Al-Muminoon
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَـٰفِلِينَ 17
(17) Ketika Allah تعالى menyebutkan penciptaan anak Adam, maka Dia menyebutkan tempat tinggalnya, serta melimpahnya kenikmatan yang tercurahkan padanya dari segala sisi, Allah ber-firman, ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا فَوۡقَكُمۡ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atasmu," atap bagi bumi dan kebaikan bagi umat manusia, ﴾ سَبۡعَ طَرَآئِقَ ﴿ "tujuh buah jalan (tujuh buah langit)," maksudnya, maksudnya tujuh langit yang bertingkat-tingkat. Setiap tingkatan berada di atas tingkatan lainnya. Langit itu telah dihiasi dengan bintang-bintang, matahari dan bulan dan Allah meletakkan kemaslahatan-kemaslahatan di dalamnya. ﴾ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلۡخَلۡقِ غَٰفِلِينَ ﴿ "Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)," sebagaimana penciptaan Kami men-cakup seluruh makhluk, begitu pula ilmu Kami meliputi segala yang Kami ciptakan. Kami tidak melalaikan seorang makhluk pun, dan tidak pula melupakannya. Kami tidaklah menciptakan suatu ciptaan, lantas Kami menjadikannya terbengkalai. Kami tidak me-lupakan langit, hingga berakibat ia roboh ke bumi. Kami tidak me-lupakan partikel kecil yang berada di gulungan ombak lautan dan permukaan padang yang tandus, dan tidak (pula) binatang melata, melainkan (pasti) Kami menganugerahkan rizki baginya, ﴾ وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ ﴿ "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya bina-tang itu dan tempat penyimpanannya." (Hud: 6). Kerap kali Allah تعالى memadukan antara sifat penciptaan de-ngan ilmuNya. Misalnya Firman Allah, ﴾ أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ 14 ﴿ "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu tampakkan dan rahasiakan). Dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui." (Al-Mulk: 14). ﴾ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلۡخَلَّٰقُ ٱلۡعَلِيمُ 81 ﴿ "Benar, Dia Berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Me-ngetahui." (Yasin: 81). Karena, penciptaan seluruh makhluk merupakan bukti logis terkuat yang menunjukkan keluasan ilmu dan hikmah Penciptanya.