Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
Sura ya 5

Al-Maaida

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 79

كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ 79

(79) Di antara kedurhakaan mereka yang menjadi penyebab turunnya azab dan terjadinya hukuman adalah b a h w a ﴾ كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن مُّنكَرٖ فَعَلُوهُۚ ﴿ "mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat." Artinya, mereka melakukan kemungkaran tetapi sebagian dari mereka tidak melarang sebagi-an yang lain, maka pelaku dan yang lainnya yang mendiamkan kemungkaran walaupun dia mampu mengingkarinya adalah sama. Itu menunjukkan bahwa mereka meremehkan perintah Allah dan maksiat kepadaNya bagi mereka adalah sepele. Jika mereka memiliki penghormatan kepada Rabb mereka, niscaya mereka akan memiliki ghirah terhadap apa-apa yang diharamkanNya dan tentu-nya akan marah karena marahNya. Dan sesungguhnya mendiamkan kemungkaran padahal dia mampu untuk mengingkarinya dapat menimbulkan azab, karena ia mengandung dampak negatif yang besar: Di antaranya adalah, sekedar mendiamkan suatu maksiat saja, walaupun orang yang diam itu tidak melakukannya secara lang-sung, sebagaimana kemaksiatan harus dijauhi, pengingkaran ter-hadap kemaksiatan juga harus dilakukan. Di antaranya adalah apa yang telah dijelaskan yaitu bahwa itu menunjukkan rasa meremehkan terhadap kemaksiatan dan kurangnya rasa risih karenanya. Di antaranya adalah bahwa itu membuat para berandal, pelaku maksiat semakin berani memperbanyak kemaksiatan jika mereka belum jera darinya, maka keburukan meningkat, musibah dunia dan agama menjadi besar. Para pelaku kemaksiatan itu merajalela dan berkuasa, lalu setelah itu para pengikut kebaikan melemah dalam melawan para pengikut kemaksiatan, akhirnya apa yang dahulu mereka mampu lakukan, sekarang tidak lagi mampu mereka lakukan. Di antaranya adalah menjadi penyebab terkikisnya ilmu dan merajalelanya kebodohan. Jika kemaksiatan diulang-ulang dan dilakukan oleh banyak orang lalu para ulama tidak ada yang meng-ingkarinya, maka akan dikira bahwa ia bukanlah kemaksiatan bah-kan bisa jadi orang bodoh mengiranya sebagai ibadah yang baik. Kerusakan mana lagi yang lebih besar daripada meyakini apa yang diharamkan oleh Allah sebagai sesuatu yang halal, kebenaran men-jadi jungkir balik dan yang haq terlihat sebagai suatu kebatilan? Di antaranya adalah bahwa mendiamkan kemaksiatan bisa menghiasi kemaksiatan itu di hati manusia, lalu sebagian orang mengikuti sebagian yang lain. Manusia cenderung meniru orang yang sepertinya dari kaumnya. Dan banyak lagi yang lainnya. Mendiamkan kemungkaran akan berakibat seperti ini, maka Allah menyatakan bahwa Bani Israil yang kafir dari mereka dilak-nat olehNya karena kemaksiatan dan pelanggarannya dan dikhu-suskan dari itu kemungkaran besar ini. ﴾ لَبِئۡسَ مَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Se-sungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu."