Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
Sura ya 5

Al-Maaida

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 13

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَـٰقَهُمْ لَعَنَّـٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَـٰسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ ۙ وَنَسُوا۟ حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَآئِنَةٍ مِّنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱصْفَحْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ 13

(13) Seolah-olah dikatakan, "Ada apa gerangan? Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka menunaikan perjanjian yang telah Allah ambil atas mereka atau mereka mengingkarinya?" Allah menjelaskan bahwa mereka mengkhianatinya. Dia berfirman, ﴾ فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ ﴿ "(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya." Artinya karena itulah Kami menghukum mereka dengan beberapa hukuman: Pertama: ﴾ لَعَنَّٰهُمۡ ﴿ "Kami laknat mereka," maksudnya, Kami jauhkan dan Kami usir mereka dari rahmat Kami karena mereka sendirilah yang telah menutup pintu rahmat, dengan melanggar perjanjian yang telah diambil atas mereka yang merupakan penye-babnya yang paling besar. Kedua: FirmanNya, ﴾ وَجَعَلۡنَا قُلُوبَهُمۡ قَٰسِيَةٗۖ ﴿ "Dan Kami jadikan hati mereka keras membatu," artinya, kasar, di mana nasihat tidak dapat mempengaruhinya, ayat-ayat dan peringatan tidak ada gunanya baginya. Berita gembira tidak menggugah mereka, peringatan keras yang menakutkan pun tidak berpengaruh apa pun, dan ini terma-suk hukuman terbesar atas seorang hamba yang hatinya seperti itu, bahkan petunjuk dan kebaikan justru menambah keburukannya. Ketiga: Bahwa mereka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, artinya mereka ditimpakan bala pada diri mereka yaitu (kecintaan) merubah dan mengganti, maka ucapan yang diingin-kan oleh Allah mereka beri makna yang tidak diinginkan oleh Allah dan RasulNya. Keempat: Bahwasanya mereka ﴾ وَنَسُواْ حَظّٗا مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِۦۚ ﴿ "(sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya." Mereka telah diberi peringatan dengan Taurat dan dengan apa yang diturunkan oleh Allah kepada Musa, maka mereka sengaja melupa-kan sebagian darinya. Ini mencakup melupakan ilmunya, bahwa mereka melupakannya dan ia pun hilang dari mereka dan apa yang Allah membuat mereka lupa kepadanya, banyak yang sudah tidak ada, dan itu merupakan hukuman dariNya atas mereka. Ini juga mencakup melupakan pelaksanaan yang berarti meninggalkan, mereka tidak diberi taufik untuk menunaikan apa yang diperin-tahkan kepada mereka. Dan ini dijadikan sebagai bukti atas Ahli Kitab dengan pengingkaran mereka terhadap sebagian dari apa yang telah disebutkan di dalam kitab mereka atau terjadi di zaman mereka bahwa itu termasuk yang mereka lupakan. Kelima: Pengkhianatan yang terus menerus, yang mana ﴾ ل َ ا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَآئِنَةٖ مِّنۡهُمۡ ﴿ "kamu wahai Muhammad senantiasa akan melihat peng-khianatan dari mereka," yaitu pengkhianatan kepada Allah dan hamba-hambaNya yang beriman. Di antara pengkhianatan mereka yang paling besar adalah penggelapan mereka terhadap dugaan yang benar dari orang yang menasihati dan berbuat baik kepada mereka dan membiarkan mereka di atas kekufuran; ini adalah peng-khianat besar. Sifat-sifat buruk ini bisa dimiliki oleh siapa pun yang memi-liki sifat-sifat mereka. Siapa pun yang tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menunaikan apa yang telah Dia wajibkan, maka Dia mendapatkan bagian laknat, kekerasan hati, ditimpa sikap merubah ucapan Allah. Dia tidak diberi taufik ke-pada kebenaran, dan melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan darinya, serta dia pasti ditimpa oleh penyakit berkhianat. Semoga Allah memberi kita keselamatan. Allah menamakan apa yang mereka diingatkan dengannya sebagai "bagian" karena ia adalah bagian terbesar, dan selainnya hanyalah bagian-bagian duniawi. Firman Allah, ﴾ فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ فِي زِينَتِهِۦۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا يَٰلَيۡتَ لَنَا مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٖ 79 ﴿ "Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, 'Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar'." (Al-Qashash: 79). Dia berfirman tentang bagian yang berharga, ﴾ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ 35 ﴿ "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (Fushshilat: 35). Firman Allah, ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنۡهُمۡۖ ﴿ "Kecuali sedikit di antara mereka," artinya yang sedikit ini memenuhi perjanjian Allah atas mereka, maka Allah memberi mereka taufik dan petunjuk ke jalan yang lurus. ﴾ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱصۡفَحۡۚ ﴿ "Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka," maksudnya, janganlah kamu menghukum mereka karena mereka telah menyakitimu di mana sebenarnya itu menuntut pemaafan darimu. Biarkanlah mereka, karena itu termasuk berbuat baik. Dan Allah ﴾ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "menyukai orang-orang yang berbuat baik." Dan ihsan itu adalah bahwa kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya, kalaupun kamu tidak melihatNya, maka Dia melihatmu. Dan terkait dengan makhluk, ihsan adalah memberikan manfaat agama dan dunia buat mereka.