Adh-Dhaariyat
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ 16
(16) ﴾ ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡۚ ﴿ "Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka," kemungkinan makna ayat ini adalah penduduk surga diberi berbagai nikmat oleh Rabb mereka, mereka mengambilnya secara suka cita, jiwa mereka bahagia. Mereka tidak menginginkan pengganti nikmat tersebut dan mereka tidak ingin mencari yang lain. Masing-masing penduduk surga mendapatkan berbagai kenikmatan yang membuatnya tidak meminta lebih. Ke-mungkinan juga makna ayat ini menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa di dunia, mereka menerima apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah سبحانه وتعالى, perintah dan larangan itu diterima dengan lapang dada seraya tunduk dan patuh terhadap perintah Allah سبحانه وتعالى dengan dilaksanakan secara sempurna dan menjauhi larangan Allah سبحانه وتعالى secara sempurna. Perintah dan larangan yang diberikan kepada mereka itu merupakan karunia terbesar yang berhak disyu-kuri dan ditaati. Makna pertama sesuai dengan redaksi ayat, sebab Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sifat-sifat orang yang bertakwa ketika di dunia dan amalan-amalan mereka, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya mereka se-belum itu," pada saat mendapatkan kenikmatan adalah, ﴾ مُحۡسِنِينَ ﴿ "orang-orang yang berbuat baik." Kebaikan di sini mencakup kebaikan mereka dalam menyembah Rabb mereka, mereka menyembahNya seolah-olah mereka melihatNya, meski mereka tidak melihatNya tapi Dia melihat mereka. Kebaikan tersebut juga mencakup berbuat baik terhadap sesama hamba Allah سبحانه وتعالى dengan mencurahkan ber-bagai manfaat serta kebaikan berupa harta, ilmu, jabatan, nasihat, perintah untuk kebaikan, larangan dari kemungkaran atau kebaikan lainnya hingga kebaikan tersebut mencakup berbuat baik dalam perkataan lembut dan berbuat baik terhadap budak dan hewan, baik yang dimiliki maupun tidak.