İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
Sure 2

Al-Baqara

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 32

قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ 32

(32) ﴾ قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau'." Maksudnya, kami menyucikanMu dari sanggahan kami terhadap-Mu dan penentangan kami atas perintahMu, ﴾ لَا عِلۡمَ لَنَآ ﴿ "tidak ada yang kami ketahui" dengan segala bentuknya, ﴾ إِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَآۖ ﴿ "selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami" tentangnya sebagai suatu anugerah dariMu dan kemuliaan, ﴾ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Yang Maha Mengetahui adalah yang mengetahui sesuatu dalam segala aspek-nya, tidak ada yang tertutup olehnya dan tidak terlupakan seberat biji dzarrah pun di langit maupun di bumi dan tidak yang kecil maupun yang besar, dan yang Mahabijaksana adalah Dzat yang memiliki kebijaksanaan yang sempurna, yang tidak ada seorang makhluk pun yang keluar darinya dan tidak seorang pun yang diperintahkan menyimpang darinya, karena Dia tidaklah mencipta-kan sesuatu kecuali ada hikmah di baliknya, dan tidak pula Dia memerintahkan kepada sesuatu kecuali menyimpan hikmah padanya, dan hikmah itu sendiri adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Lalu mereka sadar dan mengakui ilmu Allah dan hikmahNya, dan ketidakmampuan mereka dalam mengetahui sekecil apa pun, serta pengakuan mereka terhadap keutamaan Allah atas mereka dan pengajaranNya kepada mereka apa-apa yang tidak mereka ketahui.