İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ankaboot
Sure 29

Al-Ankaboot

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 47

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَـٰهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَمِنْ هَـٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلْكَـٰفِرُونَ 47

(47) Maksudnya, ﴾ وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ﴿ "dan demikian pulalah Kami turunkan kepadamu," wahai Muhammad, ﴾ ٱلۡكِتَٰبَۚ ﴿ "al-Kitab" yang mulia, yang menjelaskan setiap berita yang agung, yang menyeru kepada setiap akhlak mulia dan perkara yang sempurna, yang membenarkan kitab-kitab suci terdahulu, yang diberitakan oleh para nabi terdahulu, ﴾ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "lalu orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka al-Kitab," mereka mengenalnya dengan sebenar-benarnya, dan mereka belum dirasuki oleh rasa dengki dan hawa nafsu, ﴾ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ ﴿ "maka mereka beriman kepadanya," karena mereka meyakini kebenarannya berdasarkan kesesuaian pengeta-huan yang mereka miliki, dan berdasarkan berita-berita gembira yang ada pada mereka serta karena mereka diistimewakan dengan kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang dusta. ﴾ وَمِنۡ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Dan di antara mereka (orang-orang kafir Makkah)" yang ada ﴾ مَن يُؤۡمِنُ بِهِۦۚ ﴿ "ada yang beriman kepadanya" dengan iman yang dilandasi pengetahuan yang mendalam, bukan karena suka atau takut. ﴾ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Dan tidaklah yang mengingkari ayat-ayat Kami melainkan orang-orang yang kafir," yaitu mereka yang ka-rakternya adalah mengingkari kebenaran dan menentangnya. Ini adalah pembatasan terhadap orang-orang yang kafir kepadanya. Yaitu bahwa tidak seorang pun (dari mereka) yang tujuannya ada-lah mencari kebenaran. Kalau tidak demikian, maka setiap orang yang mempunyai tujuan yang benar pasti beriman kepadanya. Hal itu disebabkan karena di dalamnya terdapat bukti-bukti yang nyata bagi setiap orang yang masih mempunyai akal sehat atau mendengar dengan baik sedangkan ia menyaksikan. Di antara bukti yang membuktikan kebenarannya adalah bahwa al-Qur`an ini dibawa oleh seorang nabi yang dipercaya, nabi yang dikenal kejujuran dan keamanahannya, tempat masuk dan tempat keluarnya serta seluruh kondisinya oleh kaumnya; dan dia tidak pernah menulis satu baris pun dengan tangannya, bahkan dia sama sekali tidak bisa membaca satu baris pun yang tertulis. Jadi, kondisi beliau membawa al-Qur`an dalam kondisi seperti itu merupakan bukti yang pasti dan paling jelas, yang sama sekali tidak dapat diragukan bahwa al-Qur`an ini datang dari sisi Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.