Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
Surah 2

Al-Baqara

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 79

فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ ٱلْكِتَـٰبَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـٰذَا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشْتَرُوا۟ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ 79

(79) Allah تعالى mengancam orang-orang yang merubah kitab suci yang berkata tentang apa yang mereka rubah dan apa yang mereka tulis, ﴾ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ﴿ "Ini dari Allah." Ayat ini mengandung isyarat tentang menampakkan kebatilan dan menyembunyikan kebenaran, dan mereka melakukan hal itu dengan ilmu,﴾ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ ﴿ "untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu." Seluruh dunia dari awal hingga akhirnya merupakan keun-tungan yang sedikit (dibandingkan kitab suci Allah), lalu mereka menjadikan kebatilan mereka sebagai sekutu, yang mana mereka berburu dengannya harta benda dan apa pun yang ada di tangan manusia. Dan mereka menzhalimi orang-orang tersebut dalam dua aspek, yaitu aspek mencampur adukkan agama mereka dan aspek mengambil harta mereka tanpa hak bahkan dengan cara yang paling batil. Hal itu[9] lebih besar dosanya daripada orang yang mengambilnya tanpa izin atau mencuri dan semacamnya. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan dua perkara tersebut, Allah berfirman, ﴾ فَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ﴿ "Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri," yaitu disebabkan perubahan dan kebatilan, ﴾ وَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ ﴿ "dan kece-lakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan," disebab-kan harta. Kata وَيْلٌ itu bermakna azab yang keras dan kerugian, dan termasuk di dalamnya adalah azab yang pedih. Syaikhul Islam berkata ketika menyebutkan ayat-ayat ini, dari FirmanNya, "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Rabbmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menu-lis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, 'Ini dari Allah,' (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." "Sesungguhnya Allah تعالى mencela orang-orang yang merubah ayat-ayat dari makna-makna yang dimaksudkan. Hal ini meliputi orang yang membawa (mengajarkan) al-Qur`an dan as-Sunnah dengan dasar-dasar yang mereka buat dari bid'ah-bid'ah yang batil, dan Allah juga mencela orang-orang yang tidak mengerti al-Kitab kecuali hanya dongeng bohong belaka, yang ini juga meliputi orang yang meninggalkan tadabbur al-Qur`an dan dia tidak mengerti apa-apa kecuali hanya sekedar membaca huruf-hurufnya saja, dan juga meliputi orang yang menulis sebuah karangan dengan tangan-nya sendiri yang bertentangan dengan kitabullah demi sekedar mendapatkan faidah dunia lalu dia berkata bahwa tulisan itu da-tangnya dari sisi Allah, seperti dia mengatakan, 'Inilah syariat dan agama itu, dan inilah makna al-Qur`an dan as-Sunnah, dan inilah pemikiran[10] para salaf dan para ulama umat, inilah dasar-dasar agama yang harus diyakini, baik secara wajib ain maupun kifayah.' Dan juga meliputi orang yang menyembunyikan sesuatu yang telah dia ketahui dari al-Qur`an dan as-Sunnah agar seseorang yang menyelisihinya tidak berhujjah dengannya atas kebenaran yang dia katakan. Perkara-perkara seperti ini sangat banyak terjadi pada hamba-hamba hawa nafsu secara umum -seperti ar-Rafidhah [dan al-Jahmiyah dan semacamnya dari pengikut-pengikut hawa nafsu dan ilmu kalam, dan pada pengikut hawa nafsu]- dan secara khusus seperti juga banyak orang-orang yang bernisbat kepada para ahli fikih..."[11]