Al-Anbiyaa
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ 84
(84) Allah mengabulkan permohonan beliau seraya ber-firman, ﴾ ٱرۡكُضۡ بِرِجۡلِكَۖ هَٰذَا مُغۡتَسَلُۢ بَارِدٞ وَشَرَابٞ 42 ﴿ "Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum." (Shad: 42). Beliau menghentakkan kakinya. Maka keluarlah sebuah mata air yang dingin dari tempat hentakannya. Lalu beliau mandi dan meminum airnya. Maka Allah menghilangkan penyakit yang ada pada tubuhnya. ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ أَهۡلَهُۥ ﴿ "Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya," maksudnya Kami mengembalikan keluarga dan harta kekayaannya. ﴾ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ ﴿ "Dan Kami lipat gandakan bilangan me-reka," dengan menganugerahkan karunia yang banyak bagi beliau [bersama] keselamatan keluarga dan hartanya, ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا ﴿ "sebagai suatu rahmat dari sisi Kami," karena sabar dan mau menerima ke-adaan. Maka Allah membalasinya dengan pahala yang banyak di dunia sebelum datangnya akhirat. ﴾ وَذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰبِدِينَ 84 ﴿ "Dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah," maksudnya Kami menjadikannya sebagai pelajaran bagi orang-orang yang beribadah, yang dapat mereguk manfaat dari kesabaran. Ketika mereka menyaksikan musibah yang melanda Ayyub, kemudian balasan kebaikan yang Allah karuniakan kepadanya pasca terang-katnya musibah dan memperhatikan faktor penyebab perolehan-nya, maka mereka menemukannya dalam sikap kesabaran beliau. Oleh karenanya, Allah menyanjungnya dalam FirmanNya, ﴾ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ صَابِرٗاۚ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ 44 ﴿ "Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dia-lah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Rabbnya)." (Shad: 44). Maka Allah menjadikannya sebagai contoh dan teladan bagi mereka tatkala sedang dirundung musibah.