İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Luqman
Sure 31

Luqman

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 25

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ 25

(25) Maksudnya, ﴾ وَلَئِن سَأَلۡتَهُم ﴿ "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka," yaitu kamu bertanya kepada kaum musy-rikin yang mendustakan kebenaran, ﴾ مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi," tentu mereka mengetahui bahwa berhala-berhala mereka sama sekali tidak menciptakan hal itu, dan tentu mereka segera mengatakan, ﴾ ٱللَّهُۚ ﴿ "Allah" semata yang menciptakan keduanya. Maka ﴾ قُلۡ ﴿ "katakanlah" kepada mereka dengan nada mematahkan hujjah atas mereka dengan argumen yang mereka akui atas apa yang mereka ingkari, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ ﴿ "Segala puji bagi Allah," yang telah menjelaskan nur (cahaya) dan menam-pakkan dalil terhadap kalian dari kalian sendiri. Maka kalau mereka mengetahui, tentu mereka memastikan bahwa yang Esa (dengan penciptaan dan pengaturan alam semesta ini), Dia-lah yang diesa-kan dengan ibadah dan tauhid. Akan tetapi ﴾ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "keba-nyakan mereka tidak mengetahui," maka dari itu mereka memperseku-tukanNya dengan yang lain, dan mereka rela dengan kontradiksi keyakinan yang mereka anut dengan kebimbangan dan keraguan, bukan dengan dasar ilmu pengetahuan yang mendalam.