Yunus
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ 4
(4) Manakala Dia menyebutkan hukumNya yang bersifat Qadari yaitu penataan yang umum dan hukumNya yang bersifat diniyah yaitu syariatNya di mana kandungan dan maksudnya ada-lah ibadah kepadaNya semata, tidak ada sekutu bagiNya, maka Dia menyebutkan hukum jaza'i yaitu pembalasanNya terhadap amal sesudah mati. Dia berfirman, ﴾ إِلَيۡهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِيعٗاۖ ﴿ "Hanya kepadaNya-lah kamu semuanya akan kembali." Maksudnya Dia akan mengumpulkan sesudah matimu pada hari pertemuan yang ditentukan. ﴾ إِنَّهُۥ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ﴿ "Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbang-kit)." Dzat yang mampu menciptakan makhluk dari permulaan pas-tilah mampu mengembalikannya. Orang yang melihat penciptaan dari permulaan kemudian mengingkari pembangkitan makhluk kembali adalah orang yang tak berakal, dia mengingkari satu dari dua hal yang sama persis dengan menetapkan sesuatu yang lebih layak daripadanya. Ini adalah dalil aqli yang jelas atas hari kebang-kitan. Kemudian Allah menyebutkan dalil naqli, maka Dia berfir-man,[1] ﴾ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقًّاۚ ﴿ "Sebagai janji yang benar dari Allah." Maksudnya janjiNya adalah benar, ia pasti disempurnakan, ﴾ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman", dengan hati mereka kepada sesuatu yang diperintahkan oleh Allah untuk diimani, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan yang mengerjakan amal shalih", meliputi yang wajib dan yang dianjurkan dengan anggota badan mereka ﴾ بِٱلۡقِسۡطِۚ ﴿ "dengan adil." Yakni dengan iman dan amal mereka sebagai balasan yang telah Dia jelaskan dan sampaikan kepada hamba-ham-baNya bahwa ia adalah kenikmatan yang rahasianya tidak diketahui oleh jiwa. ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sedangkan orang-orang kafir", kepada ayat-ayat Allah dan mendustakan rasul-rasul Allah, ﴾ لَهُمۡ شَرَابٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ﴿ "me-reka mendapatkan minuman air yang panas", yang membakar wajah dan menghancurkan isi perut, ﴾ وَعَذَابٌ أَلِيمُۢ ﴿ "dan azab yang pedih", berupa berbagai macam bentuk azab ﴾ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ ﴿ "disebabkan kekafiran mereka", maksudnya disebabkan kekafiran dan kezhaliman mereka, Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.