As-Saaffaat
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَـٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍۭ 11
(11) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan makhluk-makhluk agung tersebut, Dia berfirman, ﴾ فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ ﴿ "Maka tanyakanlah kepada mereka." Maksudnya, tanyakanlah (olehmu wahai Muhammad) kepada orang-orang yang mengingkari penciptaan mereka setelah kematian mereka, ﴾ أَهُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا ﴿ "Apakah mereka lebih kukuh kejadiannya?" Mak-sudnya, apakah penciptaannya sesudah kematiannya lebih berat dan lebih sulit, ﴾ أَم مَّنۡ خَلَقۡنَآۚ ﴿ "ataukah apa yang telah Kami ciptakan" di antara makhluk-makhluk ini? Maka mereka harus mengakui bahwa penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan ma-nusia. Maka jika demikian, mereka harus mengakui (meyakini) kebangkitan. Bahkan kalau seandainya mereka kembali kepada diri mereka sendiri dan merenungkannya, tentu mereka mengetahui bahwa permulaan penciptaan mereka dari tanah liat itu lebih sulit -saat direnungkan-, daripada penciptaan mereka kembali sesudah mereka mati. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّن طِينٖ لَّازِبِۭ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat." Maksud-nya, yang sangat kuat lagi keras. Ini seperti dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 26 ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al-Hijr: 26).