Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Yaseen
Sura ya 36

Yaseen

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 35

لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ 35

(35) ﴾ لِيَأۡكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ ﴿ "Supaya mereka dapat makan dari buahnya," sebagai makanan pokok, buah-buahan, penyedap makanan, dan kelezatan, ﴾ و َ ﴿ "dan" sesungguhnya buah-buahan itu ﴾ م َ ا ﴿ "dari apa" yang d i u s a h a k a n ﴾ أَيۡدِيهِمۡۚ ﴿ "oleh tangan mereka." Mereka sama sekali tidak mempunyai andil dalam menciptakan ataupun mem-buatnya. Itu semua sesungguhnya adalah ciptaan Allah Yang Ma-habijaksana dan Pemberi rizki yang terbaik. Dan juga, tidak dila-kukan oleh tangan mereka dalam bentuk memasaknya di atas api atau lainnya, melainkan Allah-lah yang mengadakan buah-buahan itu, yang tidak perlu dimasak atau diapakan saja, melainkan lang-sung diambil dari pohonnya lalu bisa dimakan saat itu juga. ﴾ أَفَلَا يَشۡكُرُونَ ﴿ "Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?" ke-pada yang telah melimpahkan berbagai nikmat ini dan mencurah-kan bagian dari kemurahan dan karuniaNya kepada mereka hingga permasalahan agama dan dunia mereka menjadi baik? Tidakkah yang telah menghidupkan tanah setelah kematiannya (kekeringan-nya) lalu menumbuhkan padanya berbagai tanaman dan pepo-honan, meletakkan padanya rasa lezat buah-buahan dan menge-luarkan benih-benih baru dari dahan-dahannya serta memancarkan dari tanah yang kering lagi mati beberapa sumber air, maka bu-kankah itu bukti Allah Kuasa untuk menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati?! Ya, sesungguhnya Dia Kuasa atas segala sesuatu.