Ash-Shura
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
يَسْتَعْجِلُ بِهَا ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا ٱلْحَقُّ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُمَارُونَ فِى ٱلسَّاعَةِ لَفِى ضَلَـٰلٍۭ بَعِيدٍ 18
(18) ﴾ يَسۡتَعۡجِلُ بِهَا ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهَاۖ ﴿ "Orang-orang yang tidak ber-iman kepada Hari Kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan," sebagai sikap keras kepala dan mendustakan serta menentang Allah. ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مُشۡفِقُونَ مِنۡهَا ﴿ "Dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya," maksudnya, mereka takut karena mereka beriman kepadanya dan karena mereka mengetahui apa-apa yang ada pada Hari Kiamat itu, seperti pembalasan terhadap amal perbuatan, dan takutnya mereka karena mereka mengenal Allah, mereka khawatir kalau amal-amal perbuatan mereka tidak bisa menyelamatkan mereka dan tidak bisa membahagiakan. Maka dari itu Allah ber-firman, ﴾ وَيَعۡلَمُونَ أَنَّهَا ٱلۡحَقُّۗ ﴿ "Dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar," yang tak ada keraguan padanya dan tidak ada pula kebim-bangan. ﴾ أَلَآ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُمَارُونَ فِي ٱلسَّاعَةِ ﴿ "Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah terhadap terjadinya kiamat," setelah mereka meragukannya, mereka membantah para rasul dan para pengikutnya karena mereka membenarkannya. Maka mereka benar-benar dalam sikap menyelisihi[85] ﴾ بَعِيدٍ ﴿ "yang jauh." Artinya, suatu sikap menentang dan sikap membantah yang sama sekali tidak dekat kepada kebenaran, bahkan sangat-sangat jauh dari kebenaran. Dan sikap jauh yang mana yang lebih jauh daripada orang yang mendustakan negeri yang merupakan negeri yang se-sungguhnya?! Yaitu negeri yang diciptakan untuk keabadian dan kekekalan, yaitu negeri pembalasan yang di situ Allah menampak-kan keadilan dan karuniaNya. Dan sesungguhnya negeri dunia ini bila dibandingkan dengan negeri akhirat adalah seperti seorang pengendara yang beristirahat di siang hari di bawah naungan pohon, kemudian ia meneruskan perjalanan dan meninggalkannya. Dunia ini hanyalah negeri penyeberangan dan numpang lewat, bukan tempat untuk selama-lamanya. Mereka hanya membenarkan negeri yang akan sirna nan fana ini yang bisa mereka lihat dan mereka saksikan saja, dan mereka mendustakan negeri akhirat yang sangat banyak sekali informasi tentangnya yang disampaikan oleh Kitab-kitab suci ilahi, oleh para Rasul dan para pengikutnya, yang mana mereka adalah manusia yang paling sempurna akalnya, paling dalam ilmunya, dan paling tinggi kecerdasan dan pema-hamannya.