Taa-Haa
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّى نَسْفًا 105 فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا 106 لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَآ أَمْتًا 107
(105 - 107) Allah تعالى memberitahukan tentang prahara-pra-hara Hari Kiamat beserta peristiwa gempa-gempa dan goncangan-goncangan. Allah berfirman, ﴾ وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡجِبَالِ ﴿ "Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung," yaitu apakah yang terjadi pada-nya di Hari Kiamat? Apakah utuh seperti semula atau tidak? ﴾ فَقُلۡ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسۡفٗا 105 ﴿ "Maka katakanlah, 'Rabbku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya'," maksudnya, melenyapkan dan mencabutnya dari tempat-tempatnya, sehingga ibarat bulu dan pasir-pasir. Kemudian Allah menumbuknya dan menjadikannya sebagai debu-debu yang beterbangan, semakin lama semakin ter-kikis dan sirna serta diratakan dengan permukaan tanah. Allah menjadikan bumi ﴾ قَاعٗا صَفۡصَفٗا 106 ﴿ "datar sama sekali," rata ﴾ لَّا تَرَىٰ فِيهَا ﴿ "tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya," wahai orang yang melihat ﴾ عِوَجٗا ﴿ "tempat yang rendah," ini bagian dari kesempur-naan datarnya bumi ﴾ وَلَآ أَمۡتٗا 107 ﴿ "dan yang tinggi-tinggi," maksud-nya, (tidak ada) lembah-lembah, tempat-tempat yang rendah, atau tinggi-tinggi. Maka permukaan bumi menjadi nampak, dan (luas-nya) memadai bagi seluruh umat manusia. Allah membentang-kannya sejauh permukaannya. Maka mereka pun berada di satu tempat. Dapat didengar oleh orang yang menyeru dan terlihat oleh pandangan.