İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shura
Sure 42

Ash-Shura

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 36

فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍ فَمَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ 36

(36) Ini adalah anjuran zuhud terhadap dunia dan rang-sangan untuk mencintai akhirat dan penjelasan tentang amal-amal yang bisa mengantarkan kepadanya, seraya berfirman, ﴾ فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَيۡءٖ ﴿ "Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu" berupa kerajaan, kekuasaan, harta kekayaan, anak-anak, kesehatan, dan keselamat-an fisik, ﴾ فَمَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ ﴿ "itu adalah kenikmatan hidup di dunia," suatu kelezatan yang akan punah dan akan terputus, ﴾ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "dan yang ada pada sisi Allah," yaitu pahala yang berlimpah dan balasan yang sangat mulia dan kenikmatan abadi, adalah ﴾ خَيۡرٞ ﴿ "lebih baik," dari kelezatan-kelezatan dunia; suatu perbandingan kebaikan yang jauh di antara keduanya, ﴾ وَأَبۡقَىٰ ﴿ "dan lebih kekal," sebab ia adalah kenikmatan yang tidak ada kesusahannya, tidak ada kekeruhannya, dan tidak ada perpindahan. Kemudian Dia menjelaskan milik siapa pahala itu, seraya berfirman, ﴾ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ﴿ "Bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal," maksudnya, me-reka memadukan antara iman yang benar yang melahirkan amal-amal iman yang nampak dan yang tidak tampak, dengan tawakal (sikap berserah diri) yang merupakan alat bagi setiap amal. Sebab, setiap amal (perbuatan) yang tidak disertai tawakal adalah tidak sempurna. Tawakal adalah bersandar kepada Allah dengan hati dalam mencari apa-apa yang dicintai dan menolak apa-apa yang tidak disukai, disertai dengan sikap percaya sepenuhnya kepada Allah سبحانه وتعالى.