Di bawah setiap riwayat terdapat terjemahan dari dataset itu sendiri, ditampilkan apa adanya. Terjemahan itu tidak menyebut nama penerjemah, hak atasnya belum diverifikasi, dan belum ada yang mencocokkannya dengan teks Arab; sebagian riwayat tidak memiliki terjemahan. Teks Arablah yang menjadi teksnya.
Jika Ensiklopedia Hadis Nabi yang Diterjemahkan (HadeethEnc.com) memuat teks yang persis sama dengan sebuah riwayat, terjemahannya ditampilkan di bawah riwayat itu dengan menyebut sumbernya. Keduanya dipasangkan oleh program, dari teks Arabnya saja: seluruh teks hadis dalam ensiklopedia, beserta nama sahabat yang disebutnya, merupakan bagian akhir riwayat itu huruf demi huruf. Belum ada yang memeriksa pemasangan ini, dan para peninjau Sabīl belum memeriksa terjemahannya. Teks Arablah yang menjadi teksnya.
Telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Maisarah] telah menceritakan kepadaku [Zaid bin Aslam] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: 'Allah ta'ala berfirman: Aku bersama persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Demi Allah, Allah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang di suatu tempat yang luas. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepadaku ['Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab Al Qa'nabi] telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah bin 'Abdurrahman Al Hizami] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Allah Ta'ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang." Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Hammam bin Munabih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Hadits yang semakna
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Abu Syaibah] dan [Ishaq bin Ibrahim] -dan lafadh ini milik 'Utsman- Ishaq berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan 'Utsman berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari ['Umarah bin 'Umair] dari [Al Harits bin Suwaid] dia berkata; "Saya pernah datang berkunjung ke rumah Abdullah untuk menjenguknya ketika ia sedang sakit. Lalu ia menuturkan kepada saya tentang dua hal: yang satu tentang dirinya dan yang satu lagi mengenai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." [Abdullah] berkata; 'Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Allah merasa bergembira karena taubatnya seorang hamba yang beriman melebihi kegembiraan seseorang berada di gurun sahara yang mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya serta perbekalan makanan dan minuman, kemudian ia tertidur. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya. Kemudian orang tersebut mencari hewan tunggangannya tersebut ke sana kemari hingga ia merasa haus. Setelah itu, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja ke tempat tidurku semula sampai aku mati.' Tak lama kemudian orang tersebut telah membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di atas lengannya dan bersiap-siap untuk mati. Ketika ia terbangun, ternyata hewan tunggangannya itu telah berada di sisinya dengan membawa bekal makanan dan minumannya. Sunguh ke gembiraan Allah karena taubatnya seorang hamba-Nya yang beriman melebihi kegembiraan orang yang hewan tunggangannya terlepas lalu kembali dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya ini." Dan telah menceritakannya kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dari [Quthbah bin 'Abdul 'Aziz] dari [Al A'masy] dengan sanad ini, dan dia berkata; dari seorang laki-laki yang berada di sebuah gurun yang mencekam.' Dan telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] telah menceritakan kepada kami ['Umarah bin 'Umair] dia berkata; aku mendengar [Al Harits bin Suwaid] dia berkata; telah menceritakan kepadaku ['Abdullah] mengenai dua buah hadits. Salah satunya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan yang satu lagi tentang dirinya. Dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Allah sangat gembira dengan taubatnya seorang hamba yang beriman'. -yang serupa dengan Hadits Jarir
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbari] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Abu Yunus] dari [Simak] dia berkata; [An Nu'man bin Basyir] berkhuthbah, maka dia berkata; Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian yang pada suatu ketika dia membawa perbekalan dan minumannya di atas unta lalu dia berjalan di padang pasir yang luas. kemudian dia beristirahat sejenak dan tidur di bawah pohon. Tiba-tiba untanya lepas, dia pun mencarinya ke perbukitan, namun dia tidak melihat sesuatu sama sekali, kemudian ia mencari lagi di perbukitan yang lain, namun juga tidak melihatnya, ia pun naik lagi keperbukitan yang lain, tapi tetap tidak menemukan sesuatupun. Akhirnya dia kembali ke tempat istirahatnya. Tatkala dia sedang duduk, tiba-tiba untanya datang kepadanya seraya menyerahkan tali kekangnya ke tangannya. Maka sungguh kegembiraan Allah dengan taubatnya seorang hambanya melebihi kegembiraan orang ini ketika dia mendapatkan untanya kembali dalam keadaan seperti semula. [Simak] berkata; [Sya'bi] mengira bahwa Nu'man telah menyandarkan Hadits ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, adapun saya belum pernah mendengarnya demikian
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dan [Ja'far bin Humaid], berkata Ja'far; telah menceritakan kepada kami, dan berkata Yahya; telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Iyad bin Laqith] dari [Iyad] dari [Al Barra bin 'Azib] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Bagaimana pendapat kalian tentang kegembiraan seseorang yang kehilangan hewan tunggangannya ketika dia membawanya ke sebuah padang pasir yang tandus, tidak ada air minun dan tidak ada pula makanan, padahal di atas unta tersebut ada air minum dan makanan. Kemudian ia pun mencarinya hingga sangat kepayahan. Tatkala ia melewati sebatang pohon, dia menemukan hewan tersebut terikat di sana?" Maka kami mengatakan; 'Tentu orang itu sangat gembira sekali ya Rasulullah.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hambanya dari seseorang yang menemukan hewan tunggangannya kembali." Ja'far berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Iyad dari bapaknya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabbah] dan [Zuhair bin Harb] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Yunus] telah menceritakan kepada kami ['Ikrimah bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] -dan dia adalah pamannya- dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali. kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata; 'Ya Allah Engkau hambaku dan aku ini Tuhan-Mu.' Dia telah salah berdo'a karena terlalu senang
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ، - قَاصِّ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ - عَنْ أَبِي صِرْمَةَ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، أَنَّهُ قَالَ حِينَ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ كُنْتُ كَتَمْتُ عَنْكُمْ شَيْئًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ يَغْفِرُ لَهُمْ " .
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Muhammad bin Qais] menceritakan kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz dari [Abu Shirmah] dari [Abu Ayyub] bahwasanya dia berkata ketika menjelang kematiannya; Aku telah menyembunyikan kepada kalian perkara yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya kamu sekalian tidak mempunyai dosa sedikit niscaya Allah akan menciptakan suatu kaum yang melakukan dosa untuk diberikan ampunan kepada mereka
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Sa'id Al Aili] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] telah menceritakan kepadaku ['Iyadl bin 'Abdullah Al Fihri] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin 'Ubaid bin Rifa'ah] dari [Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi] dari [Abu Shirmah] dari [Abu Ayyub Al Anshari] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Seandainya kamu sekalian tidak mempunyai dosa sedikit pun yang patut diampuni Allah, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan dosa untuk diberikan ampunan bagi mereka
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Rafi'] telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ja'far Al Jazari] dari [Yazid bin Al Asham] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Demi Dzat yang jiwaku di tangannya, seandainya kamu sekalian tidak berbuat dosa sama sekali, niscaya Allah akan memusnahkan kalian. Setelah itu, Allah akan mengganti kalian dengan umat yang pernah berdosa. Kemudian mereka akan memohon ampunan kepada Allah dan Allah pun pasti akan mengampuni mereka
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، وَقَطَنُ بْنُ نُسَيْرٍ، - وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى - أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ، بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ إِيَاسٍ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ، عَنْ حَنْظَلَةَ الأُسَيِّدِيِّ، قَالَ - وَكَانَ مِنْ كُتَّابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ - لَقِيَنِي أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ كَيْفَ أَنْتَ يَا حَنْظَلَةُ قَالَ قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَا تَقُولُ قَالَ قُلْتُ نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ فَنَسِينَا كَثِيرًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ فَوَاللَّهِ إِنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هَذَا . فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " وَمَا ذَاكَ " . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَكُونُ عِنْدَكَ تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كَثِيرًا . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِي طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً " . ثَلاَثَ مَرَّاتٍ .
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya At Taimi] dan [Qathan bin Nusair] -dan lafadh ini milik Yahya- telah mengabarkan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] dari [Sa'id bin Iyas Al Jurairi] dari [Abu 'Utsman An Nahdi] dari [Hanzhalah Al Usayyidi] dia berkata; (salah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) dia berkata; "Saya pernah berjumpa dengan Abu Bakar dan ia berkata kepada saya; 'Bagaimanakah keadaanmu ya Hanzhalah? ' Saya (Hanzhalah) menjawab; 'Hanzhalah telah menjadi orang munafik.' Abu Bakar terperanjat seraya berkata; 'Subhanallah, apa maksud ucapanmu tadi hai Hanzhalah? ' Saya menjawab; 'Ketahuilah olehmu hai Abu Bakar, ketika kami berada di sisi Rasulullah, beliau sering mengingatkan kami tentang siksa neraka dan nikmat surga hingga seolah-olah kami melihatnya dengan mata kepala kami sendiri. Akan tetapi, ketika kami keluar dari sisi Rasulullah, maka kami pun berlaku kasar dan jahat kepada isteri dan anak-anak kami serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi, kami ini sering lengah.' Abu Bakar berkata; 'Demi Allah, kami juga sering berbuat seperti itu hai Hanzhalah.' Kemudian saya dan Abu Bakar pergi menuju ke rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sesampainya di sana, saya berkata; 'Ya Rasulullah, Hanzhalah telah menjadi munafik.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: 'Apa maksudmu hai Hanzhalah? ' Saya meneruskan ucapan saya; 'Ya Rasulullah, ketika saya berada di sisi engkau, kemudian engkau menerangkan kepada saya tentang siksa neraka dan nikmat surga, seolah-olah saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri. Akan tetapi, ketika saya telah keluar dari sisi engkau, maka saya pun berlaku kasar kepada istri dan anak-anak saya serta sering melakukan perbuatan yang tidak berguna. Jadi saya sering bersikap Iengah.' Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh jika kamu senantiasa menetapi apa yang kamu lakukan ketika kamu berada di sisiku dan ketika kamu berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu dalam setiap langkah dan perjalananmu. Tetapi, tentunya yang demikian itu dilakukan sedikit demi sedikit (dari waktu-kewaktu, secara berkala, tidak spontanitas).' Beliau mengulangi kata-kata itu tiga kali
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur] telah mengabarkan kepada kami ['Abdush Shamad] Aku mendengar [bapakku] bercerita; telah menceritakan kepada kami [Sa'id Al Jurairi] dari [Abu 'Utsman An Nahdi] dari [Hanzhalah] dia berkata; Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau biasa mengingatkan kami dan menuturkan tentang neraka. Hanzhalah berkata; Namun ketika aku sudah kembali ke rumah, aku tertawa bersama anak-anakku dan bermain-main bersama istri. Hanzhalah berkata; maka aku pun keluar dan bertemu dengan Abu Bakar, lalu aku ceritakan kebiasaanku kepadanya. Abu Bakr menjawab; Demikian juga saya biasa melakukan hal itu. Lalu kami bertemu dengan Rasulullah, maka aku berkata; 'Ya Rasulullah, Hanzhalah telah munafik! Beliau bertanya: 'Kenapa demikian wahai Hanzhalah? ' aku pun menuturkan kebiasaanku pada beliau, maka beliau bersabda: "Wahai Hanzhalah, perbaharuilah iman secara berkala (dari waktu ke waktu, secara bertahap, tidak spontanitas), sekiranya keadaan kalian adalah sebagaimana keadaan kalian saat bersamaku, niscaya para malaikat akan menyalami kalian hingga ketika di perjalanan kalian." Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Al Fudlail bin Dukain] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sa'id Al Jurairi] dari [Abu 'Utsman An Nahdi] dari [Hanzhalah At Tamimi Al Usayyidil Al Katib] dia berkata; Ketika kami bersama Rasulullah, beliau biasa mengingatkan kami tentang surga dan neraka. -Selanjutnya sebagaimana Hadits keduanya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم " قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ سَبَقَتْ رَحْمَتِي غَضَبِي " .
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Allah Azza Wa Jalla berfirman: "Sesungguhnya rahmat-Ku telah mendahului murka-Ku
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Khasyram] telah mengabarkan kepada kami [Abu Dhamrah] dari [Al Harits bin 'Abdurrahman] dari ['Atha bin Mina] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Ketika Allah menciptakan makhluk, maka Dia membuat ketentuan terhadap diri-Nya sendiri yang tersimpan disisi-Nya, Sesungguhnya rahmat-Ku melebihi murka-Ku
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Harmalah bin Yahya At Tujibi] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] bahwasanya [Sa'id bin Al Musayyab] telah mengabarkan kepadanya bahwasanya [Abu Hurairah] dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala menjadikan sifat rahmat seratus bagian. Maka dipeganglah disisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan-Nya satu bagian ke bumi. Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Malik] dari ['Atha] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki seratus rahmat. Dari seratus rahmat tersebut, hanya satu yang di turunkan Allah kepada jin, manusia, hewan jinak dan buas. Dengan rahmat tersebut mereka saling mengasihi dan menyayangi, dan dengan rahmat itu pula binatang buas dapat menyayangi anaknya. Adapun Sembilan puluh sembilan rahmat Allah yang lain, maka hal itu ditangguhkan Allah. Karena Allah hanya akan memberikannya kepada para hamba-Nya yang shalih pada hari kiamat kelak
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepadaku [Al Hakam bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman At Taimi] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Utsman An Nahdi] dari [Salman Al Farisi] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah memiliki seratus rahmat. Satu rahmat di antaranya untuk seluruh makhluk agar berkasih kasihan sesama mereka (di dunia), sedang yang sembilan puluh sembilan dipersiapkan untuk hari kiamat kelak." Dan telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin 'Abdil A'la] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir] dari [bapaknya] dengan sanad ini
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ التَّمِيمِيُّ، - وَاللَّفْظُ لِحَسَنٍ - حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ، حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِسَبْىٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَّبْىِ تَبْتَغِي إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَّبْىِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ " . قُلْنَا لاَ وَاللَّهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحَهُ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا " .
Telah menceritakan kepadaku [Al Hasan bin 'Ali Al Hulwani] dan [Muhammad bin Sahl At Tamimi] -dan lafadh ini milik Hasan-; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Abu Ghassan] telah menceritakan kepadaku [Zaid bin Aslam] dari [bapaknya] dari ['Umar bin Al Khaththab] bahwasanya dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka mencari bayinya dalam kelompok tawanan itu, maka ia mengambil dan membuainya serta menyusuinya. Melihat hal itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada kami: 'Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ' Kami menjawab; 'Demi Allah, sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.' Lalu Rasulullah bersabda: 'Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Seandainya orang mukmin mengetahui siksaan yang disediakan Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang merasa bisa masuk surga-Nya. Andaikan orang kafir mengetahui rahmat yang dikaruniakan Allah, pasti tidak akan ada seorang pun yang berputus asa dari surga-Nya."
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Marzuq bin Binti Mahdi bin Maimun] telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Dahulu ada seorang laki-laki yang tidak pernah berbuat baik sama sekali. Lalu ia berpesan kepada istri dan keluarganya; 'Wahai keluargaku, apabila aku meninggal dunia, maka bakarlah mayatku! Setelah itu, buanglah sebagian tubuhku di daratan dan sebagian lagi di lautan. Demi Allah, jika Allah menakdirkan niscaya Dia akan menyiksaku dengan siksaan yang tidak pernah Dia timpakan kepada makhluk lain di dunia ini.' Ketika orang tersebut meninggal, maka keluarganya pun melaksanakan pesannya, yaitu membakar jasadnya dan membuang sebagian ke daratan dan sebagian ke lautan. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan daratan agar menyatukan jasad orang tersebut dan Allah pun memerintahkan lautan agar menyatukan jasad orang itu. Setelah jasad terkumpul menjadi satu kembali di alam barzakh, maka Allah pun bertanya kepadanya: 'Hai hamba-Ku, mengapa kamu memerintahkan keluargamu untuk melakukan tindakan seperti itu? ' Orang laki-laki itu menjawab; 'Ya Allah ya Tuhanku, aku lakukan itu karena aku takut akan siksa-Mu, sedangkan Engkau adalah Dzat Yang Maha Tahu.' Akhirnya Allah pun mengampuninya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dan ['Abd bin Humaid], 'Abd berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan Ibnu Rafi' berkata; -dan lafadh ini miliknya-; telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dia berkata;) [Az Zuhri] berkata; dan telah menceritakan kepadaku [Humaid] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dia berkata; "Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya hingga akhirnya mati. Dia tidak memberinya makan, dan tidak pula membiarkannya lepas hingga mencari makan dari serangga-serangga bumi." Az Zuhri berkata; hal itu supaya seseorang tidak berdiam diri tanpa beramal (pasrah), dan tidak pula berputus asa. Telah menceritakan kepadaku [Abu Ar Rabi' Sulaiman bin Dawud] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Harb] telah menceritakan kepadaku [Az Zubaidi], [Az Zuhri] berkata; telah menceritakan kepadaku [Humaid bin 'Abdurrahman bin 'Auf] dari [Abu Hurairah] dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang hamba telah melampaui batas atas dirinya. -sebagaimana Hadits Ma'mar. dan di dalam Hadits Az Zubaidi dia berkata; maka Allah ta'ala berfirman kepada setiap sesuatu yang telah mengambil dari yang bukan miliknya: "Tunaikan apa yang telah kamu ambil darinya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbari] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia mendengar ['Uqbah bin 'Abdul Ghafir] berkata; aku mendengar [Abu Sa'id Al Khudri] bercerita dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau menyebutkan; "Ada seseorang sebelum kalian yang Allah berikan kepadanya harta dan anak. Sebelum ajalnya tiba, dia berkata kepada anaknya; 'Kamu harus melaksanakan apa yang aku perintahkan atau kamu adalah orang yang berhak menerima warisanku dari yang lainnya. Apabila aku meninggal maka bakarlah jasadku Abu Sa'id berkata; menurutku dia berkata; hingga jika aku telah menjadi arang hancurkanlah dan taburkanlah di angin. Karena sungguh aku tidak mempunyai amalan kebaikan yang banyak di sisi Allah. Dan sungguh Allah maha kuasa untuk menyiksaku. Nabi bersabda: "Lalu ia mengambil janji anak-anaknya untuk melakukan hal itu, dan demi Rabbku, mereka pun melaksanakannya. Lalu Allah berfirman kepadanya: "Wahai hamba-Ku, apa yang mendorongmu untuk melakukan seperti itu?" ia menjawab, "Wahai Rabb, aku takut kepada-Mu, Beliau bersabda: "Ia tidak pernah melakukan amalan selain itu hingga dengannya Allah memberinya rahmat." Dan telah menceritakannya kepada kami [Yahya bin Habib Al Haritsi] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman] dia berkata; berkata kepadaku [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin 'Abdurrahman] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abul Walid] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] keduanya dari [Qatadah], mereka semua menyebutkan dengan sanad Syu'bah dengan Hadits yang serupa. Di dalam Hadits Syaiban dan Abu 'Awanah disebutkan dengan lafazh; ' Ada seseorang yang Allah beri harta dan anak." Sedangkan di Hadits At Taimi disebutkan dengan lafazh; 'Lam Yabta ir.' (tidak mempunyai investasi kebaikan) Dia berkata; Qatadah menafsirkannya dengan; 'tidak mempunyai tabungan amal kebaikan di sisi Allah.' Adapun di Hadits Ibnu Syaiban menggunakan lafazh; mab ta'ara (simpanan). Dan di Hadits Abu 'Awanah dengan lafazh; 'mam ta'ara.' (Tidak mempunyai isvestasi kebaikan)
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepadaku ['Abdul A'la bin Hammad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah] dari ['Abdurrahman bin Abu 'Amrah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari apa yang telah dikhabarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, beliau bersabda: "Dahulu, ada seorang yang telah berbuat dosa. Setelah itu, ia berdoa dan bermunajat; 'Ya Allah, ampunilah dosaku! ' Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 'Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa atau memberi siksa karena dosa.' Kemudian orang tersebut berbuat dosa lagi dan ia berdoa; 'Ya Allah, ampunilah dosaku! ' Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 'Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwasanya ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa hamba-Nya karena dosa. Oleh karena, berbuatlah sekehendakmu, karena Aku pasti akan mengampunimu (jika kamu bertaubat).' Abdul A'la berkata; 'Saya tidak mengetahui apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: 'Berbuatlah sekehendakmu' pada kali yang ketiga atau ke empat." Abu Ahmad berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Zanjuyah Al Qurasyi Al Qusyairi telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la bin Hammad An Narsi dengan sanad ini. Telah menceritakan kepadaku ['Abd bin Humaid] telah menceritakan kepadaku [Abul Walid] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah] dia berkata; Dulu, di Madinah ada seorang yang berkisah, dia biasa dipanggil dengan [Abdurrahman bin Abu Amrah] dia berkata; aku mendengarnya berkata; aku mendengar [Abu Hurairah] berkata; Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Seorang hamba melakukan dosa..-yang semakna dengan Hadits Hammad bin Salamah dengan menyebutkan lafazh; - 'telah melakukan dosa, ' sebanyak tiga kali. Dan di ketiga kalinya beliau menyebutkan; 'Aku (Allah) telah mengampuni hambaku, maka berbuatlah sekehendaknya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Abu Syaibah] dan [Ishaq bin Ibrahim], Ishaq berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan 'Utsman berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Abu Wail] dari ['Abdullah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; 'Tidak ada yang lebih suka dipuji selain dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena itu Dia memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah. Karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Numair] dan [Abu Kuraib] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] -dan lafadh ini miliknya-; telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Numair] dan [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari ['Abdullah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah. Karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan tidak ada yang lebih suka dipuji selain Allah
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Ibnu Basysyar] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dia berkata; aku mendengar [Abu Wail] berkata; aku mendengar ['Abdullah bin Mas'ud] berkata tentang suatu Hadits, lalu aku tanyakan kepadanya; apakah kamu mendengarnya dari Abdullah? Dia menjawab; Ya, secara marfu' dia berkata; "Tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah. Karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan tidak ada yang lebih suka dipuji selain Allah karena itulah Dia memuji diri-Nya
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Abu Syaibah] dan [Zuhair bin Harb] dan [Ishaq bin Ibrahim], Ishaq berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan berkata yang lain; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Malik bin Al Harits] dari ['Abdurrahman bin Yazid] dari ['Abdullah bin Mas'ud] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; 'Tidak ada seorang pun di dunia ini yang melebihi kesukaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala terhadap pujian. Oleh karena itu, dia memuji diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun yang melebihi kecemburuan Allah. Oleh karena itu, dia mengharamkan keburukan. Dan tidak ada seorang pun yang melebihi kesukaan Allah Azza wa Jalla terhadap pembebasan dosa. Oleh karena itu, Dia menurunkan kitab suci dan mengutus para rasul
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah terjadi jika seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan Allah kepadanya."
Telah menceritakan kepada kami ['Amr An Naqid] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim bin 'Ulayyah] dari [Hajjaj bin Abu 'Utsman] [Yahya] berkata; dan telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah] bahwasanya ['Urwah bin Az Zubair] menceritakan kepadanya, [Asma bintu Abu Bakr] menceritakan kepadanya, ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorangpun yang lebih cemburu selain Allah Azza Wa Jalla. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] telah menceritakan kepada kami [Aban bin Yazid] dan [Harb bin Syaddad] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang serupa dengan riwayat Hajjaj, yaitu Hadits Abu Hurairah secara khusus, dan dia tidak menyebutkan Hadits Asma
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadhdhal] dari [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari ['Urwah] dari [Asma'] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih cemburu selain Allah Azza Wa Jalla
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، - يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " الْمُؤْمِنُ يَغَارُ وَاللَّهُ أَشَدُّ غَيْرًا " .
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muhammad] dari [Al 'Ala] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang mukmin itu pencemburu, dan Allah itu lebih pencemburu lagi." Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata; aku mendengar [Al 'Ala] dengan sanad ini
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dan [Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari] keduanya dari [Yazid bin Zurai'] - dan lafadh ini milik Abu Kamil-; telah menceritakan kepada kami Yazid telah menceritakan kepada kami [At Taimi] dari [Abu 'Utsman] dari ['Abdullah bin Mas'ud] bahwasanya seorang lelaki pernah mencium seorang wanita, lalu dia menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka turunlah ayat: "Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Hud; 114). Abdullah berkata; laki-laki itu bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah ayat ini untukku?" Beliau menjawab: "Ayat tersebut adalah untuk orang-orang yang melakukannya dari ummatku." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir] dari [bapaknya] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Utsman] dari [Ibnu Mas'ud] bahwasanya seorang laki-laki menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menceritakan bahwa dirinya telah menyentuh seorang wanita, baik itu berupa ciuman atau setuhan tangan, seperitinya dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang kafarahnya (penghapus). Ibnu Mas'ud berkata; maka turunlah ayat -sebagaimana dalam Hadits Yazid. Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Sulaiman At Taimi] dengan sanad ini, dia berkata; 'Seorang laki-laki pernah melakukan perbuatan dosa kecil terhadap seorang wanita, lalu dia menemui Umar bin Khaththab, maka Umar menganggapnya telah melakukan dosa besar. Lalu dia menemui Abu Bakr, ia pun menganggapnya telah melakukan dosa besar. Kemudian dia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -lalu perawi menyebutkan sebagaimana Hadits Yazid dan Mu'tamir
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dan [Qutaibah bin Sa'id] dan [Abu Bakr bin Abu Syaibah] -dan lafadh ini milik Yahya- Yahya berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan yang lain berkata; telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash] dari [Simak] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dan [Al Aswad] dari ['Abdullah] dia berkata; dari Abdullah, dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu dia berkata; 'Ya Rasulullah! Aku telah berdosa, karena aku bermesraan dengan seorang perempuan di pinggir kota Madinah. Aku telah berbuat dosa dengannya selain bersetubuh. Maka hukumlah aku dengan hukuman apa saja yang anda hendaki. Maka Umar bin Khaththab berkata kepadanya; 'Seandainya engkau menutup rahasia dirimu, niscaya Allah telah menutupi kesalahanmu itu.' Kata Abdullah; 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak membantah sedikitpun ucapan Umar tersebut.' Maka berdirilah laki-laki itu kemudian pergi. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh seseorang menyusul dan memanggilnya kembali. Kemudian beliau bacakan kepadanya ayat ini: 'Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya segala perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.' (QS Hud: 114). Maka bertanyalah seseorang dari suatu kaum yang hadir; 'Ya Nabiyullah! Apakah ayat itu ditujukan khusus baginya? ' Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: 'Bahkan untuk seluruh umat manusia.' Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man Al Hakim bin 'Abdullah Al 'Ijli] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak bin Harb] dia berkata; aku mendengar [Ibrahim] bercerita dari pamannya [Al Aswad] dari ['Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang semakna dengan hadits Abul Ahwash dia berkata di dalam Haditsnya; Mu'adz berkata; Ya Rasulullah, apakah ayat ini khusus untuk orang itu atau untuk kita semua? Beliau menjawab: 'Bahkan untuk kalian semua
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Ali Al Hulwani] telah menceritakan kepada kami ['Amr bin 'Ashim] telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas] dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata; 'Ya, Rasulullah! Aku telah melanggar hukum atas diriku (hukumlah aku)! ' Anas berkata; 'Ketika itu telah masuk waktu shalat, maka dia pun shalat bersama-sama dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Setelah selesai shalat dia berkata lagi kepada beliau; 'Ya, Rasulullah! Aku telah melanggar hukum atas diriku sesuai dengan Kitab Allah.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: 'Apakah engkau tadi shalat bersama-sama kami? ' jawabnya; 'Ya! ' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Allah telah mengampuni kamu
Sumbernya tidak mencatat derajat untuk riwayat ini.
50 dari 63
63 riwayat · no. 6952–7023
Teks Arab, penomoran, nama kitab dan derajatnya ditampilkan persis seperti yang tercantum dalam sebuah dataset terbuka (hadith-api). Sabīl belum memverifikasi ketepatannya maupun hak atasnya, dan tinjauan ulamanya belum dimulai. Sampai saat itu, cocokkan sebuah riwayat dengan edisi cetak sebelum mengandalkannya.