Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Yunus
Sura ya 10

Yunus

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 4

إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ 4

(4) Manakala Dia menyebutkan hukumNya yang bersifat Qadari yaitu penataan yang umum dan hukumNya yang bersifat diniyah yaitu syariatNya di mana kandungan dan maksudnya ada-lah ibadah kepadaNya semata, tidak ada sekutu bagiNya, maka Dia menyebutkan hukum jaza'i yaitu pembalasanNya terhadap amal sesudah mati. Dia berfirman, ﴾ إِلَيۡهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِيعٗاۖ ﴿ "Hanya kepadaNya-lah kamu semuanya akan kembali." Maksudnya Dia akan mengumpulkan sesudah matimu pada hari pertemuan yang ditentukan. ﴾ إِنَّهُۥ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ﴿ "Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbang-kit)." Dzat yang mampu menciptakan makhluk dari permulaan pas-tilah mampu mengembalikannya. Orang yang melihat penciptaan dari permulaan kemudian mengingkari pembangkitan makhluk kembali adalah orang yang tak berakal, dia mengingkari satu dari dua hal yang sama persis dengan menetapkan sesuatu yang lebih layak daripadanya. Ini adalah dalil aqli yang jelas atas hari kebang-kitan. Kemudian Allah menyebutkan dalil naqli, maka Dia berfir-man,[1] ﴾ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقًّاۚ ﴿ "Sebagai janji yang benar dari Allah." Maksudnya janjiNya adalah benar, ia pasti disempurnakan, ﴾ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman", dengan hati mereka kepada sesuatu yang diperintahkan oleh Allah untuk diimani, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan yang mengerjakan amal shalih", meliputi yang wajib dan yang dianjurkan dengan anggota badan mereka ﴾ بِٱلۡقِسۡطِۚ ﴿ "dengan adil." Yakni dengan iman dan amal mereka sebagai balasan yang telah Dia jelaskan dan sampaikan kepada hamba-ham-baNya bahwa ia adalah kenikmatan yang rahasianya tidak diketahui oleh jiwa. ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sedangkan orang-orang kafir", kepada ayat-ayat Allah dan mendustakan rasul-rasul Allah, ﴾ لَهُمۡ شَرَابٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ﴿ "me-reka mendapatkan minuman air yang panas", yang membakar wajah dan menghancurkan isi perut, ﴾ وَعَذَابٌ أَلِيمُۢ ﴿ "dan azab yang pedih", berupa berbagai macam bentuk azab ﴾ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ ﴿ "disebabkan kekafiran mereka", maksudnya disebabkan kekafiran dan kezhaliman mereka, Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.