An-Nisaa
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَـٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا 79
(79) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ ﴿ "Apa saja nikmat yang kamu peroleh" yaitu dalam (perkara) agama maupun dunia, ﴾ فَمِنَ ٱللَّهِۖ ﴿ "adalah dari Allah," Dia-lah yang mengaruniakan dan memudahkannya dengan memudahkan sebab-sebabnya, ﴾ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ ﴿ "dan apa saja bencana yang menimpamu" dalam (perkara) agama maupun dunia, ﴾ فَمِن نَّفۡسِكَۚ ﴿ "maka dari kesalahan dirimu sendiri," yaitu dengan dosa-dosamu dan usahamu, padahal apa yang dimaafkan oleh Allah darinya adalah lebih banyak, dan Allah سبحانه وتعالى telah mem-buka pintu-pintu kebaikanNya bagi hamba-hambaNya, dan me-merintahkan mereka untuk memasuki kebaikan dan karuniaNya, dan mengabarkan kepada mereka bahwa kemaksiatan itu adalah penghalang dari karuniaNya, lalu bila seorang hamba melaku-kannya, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri, karena sesungguhnya yang menjadi penghalang dirinya memperoleh karunia Allah dan kebaikanNya adalah hal tersebut. Kemudian Allah mengabarkan tentang keumuman risalah RasulNya Muhammad ﷺ seraya berfirman, ﴾ وَأَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولٗاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا ﴿ "Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukup-lah Allah menjadi saksi" bahwa engkau adalah utusan Allah secara benar dengan apa yang telah Allah topang dengan pembelaanNya dan mukjizat-mukjizat yang menakjubkan serta keterangan-kete-rangan yang pasti, dan hal itu adalah kesaksian yang paling utama secara mutlak, sebagaimana Allah berfirman, ﴾ قُلۡ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةٗۖ قُلِ ٱللَّهُۖ شَهِيدُۢ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ ﴿ "Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?' Katakan-lah, 'Allah.' Dia menjadi saksi antara aku dan kamu." (Al-An'am: 19), dan apabila ia telah mengetahui bahwa ilmu Allah itu sempurna, kekuasaanNya menyeluruh, hikmahNya agung, dan Dia telah membantu RasulNya dengan apa pun yang telah menopangnya dan membelanya dengan pembelaan yang besar, niscaya yakinlah ia dengan hal tersebut bahwa ia adalah Rasulullah ﷺ, dan bila tidak demikian, sekiranya dia mengadakan sebagian perkataan atas Allah, niscaya Allah benar-benar memegangnya dengan Tangan kananNya kemudian benar-benar Dia potong urat tali jantungnya.