U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Israa
Suuradda 17

Al-Israa

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 2

وَءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَجَعَلْنَـٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِى وَكِيلًا 2

(2) Seringkali Allah Yang Maha Pencipta menghubungkan antara kenabian Muhammad dengan kenabian Musa, kitab dan syariat mereka berdua. Karena kitab keduanya adalah sebaik-baik kitab, syariat mereka merupakan syariat yang paling sempurna, dan kenabian mereka adalah (tingkat) kenabian yang tertinggi serta para pengikut mereka adalah bagian terbesar kaum Mukminin. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "Dan Kami berikan kepada Musa Kitab," yaitu Taurat. ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan Kami jadi-kan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Isra`il," yang bisa mereka jadi-kan petunjuk dari dalam kegelapan kebodohan menuju keilmuan tentang kebenaran (dengan berfirman), ﴾ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِي وَكِيلٗا ﴿ "Jangan-lah kamu mengambil penolong selain Aku," maksudnya Kami telah katakan hal itu kepada mereka. Dan untuk tujuan itu pula, Kami telah menurunkan al-Kitab (Taurat). (Yaitu) supaya mereka ber-ibadah hanya kepada Allah, kembali kepadaNya, menjadikanNya sebagai satu-satunya Penolong dan Pengatur, baik dalam urusan agama ataupun perkara duniawi mereka, serta tidak bergantung kepada selainNya dari makhluk yang tidak memiliki sesuatu pun (kekuasaan) dan tidak bisa memberi manfaat sedikit pun bagi mereka.