Maryam
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا 59
(59) Setelah menyebutkan kisah para nabi yang ikhlas ini, yang konsisten mengikuti hal-hal yang mendatangkan ridha Rabb mereka serta senantiasa bertaubat kepadaNya, Allah تعالى menyebut-kan kisah orang-orang yang datang setelah zaman mereka, dan melakukan perubahan terhadap sesuatu yang diperintahkan kepada mereka, dan bahwa datanglah ﴾ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ خَلۡفٌ ﴿ "sesudah mereka, pengganti (yang jelek)," mereka kembali kepada kemunduran dan keadaan semula, lalu ﴾ أَضَاعُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "mereka menyia-nyiakan shalat," yang mana mereka diperintahkan untuk menjaga dan menegakkannya. Me-reka meremehkan shalat dan tidak menghiraukannya. Jika mereka sudah mengabaikan shalat yang merupakan tiang agama, tolok ukur keimanan dan keikhlasan kepada Allah, yang merupakan amal yang paling ditekankan dan paling afdhal, maka pasti mereka lebih menyia-nyiakan lagi menolak syariat agama mereka yang lain. Penyebab yang mendorong mereka melakukan ini adalah karena mengikuti bujukan-bujukan hawa nafsu dan keinginan-keinginannya. Sehingga perhatian mereka tercurahkan pada hawa nafsu dan lebih mengutamakannya daripada hak-hak Allah. Maka, lahirlah sikap penyia-nyiaan terhadap hak-hak Allah dan condong kepada godaan-godaan hawa nafsunya. Apa pun yang tampak bagi mereka, niscaya mereka segera berusaha untuk meraihnya, dan dengan kondisi apa saja yang tiba-tiba muncul, mereka pasti sepakat untuk menempuhnya. ﴾ فَسَوۡفَ يَلۡقَوۡنَ غَيًّا 59 ﴿ "Maka kelak mereka akan menemui kesesatan," yaitu azab yang berlipat lagi sangat keras.