Maryam
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْرَٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُ ٱلرَّحْمَـٰنِ خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩ 58
(58) Setelah menyebutkan kisah para nabi yang dimuliakan dan para rasul yang diistimewakan, Allah menyebutkan berbagai keutamaan dan derajat mereka. Allah berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ ﴿ "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi," maksudnya Allah memberikan karunia ke-pada mereka yang tidak akan dapat dipadani dan anugerah yang tak dapat dilampaui yaitu nikmat kenabian dan kerasulan. Mereka itulah orang-orang yang kita diperintahkan untuk berdoa kepada Allah supaya diberikan petunjuk ke jalan orang-orang yang telah Dia beri kenikmatan kepada mereka, dan bahwa orang-orang yang menaati Allah, maka dia, ﴾ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ.…﴿ "akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu nabi-nabi…." (An-Nisa`: 69). Dan bahwa sebagian mereka adalah ﴾ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوحٖ ﴿ "dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh," maksudnya, anak keturunannya ﴾ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "dan dari keturunan Ibrahim dan Isra`il." Jadi, inilah keluarga-keluarga terbaik di dunia. Allah telah menyeleksi, memilih, dan memperlakukan mereka dengan istimewa. Kondisi mereka saat membaca ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka, yang berisi pemberitahuan tentang perkara-perkara ghaib, dan sifat-sifat Dzat Yang Maha Mengetahui perkara-perkara ghaib, berita tentang Hari Akhir, janji dan ancaman ﴾ خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ وَبُكِيّٗا۩ 58 ﴿ "maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis," maksudnya, mereka tunduk kepada ayat-ayat Allah dan khusyu' mengamatinya. Ayat-ayat ini berpengaruh dalam hati-hati mereka berupa keimanan, raghbah (cinta kepada Allah) dan ketakutan (rahbah) yang menyebabkan mereka menangis, bertaubat serta bersujud kepada Rabb mereka. Mereka bukanlah termasuk orang-orang yang jika mendengar ayat-ayat Allah, me-nyungkur dalam keadaan buta dan tuli. Dalam penyandaran kata اَلْآيَاتُ (ayat-ayat) dengan nama Allah اَلرَّحْمٰنُ (Yang Maha Penyayang) terdapat bukti bahwa ayat-ayatNya termasuk rahmat dan curahan kebaikanNya kepada para hambaNya. Karena dengannya, Allah memberikan hidayah kepada mereka menuju al-Haq, membukakan mata batin mereka dari kebu-taan, menyelamatkan mereka dari kesesatan dan mengajari mereka (ayat hingga terbebas) dari kubangan kebodohan.