Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Kahf
Sura ya 18

Al-Kahf

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 56

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۚ وَيُجَـٰدِلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِٱلْبَـٰطِلِ لِيُدْحِضُوا۟ بِهِ ٱلْحَقَّ ۖ وَٱتَّخَذُوٓا۟ ءَايَـٰتِى وَمَآ أُنذِرُوا۟ هُزُوًا 56

(56) Maksudnya, Kami tidak mengutus para rasul dengan sia-sia, bukan pula agar manusia menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan, dan tidak untuk menyeru umat manusia kepada (kepenting-an) pribadi para rasul. Akan tetapi, Kami mengirim mereka untuk mengajak umat manusia kepada setiap kebajikan dan melarang mereka dari segala kejelekan, membawa kabar gembira bagi mereka atas ketaatan terhadap hal tersebut (perintah dan larangan) dengan pahala dunia dan balasan akhirat, memberi mereka peringatan dari pelanggarannya dengan hukuman dunia dan akhirat. Dengan itu, hujjah Allah telah tegak berdiri kepada para hambaNya. Meskipun begitu, orang-orang yang zhalim dan kafir enggan untuk berbuat sesuatu melainkan melancarkan bantahan dengan kebatilan untuk melenyapkan kebenaran. Mereka mengusahakan cara apa pun yang bisa mereka tempuh untuk memenangkan kebatilan dan melenyap-kan kebenaran serta merontokkannya. Mereka mengolok-olok para rasul Allah dan ayat-ayatNya. Mereka sudah cukup gembira de-ngan ilmu yang mereka miliki, ﴾ وَيَأۡبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ 32 ﴿ "Dan Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (At- Taubah: 32), dan memenangkan kebenaran di atas kebatilan ﴾ بَلۡ نَقۡذِفُ بِٱلۡحَقِّ عَلَى ٱلۡبَٰطِلِ فَيَدۡمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٞۚ ﴿ "Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu le-nyap." (Al-Anbiya`: 18). Termasuk pengaruh sifat hikmah Allah dan rahmatNya, bahwa pengerahan orang-orang yang batil dan membantah kebenaran dengan kebatilan, termasuk faktor penting yang menuntun kepada kejelasan al-haq, bukti-bukti dan dalil-dalilnya yang nyata, tersing-kapnya kebatilan dari sisi kerusakannya. Sebab, dengan lawannya, segala sesuatu akan lebih jelas.