Al-Ankaboot
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطٌ ۘ وَقَالَ إِنِّى مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 26
(26) Maksudnya, Ibrahim عليه السلام terus mengajak kaumnya, sedangkan mereka melanjutkan sikap keras kepala mereka, namun berkat dakwahnya, Luth beriman kepadanya, yang kemudian Allah menjadikannya sebagai nabi dan rasul kepada kaumnya, sebagai-mana akan dijelaskan kemudian. ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan berkatalah," Ibrahim saat melihat bahwa seruannya kepada kaumnya sudah tidak ber-guna lagi sedikit pun, ﴾ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓۖ ﴿ "Sesungguhnya aku akan ber-pindah kepada Rabbku," maksudnya, meninggalkan daerah yang busuk (tidak produktif) dan berpindah ke tempat yang diberkahi (produktif) yaitu negeri Syam, ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "sesungguhnya Dia-lah yang Mahaperkasa," maksudnya, yang memiliki kekuatan, dan Dia kuasa memberi hidayah kepada kalian, akan tetapi Dia ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "Mahabijaksana," semuanya sesuai dengan kebijaksanaanNya. Setelah Ibrahim menjauhkan diri dan meninggalkan mereka, sedangkan mereka tetap dalam keadaannya, maka Allah سبحانه وتعالى tidak menjelaskan tentang mereka bahwa Allah telah mengazab mereka, akan tetapi Allah menyebutkan bahwa Ibrahim menjauhkan diri dan meninggalkan mereka. Adapun hal-hal yang disebutkan dalam riwayat isra`iliyat, bahwa Allah سبحانه وتعالى telah membuka pintu nyamuk terhadap mereka, lalu nyamuk-nyamuk itu menghisap darah dan memakan daging mereka serta membuat mereka musnah sama sekali, maka kebenaran riwayat ini sangat tergantung kepada (pen-dukung) dari dalil syar'i. Sedangkan dalilnya tidak ada. Kalau seandainya Allah telah memusnahkan mereka dengan azab, tentu Dia menyebutkannya sebagaimana Dia menyebutkan pembinasaan umat-umat lain yang mendustakan. Akan tetapi, apakah termasuk rahasia dari itu semua adalah bahwa al-Khalil, Ibrahim عليه السلام, merupakan manusia yang paling pengasih, paling utama, paling penyantun dan paling mulia, sebab dia tidak men-doakan keburukan terhadap kaumnya sebagaimana dilakukan oleh nabi-nabi yang lain; sedangkan Allah سبحانه وتعالى tidak menimpakan azab yang menyeluruh karenanya? Di antara hal yang menunjukkan kepada yang demikian adalah bahwasanya Ibrahim berdialog de-ngan malaikat dalam masalah pembinasaan kaum Luth, dan beliau mendebat malaikat serta membela mereka (kaum Luth), padahal mereka bukan kaumnya. Allah yang lebih mengetahui kondisi yang sebenarnya.