Yunus
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
قُل لَّوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوْتُهُۥ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَدْرَىٰكُم بِهِۦ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِّن قَبْلِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 16
(16) ﴾ قُل لَّوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوۡتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَدۡرَىٰكُم بِهِۦۖ فَقَدۡ لَبِثۡتُ فِيكُمۡ عُمُرٗا ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahu-kannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama." Dengan waktu yang cukup panjang ﴾ مِّن قَبۡلِهِۦٓۚ ﴿ "sebelumnya (al-Qur`an turun)." Yakni sebelum membacakannya dan sebelum kamu mengetahuinya sementara aku sendiri tidak terlintas di benakku dan tidak terpikir di pikiranku. ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak memikirkannya?" Bahwa aku tidak mengada-adakannya seumur hidupku dan tidak pula bersumber dariku apa yang menunjukkan hal itu, lalu bagaimana mungkin aku mengada-adakannya sesudah itu, sementara aku te-lah hidup lama di lingkunganmu, kamu mengenal keadaanku yang sebenarnya bahwa aku adalah ummi tak membaca, tak menulis, tak belajar dari siapa pun, lalu aku hadir kepadamu dengan kitab yang agung yang melemahkan orang-orang yang fasih dan melelahkan para ulama. Apakah dengan itu masih mungkin bahwa ia adalah bersumber dariku sendiri? Atau justru ia adalah dalil yang pasti bahwa ia adalah diturunkan dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji? Jika kamu memakai pikiran dan akalmu, kamu me-renungkan keadaanku dan keadaan kitab ini niscaya kamu pasti memastikan tanpa keraguan bahwa ia adalah benar, bahwa ia ada-lah kebenaran yang tidak ada (sesuatu) setelahnya melainkan ke-sesatan, akan tetapi kamu hanya menginginkan pendustaan dan penentangan, tanpa ragu kamu adalah orang-orang yang zhalim.