İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Noor
Sure 24

An-Noor

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 63

لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 63

(63) ﴾ لَّا تَجۡعَلُواْ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيۡنَكُمۡ كَدُعَآءِ بَعۡضِكُم بَعۡضٗاۚ ﴿ "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)," [maksudnya jangan kalian jadikan panggilan Rasul kepada kalian atau panggilan kalian kepada Rasul sebagaimana panggilan sebagian kalian kepada sebagian yang lain]. Apabila beliau memanggil kalian, maka sambutlah sebagai bentuk kewajiban. Bahkan bila kalian shalat pun, wajib bagi kalian untuk menyambutnya. Tiada seorang pun yang mengatakan suatu perkataan yang menjadi kewajiban atas umat untuk menerima dan mengamalkan-nya kecuali perkataan Rasulullah, lantaran beliau terjaga dari kesa-lahan sementara kita diperintahkan untuk mengikuti beliau. Allah berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu." (Al-Anfal: 24). Demikian pula, janganlah kalian menjadikan panggilan kalian kepada Rasul sebagaimana panggilan sebagian kalian kepada sebagian lainnya. Jangan kalian berkata, "Wahai Muhammad" saat kalian memanggil beliau atau "wahai Muhammad bin Abdillah!" sebagaimana kalian berkata kepada sesama kalian. Akan tetapi, karena kemuliaan dan keutamaan, serta keistimewaan Rasulullah dari orang lain, hendaklah dipanggil dengan, "Wahai Rasulullah, wahai Nabi Allah." ﴾ قَدۡ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمۡ لِوَاذٗاۚ ﴿ "Sesungguhnya Allah telah me-ngetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi dari kalian dengan berlindung (kepada kawannya)," ketika Allah memuji kaum yang beriman kepada Allah dan RasulNya yang mana apabila mereka bersama Rasulullah dalam suatu urusan yang memerlukan perte-muan, maka mereka tidak pergi (kecuali) setelah mereka meminta izin kepada beliau. Allah mengancam orang-orang yang tidak mau melakukannya dan pergi tanpa izin, walaupun kalian tidak menge-tahui kepergiannya (yang dilakukan) dengan sembunyi-sembunyi. Inilah yang dimaksudkan oleh FirmanNya, ﴾ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمۡ لِوَاذٗاۚ ﴿ "orang-orang yang berangsur-angsur pergi dari kalian dengan berlindung (kepada kawannya)," maksudnya berlindung diri ketika mereka menyelinap keluar dan pergi dengan sesuatu yang dapat menghalangi pan-dangan mata, maka Allah mengetahui mereka dan akan memberi-kan balasan kepada mereka dengan balasan yang setimpal. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan Firman-Nya, ﴾ فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ ﴿ "Maka hendaklah orang-orang yang me-nyalahi perintahNya takut," yaitu mereka yang pergi untuk meme-nuhi sebagian keperluan mereka dengan berpaling dari Allah dan RasulNya, lalu bagaimana dengan orang-orang yang pergi tanpa ada urusan sama sekali? Ia meninggalkan urusan Allah tanpa ada kesibukan ﴾ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ ﴿ "mereka akan ditimpa cobaan," berupa kesyi-rikan dan kejahatan ﴾ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿ "atau ditimpa azab yang pedih."