Al-Baqara
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوْ تَأْتِينَآ ءَايَةٌ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَـٰبَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا ٱلْـَٔايَـٰتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ 118
(118) Orang-orang bodoh dari ahli kitab dan selain mereka berkata, "Kenapa Allah tidak berbicara juga kepada kita sebagai-mana Dia berbicara kepada para Rasul, ﴾ أَوۡ تَأۡتِينَآ ءَايَةٞۗ ﴿ "atau datang tanda-tanda kekuasaanNya kepada kami," mereka memaksudkan tanda-tanda dari usulan yang mereka usulkan dari akal-akal mereka yang rendah dan pemikiran-pemikiran mereka yang menyimpang yang mengandung makna kelancangan terhadap sang Pencipta dan kesombongan terhadap Rasul-rasulNya seperti perkataan mereka, ﴾ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهۡرَةٗ ﴿ "Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas." (Al-Baqarah: 55), dan ﴾ يَسۡـَٔلُكَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيۡهِمۡ كِتَٰبٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ فَقَدۡ سَأَلُواْ مُوسَىٰٓ أَكۡبَرَ مِن ذَٰلِكَ ﴿ "Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah me-minta kepada Musa yang lebih besar dari itu." (An-Nisa`: 153), juga ﴾ وَقَالُواْ مَالِ هَٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأۡكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمۡشِي فِي ٱلۡأَسۡوَاقِ لَوۡلَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَلَكٞ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا 7 أَوۡ يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡهِ كَنزٌ أَوۡ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةٞ يَأۡكُلُ مِنۡهَاۚ وَقَالَ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلٗا مَّسۡحُورًا 8 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan nya? Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)-nya?' Orang-orang zhalim berkata, 'Kamu sekalian tidaklah mengikuti melainkan seorang laki-laki yang kena sihir'." (Al-Furqan: 7-8). Dalam FirmanNya juga, ﴾ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami'." (Al-Isra`: 90). Inilah adat kebiasaan mereka terhadap para Rasul di mana mereka meminta tanda-tanda untuk memojokkan, bukan tanda-tanda untuk mendapatkan petunjuk, dan juga maksud mereka bukanlah untuk menampakkan kebenaran, karena para Rasul telah datang dengan tanda-tanda yang dapat dipercaya oleh orang-orang yang semisal mereka. Oleh karena itu, Allah تعالى berfirman, ﴾ قَدۡ بَيَّنَّا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يُوقِنُونَ ﴿ "Sungguh Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin." Setiap orang yang yakin telah mengetahui dengan baik dari ayat-ayat Allah yang jelas dan keterangan-keteranganNya yang kuat yang membuatnya merasa yakin dan menghilangkan segala rasa ragu dan bimbang.