Al-Muminoon
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ 78
(78) Allah تعالى memberitahukan tentang limpahan karunia-Nya bagi para hambaNya yang mengajak mereka untuk mensyu-kuriNya dan menjalankan hak-hakNya. Allah berfirman,﴾ وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pen-dengaran," yang dengan indera tersebut, kalian bisa mengindera hal-hal yang terdengar, hingga kalian mendapatkan manfaat agama dan duniawi, ﴾ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ ﴿ "dan penglihatan," yang dengan sarana itu, kalian bisa memahami obyek-obyek yang terlihat, hingga kalian sanggup menginderai kemaslahatan-kemaslahatan kalian. ﴾ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ ﴿ "Dan hati," yaitu akal-akal yang kalian gunakan untuk mencerna segala sesuatu dan piranti yang menyebabkan kalian berbeda dengan binatang-binatang. Jika kalian tidak mem-punyai pendengaran, penglihatan dan akal, maka kalian akan menjadi tuli, buta dan bisu, lalu bagaimana nanti kondisi kalian? Kebutuhan primer dan pelengkap apa saja yang hilang dari kalian? Tidakkah engkau mensyukuri Dzat yang telah melimpahkan nik-mat-nikmat ini kepada kalian, selanjutnya kalian mengesakanNya (dalam ibadah) dan menjalankan ketaatan kepadaNya, tetapi kalian tidak bersyukur, padahal kenikmatanNya kepada kalian datang secara kontinyu.