Al-A'raaf
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِم بِـَٔايَةٍ قَالُوا۟ لَوْلَا ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ مِن رَّبِّى ۚ هَـٰذَا بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 203
(203) Yakni, orang-orang yang mendustakanmu itu senan-tiasa berada di dalam kesombongan dan pengingkaran, meskipun kamu hadir kepada mereka dengan ayat-ayat yang membuktikan hidayah dan jalan lurus. Jika kamu membawa ayat kepada mereka yang menunjukkan kebenaranmu, maka mereka tidak akan tunduk. ﴾ وَإِذَا لَمۡ تَأۡتِهِم بِـَٔايَةٖ ﴿ "Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat", dari ayat-ayat yang mereka usulkan dan tentukan, ﴾ قَالُواْ لَوۡلَا ٱجۡتَبَيۡتَهَاۚ ﴿ "mereka berkata, 'Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?'" Yakni mengapa kamu tidak memilih-milih (suatu kalimat yang bisa dijadikan se-bagai) ayat, sehingga ia pun menjadi ayat atau mukjizat tertentu, seolah-olah kamulah yang menurunkan ayat yang mengatur selu-ruh makhluk. Padahal sebenarnya sedikit pun kamu tidak memiliki urusan apa pun dalam hal ini. Atau (maknanya) adalah, mengapa kamu tidak membuatnya sendiri dari dirimu. ﴾ قُلۡ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ مِن رَّبِّيۚ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan dari Rabbku kepadaku'." Aku hanyalah seorang hamba yang meng-ikuti lagi diatur, Allah تعالى-lah yang menurunkan ayat dan mengi-rimkannya sesuai dengan tuntutan kebesaranNya dan hikmahNya yang agung. Jika kamu menginginkan ayat yang tidak tergusur oleh waktu dan hujjah yang tidak luruh dalam segala kesempatan maka ayat tersebut adalah al-Qur`an yang agung yang merupakan dzikir yang penuh hikmah. ﴾ بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمۡ ﴿ "Al-Qur`an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Rabbmu", yang dijadikan sebagai penerang dalam seluruh tuntutan ilahiyah dan tujuan insaniyah. Ia adalah dalil dan bukti. Barang-siapa yang merenungkan dan memikirkannya, maka dia mengeta-hui bahwa ia turun dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Mahamulia, tiada kebatilan yang hadir dari depannya atau dari belakangnya. Dengannya hujjah menjadi tegak atas semua orang yang menge-tahuinya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman, karena barangsiapa yang beriman maka ia adalah ﴾ وَهُدٗى ﴿ "petunjuk", bagi-nya dari kesesatan ﴾ وَرَحۡمَةٞ ﴿ "dan rahmat", baginya dari kesengsaraan. Seorang Mukmin yang mengikuti al-Qur`an dan mengambil petun-juk darinya, dia akan berbahagia di dunia dan akhiratnya. Adapun orang yang tidak beriman kepadanya, maka dia akan sesat dan sengsara di dunia dan akhirat.