İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nisaa
Sure 4

An-Nisaa

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 125

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا 125

(125) Maksudnya, tidaklah ada seorang pun yang paling baik agamanya daripada seorang yang menyatukan antara keikh-lasan kepada Dzat yang disembah yaitu penyerahan diri hanya untuk Allah yang menunjukkan akan penyerahan hati, penghadap-annya, kembalinya, keikhlasannya dan penghadapan wajah serta seluruh anggota tubuh kepada Allah, ﴾ وَهُوَ ﴿ "sedang dia pun" di samping keikhlasan dan penyerahan diri tersebut, ﴾ مُحۡسِنٞ ﴿ "menger-jakan kebaikan" yaitu mengikuti syariat Allah yang telah Allah utus rasul-rasul dengannya dan telah Allah turunkan kitab-kitabNya dan Allah jadikan hal itu sebagai jalan bagi makhluk-makhlukNya yang terpilih dan pengikut-pengikut mereka, ﴾ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ ﴿ "dan ia mengikuti agama Ibrahim" yaitu agama dan syariatnya ﴾ حَنِيفٗاۗ ﴿ "yang lurus" yaitu jauh dari syirik menuju kepada pengesaan dan jauh dari menghadap kepada makhluk menuju kedekatan kepada Sang Pencipta, ﴾ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبۡرَٰهِيمَ خَلِيلٗا ﴿ "dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kesayanganNya," al-Khullah adalah tingkatan tertinggi dari kecintaan, tingkatan ini diperoleh oleh dua orang kesayangan Allah, yaitu Muhammad ﷺ dan Ibrahim عليه السلام, sedangkan kecintaan dari Allah secara umum adalah kepada seluruh kaum Mukminin, dan sesung-guhnya Allah menjadikan Ibrahim sebagai kesayangan, karena beliau telah menunaikan apa yang telah diperintahkan kepadanya, tegar dalam cobaan yang dihadapkan kepadanya hingga Allah menjadikannya sebagai imam bagi seluruh manusia dan mengam-bilnya sebagai kesayangan serta meninggikan sebutannya pada seluruh alam semesta.