Al-Muminoon
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ 3
(3) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ ﴿ "Dan orang-orang yang dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna," yaitu perbincangan yang tidak ada muatan kebaikan dan kegunaannya sama sekali, ﴾ مُعۡرِضُونَ ﴿ "mereka menjauhkan diri," karena kebencian dan ingin menjaga diri serta ke-engganan. Bila mendapati tindakan sia-sia, mereka sekedar mele-watinya dengan menjaga kehormatan diri. Jika mereka berpaling dari tindakan yang sia-sia, maka sudah semestinya mereka lebih menjauhi dari perkara-perkara yang diharamkan. Kalau seorang hamba mampu menguasai lisannya dan menyimpannya kecuali dalam kebaikan, maka dia akan berhasil mengendalikan perkara (agamanya). Seperti kandungan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepada sahabat Mu'adz bin Jabal manakala beliau ber-pesan kepada sahabat itu dengan beberapa wasiat. Beliau bersabda, أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَلَاكِ ذٰلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، قَالَ: فَأَخَذَ بِلِسَانِ نَفْسِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هٰذَا. "Tidakkah kamu mau aku mengabarimu dengan pengendali perkara itu semuanya?" Aku menjawab, "Sudah tentu wahai Rasulullah." Maka beliau memegang lisan sendiri seraya berkata, "Kamu tahanlah ini." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi). Kaum Mukminin, sebagian dari ciri mereka yang terpuji, ada-lah mengekang lisan-lisan mereka dari ucapan sia-sia dan omongan haram.