İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Kahf
Sure 18

Al-Kahf

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 105

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَآئِهِۦ فَحَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَزْنًا 105

(105) Barangsiapa yang merugi amal perbuatannya dan merugi atas diri dan keluarganya pada Hari Kiamat, maka ingatlah itu adalah kerugian yang nyata ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ وَلِقَآئِهِۦ ﴿ "mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan denganNya," maksudnya mengingkari ayat-ayat al-Qur`an dan tanda-tanda kebesaran yang kasat mata, yang menunjukkan keharusan beriman kepadaNya, malaikat, para rasul, kitab-kitabNya dan Hari Akhir. ﴾ فَحَبِطَتۡ ﴿ "Maka terhapuslah," karena itu ﴾ أَعۡمَٰلُهُمۡ فَلَا نُقِيمُ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَزۡنٗا 105 ﴿ "amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari Kiamat," pasalnya, proses penimbangan dilakukan dengan tujuan memban-dingkan kebaikan-kebaikan dengan keburukan-keburukan, dan melihat timbangan mana yang lebih berat dan lebih ringan. Semen-tara mereka itu tidak mempunyai kebaikan-kebaikan, karena tidak memenuhi syarat, yaitu keimanan, seperti yang Allah Firmankan, ﴾ وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَا يَخَافُ ظُلۡمٗا وَلَا هَضۡمٗا 112 ﴿ "Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal shalih, dan dia dalam keadaan beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya." (Thaha: 112). Akan tetapi, amalan mereka tetap dihitung, dan mereka di-mintai pengakuannya atas amalan itu, dipermalukan di hadapan para saksi, lantas disiksa berdasarkan keburukannya.