İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shu'araa
Sure 26

Ash-Shu'araa

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

12–14. âyetler

قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ 12 وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَـٰرُونَ 13 وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَنۢبٌ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ 14

(12-14) Lalu Musa عليه السلام berkata seraya memohon maaf kepada Rabbnya dan menjelaskan alasannya, serta memohon kepa-daNya pertolongan atas tugas berat ini, ﴾ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ 12 وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakanku. Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku." Lalu dia mengatakan, ﴾ رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي 25 وَيَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي 26 وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةٗ مِّن لِّسَانِي 27 يَفۡقَهُواْ قَوۡلِي 28 وَٱجۡعَل لِّي وَزِيرٗا مِّنۡ أَهۡلِي 29 هَٰرُونَ أَخِي 30 ﴿ "Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun saudaraku." (Thaha: 25-30). ﴾ فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ ﴿ "maka utuslah (Jibril) kepada Harun." Lalu Allah mengabulkan permohonannya, dan Dia mengangkat saudaranya, Harun sebagai nabi, sebagaimana Dia telah menjadikan dirinya sebagai nabi. ﴾ فَأَرۡسِلۡهُ مَعِيَ رِدۡءٗا ﴿ "Maka utuslah dia bersamaku sebagai pendukung." (Al-Qashash: 34); maksudnya, sebagai pembantu bagiku atas urusanku ini. ﴾ وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞ ﴿ "Dan aku berdosa terhadap mereka," maksudnya, dosa dalam membunuh seorang dari suku Qibthi, ﴾ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ ﴿ "maka aku takut mereka akan membunuhku."