murni dari dampak pencampuran hembusan godaan setan. ﴾ وَٱللَّهُ [عَزِيزٌ] ﴿ "Dan Allah [Mahaperkasa],"[4] Sempurna kekuatan dan kuasa-Nya. Dengan kesempurnaan kekuatanNya, Dia memelihara wah-yuNya dan mengenyahkan lontaran campur tangan setan-setan. ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "Lagi Mahabijaksana," meletakkan seluruh perkara pada tempatnya.